Sunday, September 2, 2007

* CARA MENYIKAPI PELUANG BISNIS.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ada setumpuk buku dan majalah didepan saya,semuanya berisikan tentang peluang-peluang,semuanya menjanjikan keuntungan , saya jadi bingung mau merealisasikan yang mana? saya kira itu wajar saja karena kita manusia pingin ini dan itu pingin begini dan pingin begitu....,semua peluang rasanya ingin dicoba, tapi semua itu berbalik pada kemampuan kita saat ini.

Untunglah dari sekian majalah dan artikel serta buku tentang peluang bisnis ada juga yang membahas tentang bagaimana kita harus bersikap dalam hal menanggapi peluang-peluang tersebut.

Akhir-akhir ini anda tentu sering membaca berbagai macam peluang bisnis di berbagai media.Anda akan menemukan artikel yang membuat orang yang belum memiliki bisnis akan tergiur berinvestasi di bisnis tersebut, misalnya seperti tawaran bisnis franchise dengan balik modal dalam 1 tahun,2 tahun atau 3 tahun ataupun yang kurang dari itu, atau buka warung makan tertentu dengan dengan keuntungan 50%-100%, belum lagi bidang ritel,jasa,pendidikan,sampai dengan kerajinan yang beromzet jutaan,puluhan bahkan ratusan juta...........ditambah lagi dengan dilengkapi kisah sukses mereka yang mengalaminya.

Nah sekarang pertannyaanya adalah.. Bagaimana perasaan anda setelah membaca artikel,majalah brosur dst tentang peluang atau business opportunity tersebut?

Anda tertarik? atau malah acuh tak acuh?

Saya yakin umumnya orang akan antusias dan tertarik bahkan kadang memasukannya pada list rencana buka usahanya nanti.

Jangankan anda, bahkan dengan artikel tentang peluang-peluang bisnis diatas membuat orang yang punya usahapun tergiur untuk membangun usaha baru. Tapi tak perlu heran kalau ada beberapa orang yang merasa kecewa lantaran setelah mencoba usaha tersebut keuntungan yang diperoleh tidak sebesar dan seindah artikel di media cetak bahkan ada yang merugi dan beberapa mereka menyatakan informasi di media masa itu menyesatkan.

Apakah artikel di media itu salah?

Tidak..Bukan soal artikelnya yang harus kita permasalahkan tapi bagaimana cara kita membaca dan menganalisa artikel tersebut. Kita memang harus jeli melihat informasi peluang bisnis termasuk yang dimuat di media masa sehingga kita tidak terjebak pada janji dan untung besar.

Lalu bagaimana kita harus bersikap?

Ada beberapa hal yang perlu kita hayati sebelum mengambil semua peluang yang ditawarkan.

Pertama: Jika penjualan tidak sebanyak yang ditulis di media masa tertentu untungannya juga tidak sebesar yang ditulis di media itu.Hal ini karena setiap usaha harus menanggung biaya tetap(fixed cost) yang tetap keluar meski tidak ada penjualan.Seorang pengusaha yang dimuat di media umumnya sudah menjalankan bisnisnya cukup lama sehingga penjualannya sudah mencapai kesetabilan. Sementara pebisnis pemula harus mengalami proses penyesuaian dan masa promosi untuk meyakinkan supaya masyarakat mau membeli produknya.

* Apabila anda mengalami hal semacam ini upayakan terus meningkatkan penjualan.Lakukan promosi yang efektif agar makin banyak calon pembeli berubah menjadi pembeli.

Kedua : Situasi harga pasar, harga jual yang dipakai di media masa adalah harga yang di asumsikan stabil. Kenyataanya kadang harga tidak setabil apalagi kalau yang diperdagangkan adalah komoditas pertanian yang selalu berfluktuasi tergantung musim harga yang ada di media saat itu bisa berubah pada saat anda terjun ke pasar atu berjualan tentu ini akan berpengaruh pada modal dan keuntungan.

Ketiga, dalam artikel di media cetak belum tentu semua pengeluaran usaha sudah dimasukan dalam perhitungan. Misalnya ada artikel yang tidak mencantumkan biaya sewa kantor atu tempat,pajak/retribusi,biaya pengembangan SDM,insentif karyawan,asuransi atu biya takterduga dan sebagainya.Dimana ketika bisnis beranjak modern pengeluaran-pengeluaran tersebut mau tidak mau harus dilakukan.

Keempat:tak bisa dilupakan pula bahwa selain keuntungan,usaha bisa lancar apabila cashflow nya lancar. Untuk usaha yang belum berjalan lama, cashflow bisa lebih penting dari keuntungan. Ada beberapa pelaku bisnis tiba-tiba dilanda kesulitan justru ketika ordernya naik sangat cepat, ya..ternyata order yang besar itu tidak dibayar kontan,sehingga pelaku bisnis tersebut tak mampu menanggung beban.

Apakah dengan demikian kita tidak perlu lagi mempercayai perhitungan bisnis di media? tidak demikian justru perhitungan-perhitungan untung rugi itu sangat membantu kita sebagai langkah awal sebelum memutuskan mau terjun dalam bisnis tersebut yang penting bagi kita adalah mulailah dari data di media lantas kita cek dilapangansehingga data yang dipakai lebih akurat.

Namun seakurat apapun sebuah data ,peluang gagal tetap saja ada. Ketika anda telah melangkah jauh menjalankan bisnis yang direkomendasikan sebuah media,lantas anda menemukan situasi yang buruk,tak perlu khawatir anda tidak sendirian,banyak orang lain yang mengalami hal yang serupa. yang membuat anda berbeda adalah menyingkapi situasi buruk tersebut.

Kita perlu menikmati proses kegagalan sebagai bagian dari perjalanan menuju sukses bisnis. Pengalaman gagal adalah proses menuju sukses. Gagal atau berhasil adalah satu paket kebijakan tuhan dimana kita diberi kesempatan untuk mempelajari kegagalan tersebut.

Tentang kegagalan,terkadang orang-orang berpendidikan tinggi sangat takut terhadap kegagalan bisnis sehingga mereka terlalu lama bergelut dengan perhitungan untung rugi. Jika anda ingin sukses jangan sekali kali anda merasa"malu" mengalami kegagalan, karena semua orang sukses pernah gagal.

Mungkin orang berpendidikan tinggi malu mengalami kegagalan karena melihat orang lain yang berpendidikan lebih rendah mengalami kesuksesan.

Kita perlu belajar dari kegagalan karena dibalik kegagalan tersimpan pelajaran untuk menjadi sukses. Kalimat ini terdengar klasik,tapi itulah yang harus kita lakukan karena kita akan benar -benar gagal manakala kita tidak mau belajar dari kegagalan.


Salam Sukses semoga bermanfaat.......

No comments: