Friday, May 23, 2008

KEBANGKITAN BANGSA


Tanggal 20 mei yang lalu saya menyaksikan Pidato Presiden SBY melalui Siaran Tunda di Website SCTV,Saya menyimak kata demi kata penuturan pidatonya.


Terus terang menurut pandangan saya itu sungguh sangat positif untuk perubahan nasib bangsa yang sekarang ini masih terpuruk,dan kita sebagai rakyatnya dimanapun berada saat ini tentu selayaknya ikut berpartisipasi dengan kemampuan yang dimilikinya minimal di mulai dari hal2 kecil dari kita sendiri untuk berubah dan bangkit dari "Orientasi hanya menyalahkan keadaan,kenaikan harga bahkan menyalahkan pemerintah (blame) kita rubah dengan mencari solusi dengan mengganti pertanyaan WHY ? menjadi How to?

Tidak muluk - muluk target kita adalah minimal mampu untuk hidup mandiri,tidak menjadi beban orang lain, masyarakat dan negara,syukur - syukur bisa bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi menciptakan lapangan kerja,memberi motivasi untuk bangkit merubah nasib dengan berwiraswasta, memberikan bimbingan dengan potensi yang kita miliki.


Coba anda renungkan kalau dalam satu keluarga ada 6 orang anak yang sudah dewasa ,kalau dari 6 itu cuman 3 orang yang mandiri yang lainnya pengangguran dan pasif bisanya hanya menyalahkan keadaan , bagaimana persaan dan beban orang tuannya?


Terus bagaimana kalau dalam satu negara,kalau tingkat kemandirian rakyatnya hanya sedikit?


Dalam pidatonya Pak Presiden mengajak seluruh Rakyat untuk bangkit dari keterpurukan dengan segenap potensi yang dimilikinya , sementara hal inti dalam pidato kebangkitan Nasional yang ke 100 tahun yang menarik bagi saya adalah Menanamkan jiwa Optimis untuk Bangkit,dan merubah nasib bukan menyerah pada keadaan, yang hal ini telah dibuktikan oleh bangsa ini yang telah mengalami berbagai macam persoalan,baik politik,dan ekonomi tetapi masih exsist sampai sekarang.


Sementara tidak sedikit negara lain yang hancur dan berpecah belah persatuannya,kesimpulannya tidak mudah untuk tetap bersatu dan menjaga keutuhan bangsa dari negara yang terdiri dari 17.000 pulau lebih , Tapi Indonesia BISA !


Apakah krisis ekonomi di indonesia sekarang ini akan menghilangkan semua potensi bangsa ini untuk bangkit kembali?


Tentu kita berharap tidak, seperti dalam bahasa cina yang mengartikan krisis itu dengan peluang, atau kita yakin dengan ajaran agama kita bahwa setelah kesukaran akan ada kemudahan, mudah mudahan kebangkitan ekonomi akan terjadi, gejala itu mulai terlihat dengan banyak bermunculannya UKM justru yang bangkit dimasa krisis,banyaknya peluang2 bisnis,pilihan waralaba lokal,usaha2 creative yang dulu tidak pernah ada sekarang banyak bermunculan dan menghisai majalah2 bisnis.


Semakin banyak UKM semakin bayak pengangguran yang terserap dan semakin sedikit pengangguran maka keamanan akan lebih kodusif yang menunjang untuk peningkatan ekonomi secara nasional.




Semoga bermanfaat.

Monday, May 19, 2008

Memulai Bisnis Dari Nol


Mencari dan memilih jenis usaha pernah saya rasakan seperti mencari jarum yang jatuh pada rerumputan,juga seperti mencari mutiara di lautan yang luas,luasanya lautan seperti halnya luas dan banyaknya peluang2 di sekitar kita,banyaknya tawaran peluang usaha ,kadang membikin kita juga pusing dan bingung bahkan dari sekian ribu peluang itu tak satupun yang kita realisasikan, Mengapa? lalu dimanakah sang mutiara bisnis itu ?

Tak bisa dipungkiri kadang saya sendiri sering menghakimi peluang2 yang berpotensi itu dengan pertanyaan2,bisnis ini cocok tidak dengan saya? laku tidak nantinya,bagaimana kalau bangrut ? perlu modal besar dan masih banyak lagi pertannyaan senada, yang ujung - ujungnya tidak ada satupun usaha yang pernah kita jalani,dan saya menyadarinya kemudian bahwa dalam bisnis itu harus dikedepankan adalah "Take Action" mungkin kata lainnya berbisnis bukan hanya dibayangkan tapi harus dilakukan, Walaupun dalam hal ini saya tidak mengesampingkan masalah survey dan uji kelayakan sebelumnya,tetapi jangan berlebihan dalam hal ini, singkatnya Realistis dengan kondisi yang ada.

Nah itulah setidaknya yang pernah saya rasakan ketika memulai usaha makanan pada tahun 1999.

Bagaimana dengan Anda sendiri?

Dalam memulai bisnis banyak cara yang bisa kita lakukan dewasa ini dari membeli bisnis waralaba,BO atau peluang usaha,kerjasama,ataupun memulai bisnis sendiri yang bermula dari hobi,latar belakang pendidikan,pekerjaan dsb,semua itu merupakan potensi2 yang bisa dilakukan,tinggal kita yang memilihnya dengan disesuaikan kondisi kita saat ini,bermodal cukup atau kurang ?

Untuk menambah semangat kita tetap berbisnis atau yang baru akan melangkah merintis bisnis ,akan saya paparkan kisah pebisnis yang"merintis bisnis dari nol" dimana type ini merupakan kisah nyata yang favorit bagi saya dibandingkan dengan kisah orang sukses dari waralaba ,karena nilai perjuangannya,kiat,keyakinan,kegigihan dan etos kerjanya akan lain,artikel ini saya ambil dari koran sinar harapan semoga bermanfaat.

Merintis usaha dari nol. Itulah awal keberhasilan yang kini dirasakan oleh Kuncono. Berawal dari hobi membuat hiasan lampu yang berbahan baku kayu dan kain, tanpa disangka mampu melambungkan nama Kuncono, hingga ke sejumlah negara mendunia.Usaha membuat hiasan lampu ini diawali secara tidak sengaja.

Pada 1993, pabrik tekstil tempat Kuncono bekerja melakukan rasionalisasi karyawan. Kuncono termasuk salah satu di antara sekian banyak karyawan yang terkena PHK. Dengan pesangon sebesar hanya Rp 400.000, Kuncono sempat kebingungan. Pesangon yang tergolong kecil ini tentu saja tidak akan mampu mencukupi kebutuhan hidup istri dan ketiga anaknya.Di tengah kebingungan tersebut, muncul gagasan untuk membuka usaha kerajinan hiasan lampu meja. “Saya memang punya hobi membuat hiasan lampu. Tapi tak pernah terbersit produk dari hobi saya ini bisa mendatangkan rezeki melimpah,” kata Kuncono. Dari uang pesangon sebesar Rp 400.000 tersebut, sebanyak Rp 250.000 dipergunakan untuk modal. Ia pun membeli kayu untuk dibuat lampu hias.

Persisnya hiasan lampu buatan Kuncono ini berupa dudukan penyangga lampu meja.Setelah jadi, Kuncono menawarkan kepada beberapa teman dekatnya. Saat itu untuk sebuah hiasan lampu, Kuncono menjualnya rata-rata Rp 50.000. Respon teman-temannya ternyata cukup bagus. Dalam waktu tidak lama, hiasan lampu buatan Kuncono laku keras. Bahkan melalui teman-temannya, mulailah banyak pesanan dari orang lain.

Pemasaran melalui mulut ke mulut ini membuat hiasan lampu yang dibuat Kuncono semakin dikenal oleh masyarakat.Pasar produk hiasan lampu Kuncono.kini tidak lagi hanya dipasarkan di kawasan Griya Bandung Asri, tempat tinggalnya. Hiasan lampu Kuncoro pun mulai dipasarkan di Kota Bandung dan sekitarnya. Tak puas dengan pasar di dalam Kota Bandung, Kuncono mencoba menembus pasar di daerah lain, antara lain, Jakarta, Surabaya dan Bali. Caranya, yakni dengan mengikuti berbagai pameran yang diselenggarakan di kota-kota tersebut. Cara ini terbukti berhasil. Produk hiasan lampu buatan Kuncono ini banyak diminati.

Bahkan melalui pameran ini pula Kuncono pernah memperoleh order dari Korea sebanyak 1000 unit hiasan lampu. Order ini diterimanya sekitar 1996. Menurut Kuncono, order dari Korea itulah awal pertama produk hiasan lampu buatannya menembus pasar ekspor.Orang Korea yang ternyata menggemari hasil karya Kuncono ini sebenarnya meminta Kuncono rutin mengekspor produknya ke Korea. Sayangnya karena keterbatasan modal, permintaan dari Korea itu tak dapat dipenuhinya secara kontinyu. Sadar usahanya yang terus berkembang membutuhkan modal, Kuncono lalu mencoba mencari pinjaman lunak dari pihak ketiga.

Order DubaiTahun 2000, salah satu BUMN yaitu PT Inti memberinya pinjaman dengan total pinjaman sebesar Rp 20 juta melalui program pembinaan usaha kecil koperasi (PUKK) BUMN. Pinjaman ini diterima dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak Rp 7,5 juta dan tahap berikutnya sebesar Rp 12,5 juta. Kuncono mengakui pinjaman ini sangat berarti bagi dirinya. Apalagi saat itu Kuncono kebetulan mendapatkan order dari Dubai Uni Emirat Arab. Kuncono mengaku lupa berapa banyak pesanan dari Dubai yang diterimanya itu. “Yang jelas, pesanan itu dapat kami penuhi. Salah satunya berkat pinjaman dana PUKK BUMN itu,” timpal Kuncono.Karena semakin banyak permintaan maka Kuncono merasa perlu memberi label merek pada hiasan lampu buatannya. Nama anak pertamanya Lanny akhirnya dipilih sebagai nama merek dagang produknya. Hingga kini Lanny Lamp & Art Acessoris menjadi merek dagang produk karya Kuncono.

Ada 3 jenis hiasan lampu yang dibuatnya. Pertama hiasan lampu duduk yang kini dijual seharga Rp 150.000. Kemudian hiasan lampu tinggi dengan harga jual Rp 350.000 serta hiasan lampu yang terbuat dari kain yang mirip lampiun yang dijual antara Rp 125.000 hingga Rp 225.000 per buah. Ketelatenan Kuncono kini memang telah membuahkan hasil. Menurut Kuncono, setiap tahunnya omset penjualan yang dapat dikantonginya mencapai Rp 80 juta. Omset ini sendiri diakui Kuncono sebenarnya telah menurun dibandingkan pada awal tahun 2001.“Sekitar tahun 2001, setahun omset saya bisa sampai Rp 150 juta,” papar Kuncono.

Kasus peledakan WTC AS serta invasi AS ke Irak ternyata berpengaruh terhadap omset Kuncono. Kuncono menyebutkan sejak peristiwa tersebut, permintaan dari Dubai terhenti. Pasang surut usaha yang dirasakan oleh Kuncono tak membuatnya putus harapan. Ketika permintaan dari Dubai terhenti, justru ada permintaan baru dari Singapura. Kendati nilainya tak terlalu besar dibandingkan permintaan dari Dubai.

Dengan memiliki usaha sendiri, trauma PHK tak lagi singgah dalam diri Kuncono bersama keluarganya. Bahkan melalui usaha yang dirintisnya dari nol ini, Kuncono memberikan pekerjaan bagi sekitar 32 orang yang menjadi karyawannya. Kuncono mengakui dirinya tak mungkin bisa sukses tanpa dukungan dari para karyawannya. Dengan 32 orang yang dipekerjakannya itu, setiap bulan Kuncono mampu memproduksi hiasan lampu antara 150-300 buah.Kesuksesan Kuncono ini agaknya menjadi contoh tepat bahwa tidak selamanya sebuah usaha yang dirintis membutuhkan modal banyak.

Tuesday, May 13, 2008

Penjual Kursi Dari Singapore


Ron Sim sang pengusaha tulen asal Singapore,jiwa wirausahanya sudah dilatih sejak kecil,berawal dari menjual mie di jalanan Singapura hanya untuk mendapatkan uang saku pada tahun 1967,kemudian terus lanjut ke menjual peralatan dapur sampai akhiranya timbul masa krisis di singapura tahun 1980 an, yang yang membuatnya harus mengalami pasang surut jatuh bangun membangun bisnisnya yang pada akhirnya sukses dengan produk uniknya yaitu "Luxury massage Chairs " yang diberi nama Osim ,


Produk inilah yang merubah dia menjadi milioner yang memiliki 1100 outlet produknya,yang tersebar di 330 kota di 28 negara di belahan dunia, Amerika,Eropa,Amerika dan Asia dan Timur tengah , tak heran.kalau perusahannya ini bisa membukukan pendapatan pertahunnya sebesar 380 juta dolar.


Sekarang perusahan yang awalnya hanya memproduksi Kursi pemijat ini terus berkembang menjadi "A Global Leader in branded healthy lifestyle product" yang terdiri dari 100 macam produk - produk inovatif ,yang terfokus pada 4 katagori produk kesehatan,hygine,Nutrisi dan alt fitness dari kursi pijat,filter air,suplemen kesehatan dan treadmills, dan kini perusahanya sudah terdaftar di Singapore Stock Exchange.


Ada Pelajaran Penting yang bisa diambil, dari kiat dan motivasinya dalam membangun bisnisnya ini , seperti yang di utarakannya dalam wawancara dengan CNN.


"Saya selalu mengatakan pada para pengusaha muda bahwa,"Jika anda mau berhasil bersiaplah untuk bangkrut,dan setiap kebangkrutan adalah suatu peluang,dan anda dapat belajar sesuatu dari kebangkrutan yang di alami,dan saya mengalami bangkrut itu beberapa kali."


Ketika ditanya, Kepada siapa Ron Sim belajar dan bagaimana dia dapat memilih model yang tepat dalam bisnisnya? Dia menjawab:


"Pasar adalah guru ,karena anda akan berusaha untuk Survive,anda belajar segala sesuatu dengan anda sendiri disetiap saat ,dengan" Trial and Error"



Semoga Bermanfaat dan terinspirasi.

Monday, May 12, 2008

Untuk Menjadi Kaya


"Berakit - rakit kehulu berenang ketepian,bersakit sakit dahulu bersenang senang kemudian "

Untaian kata diatas mungkin ada benarnya,walaupun untuk mencapai kesenangan financial) tidak selamanya didahului dengan sakit2an terlebih dahulu,tapi umumnya orang yang banyak sukses secara financial sebelumnya mereka harus melalu suatu proses yang tidak mudah dan mulus,banyak hambatan dan rintangan,jatuh bangun dalam membangun usaha,dan penderitaan fisik dan mental dalam mencapinya.

Tekanan ekonomi pada umumnya merupakan pemicu berbagai masalah yang menyebabkan hal2 negatif yang terjadi di lingkungan kita,dari masalah kriminal,penurunan kualitas hidup yang berimbas ke kesehatan,sumber daya dan emosi masyarakat yang mudah tersulut dan berakibat pada tindakan anarki yang sering muncul di masyarakat kita dewasa ini,sehingga layar kaca dan media cetak indonesia sudah lumrah menayangkannya dan menjadi tontonan sehari -hari. Itulah realitas yang tidak bisa dipungkiri.

Dalam agama kita diajarkan tips yang powerfull hasilnya, apabila kita berhasil merealisasikannya, seperti yang pernah dicontohkan khalifah Umar, Yaitu " Bersabar dalam menjalani kemiskinan dan bersyukur ketika mendapat kekayaan.

Bersabar dengan taat, terus berusaha ,berbuat untuk merubah nasib serta berharap pada Allah dengan optimis akan pertolongannya,dan bersyukur ketika mendapatkan kekayaan dengan memanfaatkan kekayaan itu sebaik-baiknya dan dengan menolong banyak orang.
Dilema Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.
Bisakah dirubah menjadi Yang miskin minimal jadi berkecukupan?
Untuk itulah mungkin selayaknya kita untuk berbagi,berbagi dengan orang yang selama ini masih hidup dibawah standar, dengan apa yang kita mampu,dengan uang sebagai kail untuk membuka usaha,saran,informasi peluang,lowongan kerja,tips,atau motivasi2 untuk membantunya bangkit.

Adapun cara untuk membangun status financial kita kita bisa dapatkan dengan bekerja atau berwirausaha,ada beberapa intisari tips dan cara yang saya ambil dari beberapa artikel koran yang cukup realistis dan bisa kita jalankan.

Rahasia Orang-orang Kaya
Pernyataan ini tidaklah salah, tapi memiliki arti yang sangat berbeda. Kami melihat, adanya suatu rahasia orang-orang kaya dalam mengumpulkan kekayaannya, bukan dengan pola KKN seperti yang banyak terjadi di Indonesia di tahun-tahun lalu, tapi pola investasi sederhana yang mereka kembangkan untuk dapat mencapai tujuan masa depan yang menjadi impian mereka. Bukan pula mereka mendapatkannya dari warisan. Mungkin warisan membuat mereka tetap kaya, tapi warisan bukanlah yang membuat mereka kaya dari awal.

Bila Anda melihat sejarah keluarga kaya, (dalam waktu yang cukup jauh) maka Anda pasti akan mendapati bahwa mereka dulunya juga hampir sama seperti orang-orang miskin yang ada sekarang. Dalam hal ini kami ingin memberikan suatu gambaran di mana keluarga kaya sekarang dulunya bangkrut, tapi kami merasa bahwa mereka tidak miskin dalam arti sebenarnya (dalam pikiran mereka).

Kebangkrutan berkaitan dengan uang dan Anda pasti dapat memperbaikinya. Sedangkan kemiskinan adalah buah pikiran yang ada dalam kepala Anda yang membuatnya sulit untuk diperbaiki dan dirubah.
Bagaimana Anda dapat memperbaiki situasi keuangan Anda? Dalam hal ini tidak ada hal yang mudah seperti halnya sulap. Tiba-tiba Anda menjadi kaya. Semua ini membutuhkan kerja keras, keuletan, dan kesinambungan.

Memperoleh penghasilan setiap bulan dan selalu menyisihkan, walau sedikit untuk mulai mengakumulasi kekayaan Anda. Dalam hal ini hanyalah waktu yang menjadi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu jangan tunda untuk memulai mengumpulkan kekayaan Anda. Mulailah sekarang bila Anda belum memulainya.
Orang-orang miskin akan tetap miskin karena mereka selalu melakukan kebiasaan mereka, yaitu mendapatkan penghasilan dan selalu membelanjakan penghasilan mereka untuk kebutuhan sekarang yang mengakibatkan mereka gagal dalam memulai dalam mengumpulkan kekayaan.

Menyisihkan Uang
Tidak semua orang kaya memulainya dengan Rp.1 miliar, tapi mereka mulai untuk menyisihkan sedikit uang dari pendapatan perbulannya secara regular dan menginvestasikannya. Ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari kebiasaan mereka dalam menyisihkan dan mengumpulkan kekayaan mereka.

Kebanyakan dari mereka memulai untuk menyisihkan uang di saat mereka muda.
Anda bertanya, bagaimana bila sekarang kita sudah tidak terlalu muda lagi, sebut saja di usai 30-an tahun, bagaimana kita dapat mengumpulkan kekayaan seperti mereka memulainya dari usia dini? Memang dari setiap tahun Anda menundanya, Anda tidak dapat mendapatkan kembali waktu tersebut dengan perkembangan uang Anda.
Tapi harus diingat bahwa di usia Anda yang sekarang berkisar di usia 30-an tahun maka waktu Anda masih cukup panjang, di mana dalam usia tersebut belum setengah dari perjalanan hidup Anda. Memang umur bukanlah kekuasaan kita. Tuhanlah yang memutuskan kapan kita harus kembali kepadaNya.

Tapi secara umum sekarang ini tingkat mortalitas kehidupan semakin meningkat di mana rata-rata usia manusia bertambah bisa mencapai 70 sampai 80 tahunan. Ini semua bisa terjadi karena masyarakat sudah mulai merasakan pentingnya untuk hidup sehat, dengan memilih bahan makan yang lebih baik, yang pada akhirnya memberikan kesehatan kepada mereka. Ditambah lagi sekarang ini teknologi kedokteran semakin berkembang dengan pesat yang pada akhirnya membantu Anda dalam masalah pengobatan penyakit.
Jadi kalau Anda tanyakan, bagaimana kita dapat mengejar mereka yang memulainya di usia muda? Memang tidak bisa. Tapi jangan dulu Anda bersedih karena Anda masih memiliki waktu yang sangat panjang untuk mengumpulkannya.

Secara umum mereka mulai menyisihkan dan menginvestasikan uangnya dalam jumlah kecil.
Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa, mencapai apa yang sering disebut belakangan ini dengan kebebasan finansial tidak harus dengan investasi yang besar. Hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan Anda setiap bulan dan menginvestasikannya, Anda juga dapat mencapai itu semua.

Dimulai dengan hanya 10 persen dari penghasilan Anda setiap bulan dan meningkat sejalan dengan penghasilan Anda yang meningkat. Yang perlu diperhatikan adalah Anda harus menyisihkannya di depan. Jadi jangan setelah Anda menggunakannya untuk kebutuhan bulanan baru Anda berpikir untuk menyisihkan uang untuk diinvestasikan. Tapi begitu Anda menerima uang dari gaji bulanan maka sisihkan terlebih dahulu 10 persen dari pendapatan Anda dalam bentuk investasi. 10 persen dari penghasilan tidak akan banyak merubah gaya hidup yang Anda jalani sekarang.
Jadi tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda guna memulai menyisihkan uang untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda inginkan.

Mereka menyisihkannya dan menginvestasikannya secara berkesinambungan.
Dengan penghasilan yang terbatas, maka Anda harus dapat melakukan penyisihan uang dari keterbatasan itu secara regular. Pola investasi dollar cost averaging menjadi sangat diperlukan. Lakukan penyisihan uang untuk tujuan masa depan Anda secara terus menerus. Dengan investasi sedikit pada awalnya, dengan berjalannya waktu dan terus menyisihkan dana, pada akhirnya akan terkumul juga dana yang besar.
Waktu adalah satu-satunya yang akan membuat uang sedikit yang Anda investasikan menjadi kekayaan.

Seseorang yang berusia 20 tahun, menyisihkan uang setiap bulan sebanyak Rp 200.000 dengan tingkat pengembalian investasi 14 persen akan berjumlah Rp 500 juta dalam waktu 45 tahun, hanya sekitar Rp 6700/hari. Jarang sekali kita temui, pemuda berusia 20 tahunan yang sudah memulai meyisihkan dananya untuk masa depan walau dalam besaran yang sedikit.

Mereka selalu menginvestasikannya dengan bijaksana.
Bila kita belajar dari mereka atau orang-orang yang bisa disebut kaya, mereka tidak akan pernah membiarkan uang mereka berdiam diri tidak beranak-binak. Bila hitungan yang bisa disisihkan terlalu sedikit maka mereka akan menyimpannya dalam tabungan, begitu jumlahnya sudah mencukupi maka mereka akan menempatkannya dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik dan tentunya dengan tingkat tolernasi resiko yang bsia ditanggung.

Dalam kehidupan keuangannya tidak pernah mereka menyimpan dalam bentuk tunai di tangan kecuali apa yang mereka butuhkan untuk kebutuhan harian. Jadi selama masa investasi mereka tidak pernah membiarkan uangnya untuk mendekam di rumah dan dibiarkan tidak berkembang. Jadi biarkan uang Anda beranak-pinak.

Mereka tidak pernah membiarkan segala suatu menghambat mereka untuk menabung atau menyisihkan uangnya secara regular.
Setiap orang pasti akan mengalami perubahan dalam siklus kehidupannya, perubahan baik maupun perubahan buruk. Bagi mereka, orang-orang kaya, siklus kehidupan tidak merubah niat mereka di awal untuk dapat menyisihkan uangnya secara regular. Walau di saat-saat susah sekalipun mereka terus melakukan penyisihan dan menginvestasikannya untuk tujuan masa depan.

Pernahkan Anda menyalahkan sesuatu yang mengakibatkan Anda tidak dapat menabung untuk tujuan masa depan Anda? Karena baru saja berpindah lokasi kerja yang membutuhkan berbagai kebutuhan menyebabkan Anda tidak menyisihkan uang Anda untuk tujuan masa depan. Menikah atau membesarkan anak-anak karena kebutuhan akan biaya yang sangat besar juga bisa dijadikan alasan untuk tidak melakukan penyisihan untuk kehidupan masa depan mereka.

Anda bisa menyebutkan berbagai alasan untuk tidak melakukannya tapi ingat bahwa semua yang Anda lakukan sekarang akan berakibat di masa depan. Bila Anda tidak menyisihkan uang secara regular maka tujuan keuangan berupa kebebasan finansial, hanyalah tinggal impian.

Tapi sebaliknya, bila Anda melakukan penyisihan terhadap uang penghasilan Anda setiap bulan walau dalam keadaaan susah sekalipun, maka besar kemungkinan atau hampir bisa dipastikan Anda akan mencapai apa yang diimpikan, kebebasan finansial.
Jadi dari ulasan di atas, kami berharap Anda menangkap beberapa pelajaran yang dapat membantu Anda untuk mencapai tujuan masa depan Anda, yaitu kebebasan finansial.


Satu hal yang sangat penting dalam ulasan ini adalah untuk mencapai kebebasan finansial dalam arti keuangan maka sudah seharusnya Anda menyisihkan uang dari penghasilan bulanan Anda secara regular dan lakukanlah terus selama kehidupan Anda walau nilainya tidak terlalu besar. Waktulah yang akan membantu Anda dalam mencapai apa yang Anda inginkan di masa depan. Satu kata terakhir dari kami, lakukanlah sekarang...!
*NB. Artikel Terkait lainnya Tentang Investasi : Klik disini dan disini
Semoga Bermanfaat>>>

Wednesday, May 7, 2008

Jutaan dolar dari jualan pisang


Kalau anda membaca judul diatas kesannya saya mengada-ada,betapa tidak kalau di negri kita tercinta pisang dipandang makanan murah dengan harga 5000 rupiah sudah dapat satu tandan, cukup banyak dan tidak sanggup kita memakannya sekaligus seorang diri, ada juga pisang yang sudah diolah menjadi kripik,sele,bahkan pisang goreng,dan kueh kueh yang terbuat dari bahan dasar pisang, untuk hal ini kita sepakat nilai jual dan profit nya akan beberapa kali lipat dengan dijual tanpa diolah. Anda pasti setuju bukan?

Yang akan saya bicarakan kali ini adalah pisang yang belum diolah,maksudnya pisang yang kita konsumsi sehabis makan sebagai pencuci mulut, mungkin kalau dikita dikenal dengan istilah pisang meja atau pisang ambon.

Apakah anda percaya bisnis ini bisa mendatangkan jutaan dolar bahkan puluhan juta dolar pertahunya ? awalnya saya juga tidak percaya seperti anda, tetapi hal ini benar adanya.

Di timur tengah kalau anda belanja ke supermarket atau hypermarket anda akan menemukan pisang meja/ambon dengan label biru bernama chiquita ,hampir disetiap supermarket dipastikan ada dan sangat laris pula. kalau di kuwait sendiri harga 1 tandan yang berisi sekitar 10 - 12 buah itu seharga Rp.20.000 rupiah, yang menarik dari pisang merek chiquita ini warnanya yang kuning mulus dan kualitasnya tiap2 buahnya bagus dan seragam, kenyataannya hampir setiap orang dari berbagai jenis bangsa menyukainya.

Pada akhirnya saya mengetahui ternyata pisang merek ini juga di jual di pasar Eropa dan Amerika, Wah hebat sekali saya pikir.Akhiranya timbul rasa ingin tahu dari mana gerangan sumbernya? awalnya saya menduga itu didatangkan dari negara2 Asia ternyata bukan, pisang itu didatangkan dari amerika latin salah satu proyek kebunya yang luas yaitu di costarica, chiquita Banana sekarang dibawah naungan perusahan Chiquita Brands International, Inc. yang sudah berdiri sejak 100 tahun yang lalu, yang pada awalnya bibit didatangkan oleh Captain Lorenzo Dow Baker sebanyak 160 buah dari Jamaica tahun 1870 kemudian perusahaan ini masuk pasar New York Stock Exchange,pada tahun 1968 sebanyak 1.8 miliyard kilogram dikapalkan dan dijual untuk pertama kalinya,kemudian produknya menyebar ke Eropa bahkan sekarang sudah menguasai timur tengah.


Dari data laporan keuangan terakhir yang dikeluarkan online perusahaan ini berhasil mencapai net sales pada bulan mei 2008 untuk kuartal pertama membukukan penjualan 1.3 miliar dolar dengan keuntungan bersih perusahaan 32 juta dolar untuk selengkapnya silahkan lihat di sini.


Sekarang perusahaan ini terus berkembang dan tidak hanya menjual pisang tetapi dengan produk2 hasil rekayasa nya.


Bagaimana dengan pisang Indonesia?


Semoga artikel ini bermanfaat dan membuka pandangan kita bahwa produk buah2 an yang selama ini kita anggap sangat mudah busuk dan mungkin tidak terpikir sampai mengekspornya dalam bentuk mentah (tanpa diolah), dengan teknik penyimpanan,pengepakan,distribusi tertentu hal tersebut diatas dapat dihindari dan tetap terjaga nilai alaminya ini sudah dibuktikan oleh chiquita banana yang didatngkan dari Amerika latin sana sampai di negri tandus dengan keadan tetap fresh dan bernilai jual tinggi.


Negara kita yang potensi kekayaan alamnya yang kaya raya,bukan hanya pisang saja yang melimpah di negri kita bahkan ber aneka buah2an sangat banyak dinegri ini , yang sebenarnya peluang untuk dikemas,diproses,dan diperbaiki standarnya dan akhiranya di export dengan nilai tinggi , ini mungkin peluang besar bagi para wirausahawan yang terjun dibidang Agrobisnis untuk mengembnagkan bisnisnya.


Tuesday, May 6, 2008

ARAMEX


Kalau dalam Posting sebelumnya saya mengangkat tema tentang gaya emirates dalam promosi,sebagai lanjutannya saya tampilkan bintang baru bisnis jasa pengiriman dokument,cargo mereka lebih memilih istilah transport solution ,perusahan itu bernama ARAMEX,yang sinarnya mulai tampak mencorong mulai mengejar perusahan Amerika yang menggurita lebih dahulu yaitu DHL,TNT,UPS Fed-EX dll.


Saya tertarik membahas profile perusahaan ini karena ke agresifanya dalam mengembangkan perusahaan dan jaringan.


Awalnya saya mengenal ARAMEX bermula dari menerima kiriman dokumen dari indonesia via TNT,dan memang biasanya saya berlangganan jasa ini kalau untuk mengirim dokument2 penting dalam waktu singkat (2 - 4 hari) dari jakarta ke Kuwait atau sebaliknya,sementara charge untuk jasa pengiriman document maksimal 0.5 kg dari jakarta - Kuwait sebesar +/- 500.000. Rupiah sementara dari kuwait - jakarta charge nya jauh lebih murah sekitar Rp. 120.000. Loh kok lebih murah? itulah kenyataanya setiap apapun yang datangnya dari negri kita selalu lebih mahal,mungkin karena di negri kita diberlakukan pajak, contoh lainya untuk tiket pesawat Emirates untuk 1 orang (PP = pergi dan pulang) kalau beli di jakarta harga tiket USD 1000 sementara kalau kita beli tiket dari Kuwait cukup sekitar 500-600 USD.


Kembali ke ARAMEX, Ketika saya mau kirim dokumen via TNT langganan saya, di sekitar tempat saya tinggal , Ternyata jasa itu sudah tidak ada lagi ,persis ditempat yang sama telah hadir nama yang selama ini baru dan asing bagi saya yaitu ARAMEX,untuk pengiriman dokumen penting tentu saja saya tidak mau sembarangan, kalau tidak sampai bagaimana? kalau service jelek, jaringan terbatas sehingga lama tidak sesuai dengan waktu yang dijanjikan dsb.. intinya muncul banyak pertanyaan dalam hati yang nada2nya menyangsikan kualitas pelayanannya,,.. jadi ingat istilah " tak kenal maka tak sayang " dengan kata lain mungkin itulah perlunya promosi dan sosialisasi produk supaya masyarakat banyak mengenalnya terlebih dahulu walaupun belum tentu jadi pelanggannya,minimal sudah familiar dan tidak aneh dengan istilah atau nama produk tersebut.


Perkiraan dan persepsi saya ternyata salah, belakangan ternyata saya tahu dan dapat informasi bahwa ARAMEX yang berpusat di DUBAI ini sudah merupakan perusahan global yang mempunyai jaringan luas diseluruh dunia dengan puluhan ribu kantor cabang,puluhan ribu kendaraan oprasional dan ribuan tenaga kerja walaupun usianya masih relatif muda.


Sebagai salah satu bukti bagaimana agresifnya perusahan jasa dari UEA ini, iklan2 ARAMEX mulai bermunculan di even2 olah raga seperti sepak bola,iklan TV dsb, tempat2 pengiriman yang awalnya TNT mulai pindah dan diganti dengan ARAMEX ditempat tinggal disekitar kuwait. bagaimana dengan indonesia? Saya yakin tidak lama lagi akan bermunculan.....ini peluang bagi yang punya modal besar untuk menjadi Partner ARAMEX , siapa berani mengambil peluang ini? ....untuk menjadi Partner/franchise silahkan klik disini



Semoga bermanfaat...


Monday, April 28, 2008

PROMOSI ala EMIRATES


Siapa yang tidak tahu Dubai sekarang ini?..Dubai adalah kota negara bagian Dari UEA (United Arab Emirates) selain Abu Dhabi,kalau kita ingat Emirates pasti ingat Armada Udaranya yang tambah tumbuh besar menjadi Perusahaan penerbangan Raksasa dunia yang familiar dengan iklannya yang sering jadi sponsor pertandingan pertandingan olahraga seperti sepak bola dsb, bunyi iklannya yaitu "Fly Emirates ".

Suatu iklan yang sangat efektif ,seolah-olah mereka membuat satu iklan tapi untuk memasarkan lebih dari satu product atau perusahaan,mungkin cocok dengan istilah "satu kali mendayung 2 atau 3 pulau terlampaui."

Betapa tidak dengan iklan yang dua kata yaitu "fly emirates" sebenarnya kita diajak untuk mengetahui dan terbang dengan pesawat emeirates untuk mengunjungi negara itu, untuk shopping,investasi property, Bisnis ,liburan,main Golf,pertandingan Pacuan kuda,zet ski bahkan hanya untuk mampir di Dubai International Airport supaya tergoda untuk membelanjakan uangnya di Dubai Duty Free .

Gedung Airport yang mewah tempat transit dengan fasilitas berbagai macam shop dari Emas,Perhiasan,Electronic,garmen,Handicraft Bahkan supermarket dengan display yang menggoda,maka tidak aneh setiap penumpang pesawat yang transit didubai rata-rata tergoda untuk membelanjakan uangnya ditambah lagi dengan iming2 hadiah dari kupon belanja yang diundi setiap tahun dengan total hadiah jutaan dolar, wisatawan mana yang tidak tertarik berbelanja?..,sementara "korban" iklannya yang bombastis itu berasal dari hampir semua jenis bangsa,Asia ,Eropa,Amerika,Afrika dan Australia ... Cerdik bukan?

Kalau anda pernah naik Pesawat Emirates,maka ketika anda duduk di kursi maka didepan anda ada layar televisi kecil dengan berbagai fasilitas seperti games,news,email dan movie ,persisnya menempel di kursi penumpang depan anda,secepat itu pula anda akan disuguhi promosi2 wisata dubai dengan berbagai fasilitas kemewahanya dengan produk2 terbaru dan tercanggih dengan harga lebih murah karena tanpa pajak ,jadi promosi ala Emirates ini terbukti berhasil meraup double keuntungan. Perusahan penerbangnya laku keras sementara negaranya dibanjiri oleh banyak wisatawan dunia dan investor.

Sekarang Coba anda bayangkan pesawat Emirat ini hampir melayani ke seluruh kota dunia dan setiap pesawat emirates seolah-olah dipaksa harus transit di dubai,jadi berapa juta penumpang pertahun akan singgah disana ?....sungguh pasar yang sangat potensial bukan?

Ternyata tidak hanya cukup itu akhir2 ini sudah adah pesawat baru namanya Etihad yang mulai banyak di promosikan mungkin ingin mengulang sukses seperti pendahulunya emirates.

Pembangunan dan pertumbuhan bisnis di UEA ini diakui dunia sangat cepat dan menyeluruh kehampir semua bidang diantaranya adalah ARAMEX, bisnis Cargo dan Transport solution yang mulai merambah dunia mengejar produk2 jasa yang sudah kondang terlebih dahulu seperti TNT, DHL,UPS. dsb

Mungkin cara berpromosi gaya emirates ini layak ditiru,salah satu negara yang mulai mengikuti gaya emirates ini adalah negara kecil yang sangat kaya yaitu Qatar, mereka mulai membenahi infrastruktur nya dengan membangun dan memperbesar Qatar International Airport nya dan mempromosikan Armada pesawatnya Qatar Airways ,yang iklan2 nya mulai muncul di media2 besar seperti CNN,even2 olah raga ,dan media elektronik termasuk indonesia.


Insyaallah bersambung.........