Wednesday, August 27, 2008

Kreatif Mencari Modal



Saya termasuk orang yang kagum terhadap kehadiran lembaga ini yang telah membantu ribuan orang di seluruh dunia untuk berwirausaha,sehingga saya merasa perlu menyebarluaskan berita ini supaya lebih banyak lagi orang yang merasakan manfaatnya khususnya bagi mereka yang memerlukan modal usaha dalam jumlah yang kecil (Microfinace) .Untuk itulah saya terus mencari apakah ada orang indonesia yang sudah merasakan manfaat KIVA? Ternyata ada salah satunya adalah Ibu Oyah.

Bu Oyah (60) adalah seorang janda yang tinggal bersama 1 anak perempuan dan 2 cucunya, untuk membantu anaknya yang juga berjualan pakaian, dia membuka warung makanan, minuman dan barang-barang rumah tangga lainnya. dalam sehari oyah mendapatkan penghasilan dari warungnya itu $8.5, sudah cukup untuk makan, namun dia juga ingin cucu-cucunya dapat pendidikan yang layak sehingga dia berniat meminjam uang sebesar $100 untuk menambah barang-barang yang ada di warungnya, dengan menghasilannya itu ditambah dengan penghasilan anaknya $ 10 akan membayar pinjamannya dalam waktu 12 bulan.

Itulah salah satu penerima manfaat modal mikro yang ternyata dimana ada kemauan disitu ada jalan....,Istilah itu kerap kita dengar ,dan kebenaran istilah ini telah dibuktikan oleh orang - orang yang berkemauan keras untuk berusaha dan dalam merubah nasibnya,intinya orang yang memaksimalkan usahanya maka akan dekat dengan keberhasilan walaupun ukuran keberhasilan sendiri relatif nilainnya pada masing2 orang.

Bagaimana dengan anda?,apakah menyerah berwirausaha karena kurang modal?

Untuk anda yang membutuhkan modal mikro, silahkan ikuti siklus kridit dibawah ini.

Siklus Kredit KIVA

(1) Pemberi pinjaman (lender) memilih sebuah bisnis (pengusaha mikro) yang akan dibantu, dan memberi pinjaman menggunakan kartu kredit.

(2) Kiva mentransfer dana ke mitra microfinance lokal (setempat). Sang mitra ini kemudian menyalurkan dana itu ke tiap bisnis.

(3) Mitra lokal melakukan penagihan cicilan pinjaman dan sekaligus menyediakan update informasi mengenai pinjaman itu pada situs Kiva.org.

(4) Dana yang sudah dilunasi dikembalikan kepada pemberi pinjaman. Sang lender boleh menariknya atau meminjamkan kembali ke tempat lain.

Bila Anda Ingin Jadi Donatur di Kiva

Langkah 1:Pilih seorang pengusaha mikro
Jenis proyek (proposal pinjaman) di situs Kiva selalu berubah. Data ini di-upload oleh mitra microfinance Kiva di seluruh dunia. Anda bisa menemukan data proposal terbaru di halaman Fundraising.

Langkah 2: Berikan pinjaman
Kalau Anda sudah memilih pengusaha yang akan didanai, Anda bisa mengirim dana itu menggunakan kartu kredit (lewat PayPal). Anda bisa mengirim US$ 25 untuk sekali pengiriman. Proses checkout-nya dijamin mudah dan aman karena menggunakan PayPal.

Langkah 3: Terima jurnal dan pembayaran
Secara berkala Anda akan menerima informasi dari para pengusaha yang Anda danai. Perwakilan mitra siap menuliskan langsung ke website, sehingga Anda selalu memperoleh informasi mengenai kemajuan yang dicapai sang pengusaha. Anda bisa menerima beritanya via e-mail.

Langkah 4: Tarik dana pinjaman atau pinjamkan lagi
Begitu pinjaman Anda dibayar kembali oleh sang pengusaha (hingga lunas), Anda bisa memilih untuk menariknya atau meminjamkan kembali ke pengusaha baru lainnya

Artikel lain terkait tentang KIVA silahkan klik disini.

Semoga bermanfaat....

Monday, August 25, 2008

My property & My Target


Dalam blog ini telah dibahas masalah bisnis dan juga investasi properti yang memang merupakan bagian dari isi blog business and motivation yang berusaha saya tampilkan untuk dijadikan media sharing dan pelajaran
Sharing pendapat,sharing bisnis dan investasi adalah merupakan hal biasa dan dijadikan tradisi dalam komunitas saya,tujuannya bukan untuk pamer atau Riya (ingin di puji) tetapi lebih cenderung untuk berbagi pada teman2 atau pembaca yang mungkin berniat akan melakukan hal yang serupa dari apa yang telah saya lakukan, supaya mereka bisa melakukan lebih baik lagi dari apa yang saya lakukan,minimal tidak terjerumus apabila kita mengalami kegagalan bisnis atu investasi,dengan kata lain kalaulah kita berhasil maka yang mengikuti kita harus lebih berhasil,kalau saya gagal atau bangkrut maka yang membaca blog ini supaya terhindar dari kebangkrutan itu.

Untuk berbagi menurut saya tidak hanya tentang kesuksesan tetapi juga tentang kegagalan serta masalah2 apa yang dihadapi untuk mencapainya,untuk berbagi ke orang lain sudah selayaknya kita berbagi atau sharing mengenai informasi yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya atau kalau lah kita memotivasi orang ...minimal kita sendiri telah melakukannya,sebagai contoh kalau kita bicara tentang bisnis maka kita telah melakukan bisnis itu,kalau kita berbicara masalah investasi properti maka kitapun memang telah melakukannya.

Blog ini telah saya jadiakan sarana buat saya sebagai "catatan tentang perjalanan investasi dan bisnis yang saya lakukan" walaupun bahasannya tidak detail alias hanya sekedar garis besarnya saja.

Bicara masalah investasi saya termasuk orang dengan katagori "target oriented" kadang kala saya tuliskan target itu supaya saya terus mengingatnya,sebagi contohnya salah satu gambar target properti tahun 2008 saya taruh di sudut blog ini,bagi saya itu ada manfaatnya dalam memotivasi diri sendiri, bagaimana dengan anda?....

Tentang investasi properti saya termasuk type yang cenderung ingin mencoba..walaupun dalam skala kecil minimal telah membuktikannya apakah benar apa yang dikatakan orang?,mulai dari rusun sederhana yang telah dijual kembali kemudian tanah dan kios di mall itulah sejarah awalnya saya suka properti.

Tentang Target, alhamdulillah dalam tahun 2008 ini atas pertolonganNya,semua target bisa tercapai,dalam tahun 2008 tepatnya sampai 21 agustus ke 3 properti yang saya targetkan pada pertengahan 2007 telah deal semuanya berturut -turut dibulan juni,juli dan agustus 2008.Properti properti tersebut berbentuk 1 unit apartemen (jaktim),Ruko (Pondok Gede),dan rumah untuk kosan (Margonda Depok).

Untuk target tahun 2009 insyaallah saya akan fokus dan mengembangkan bisnis alat2 kesehatan/ kedokteran yang selama ini sedang dan telah berjalan,teringat ucapan Brad Sugar untuk membangun wealth maka harus ada kombinasi bisnis dan investasi,kalau kita hanya fokus ke investasi properti maka akan miskin cash,menurutnya yang ideal adalah bangun bisnis baru investasi properti dan yang lainnya.

N.B
Untuk artikel tentang Investasi lainnya silahkan klik disini

Semoga bermanfaat.....

Thursday, August 21, 2008

Wirausaha dan Universitas


Kalau selama ini kita membahas tentang Entrepreneurship atau kewirausahaan dari segi praktek bisnis ,motivasi, serta sharing dari pelaku bisnis itu sendiri, yang umumnya berbisnis yang mereka jalani itu berdasarkan latar belakang yang berbeda-beda, ada yang memulai bisnis karena karena keterpaksaan,misalnya awal membangun bisnis karena memang tidak ada pilihan dan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan sekolah / kuliah sehingga memilih untuk berjualan,atau memulai bisnis dengan modal seadanya karena untuk memenuhi kebutuhan hidup.Kenyataannya dewasa ini banyak juga pengusaha2 sukses,bahkan yang sekarang jadi konglomerat indonesia Awalnya dari golongan ini.

Ada juga yang memulai bisnis karena di PHK,karena termotivasi atau karena memang keinginan sendiri yang disebabkan oleh suasana kerja yang menurutnya tidak kondusif,atau karena ingin banyak bersama keluarga,punya banyak waktu,tidak terkekang peraturan dan sebagainya,yang jelas masih banyak alasan alasan lain yang tidak bisa saya sebutkan semuanya disini.

Untuk anda yang mempunyai type, suka dengan kebebasan menyalurkan ide-ide,tidak suka dengan kerja rutinitas, tidak suka dengan printah atasan, ingin mempunyai pendapatan tak terbatas tetapi sanggup untuk mengambil resiko jatuh bangun atau siap gagal bangkrut sebelum anda sukses maka anda mungkin cocok untuk menjadi entrepreneur,tetapi kalu sebaliknya anda sudah nyaman dengan kondisi sekarang sebagai karyawan dengan gaji besar dan tidak pernah berfikir untuk beralih dan sangat takut bangkrut sebelum memulai usaha, maka mungkin yang cocok bagi anda adalah menjadi karyawan.

Menjadi pekerja/karyawan atau wirausahawan itu adalah pilihan hidup kita,kitalah yang memilihnya dan kita juga yang menangung resikonya,jadi sekarang terserah pada anda jawabannya ada pada anda sendiri.

Agar supaya jumlah wirausahawan di indonesia lebih banyak jumlahnya,karena semakin banyak UKM (usaha kecil menengah) maka semakin banyak tenaga kerja yang terserap, yang otomatis akan semakin banyak pengangguran yang terserap menjadi tenaga produktif ,yang imbasnya akan merubah ekonomi keluarga,masyarakat bahkan perekonomian negara akan semakin kuat yang diikuti kesejahteraan meningkat pula.

Untuk itulah saya hadirkan pencerahan dari Ir. Ciputra pemilik perusahan Real Estate yang bernaung dalam perusahaan Ciputra Group,dalam ceramahnya yang berjudul"Universitas Harus Jadi Pusat Entrepreneurship" (sumber bisnis indonesia)

Pada 10 September 2007, Dr. Ir. Ciputra menyampaikan kuliah perdana tahun akademik 2007/2008 di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Dalam forum ilmiah yang dihadiri 1.000-an civitas akademika (rektorat, guru besar, wali amanat dan mahasiswa pascasarjana) , Dr. Ir. Ciputra menyampaikan tema Pentingnya Kewirausahaan dalam Pendidikan Tinggi dan Pemecahan Masalah Bangsa. Untuk mengetahui lebih dalam pemikiran entrepreneurship, berikut petikan wawancara Bisnis dengan Bos Grup Ciputra ini:

Mengapa entrepreneur?
Ada lima alasan penting. Kesempatan kerja makin terbatas. Pemda DKI tahun lalu mendapat 39.622 pelamar kerja untuk 950 lowongan. Lalu kemana 38.500 pelamar yang gagal? Ini sama di sektor swasta.
Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) bukan solusi ideal. Siapa yang senang berpisah dengan keluarga untuk bekerja kasar di negeri asing? Kita sedih sekali, ada TKI dihina, diperkosa dan ada yang bunuh diri.
Ini karena sedikit entrepreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja di dalam negeri. Ada sarjana nuklir jualan es krim. Dia terpaksa karena terkena PHK dan tidak memiliki cukup kecakapan wirausaha.
Bila saat ini memang tak bisa memberikan pekerjaan, kita perlu bekali kaum muda kemampuan menciptakan lapangan kerja. Entrepreneur tidak hanya menolong mereka tapi menciptakan kesejahteraan masyarakat. Dan, kehadiran mereka lebih dibutuhkan dalam pemanfaatan sumber daya alam bagi kemakmuran rakyat, bukan modal asing.

Apa definisi entrepreneur?
Seorang yang mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Dia memiliki daya kreasi dan inovasi. Punya pola pikir, kebiasaan, karakter, dan kecakapan dalam pencari peluang, dan berani mengambil risiko.
Ciri terakhir ini kerap sebagai penentu seseorang jadi entrepreneur atau tidak. Banyak yang takut rugi, gagal, atau kehilangan jabatan sehingga tak pernah memulai. Kecakapan atau pengetahuan lain hanya pelengkap.
Berapa wirausahawan lagi dibutuhkan?
Sosiolog David McClelland berpendapat suatu negara bisa menjadi makmur bila ada entrepreneur sedikitnya 2% dari jumlah penduduk. Singapura sudah 7,2% padahal pada 2001 baru 2,1%. Sedangkan Indonesia hanya 0,18% dari penduduk atau 400.000-an orang.

Mengapa Indonesia minim?
Ya, karena dijajah terlalu lama. Mereka suka menjadi pegawai dan petani pekerja.

Kita menghadapi masalah mental?
Semua terkait mental. Maka sekolah entrepreneur selalu pendidikan karakter. Anda tahu, anggaran pengentasan kemiskinan tahun lalu Rp81 triliun. Sebesar 10% perlu dipakai untuk pendidikan entrepreneur, sehingga satu generasi kemiskinan hilang dan Indonesia jadi makmur sejahtera.
Semua orang ngomong target, tapi bila entrepreneurship tidak diajarkan, semuanya tidak tercapai. Saya berani bertaruh, sejarah yang membuktikan.
Indonesia punya banyak komoditas, mineral dan energi berlimpah tapi bukan bangsa kita yang mengubah menjadi end product, yang bermutu dan mahal harganya. Bila tidak ada tambahan nilai oleh bangsa kita, Indonesia tetap miskin. Kita lihat investasi dari luar negeri, orang kita jadi apa? Buruh!
Manajer dan direktur Medco dan pegawainya semua orang Indonesia, karena perusahaan itu milik orang Indonesia. Lihat perusahaan asing, direktur dan manajer kebanyakan orang luar negeri, orang Indonesia jadi buruh.
Pabrik elektronik Indonesia [yang] dimiliki asing, manajer pribumi sama dengan buruh, tidak bisa ambil keputusan, jadi sales saja. Jangan salahkan investasi asing, karena masalahnya kita tak cukup punya entrepreneur dan Indonesia butuh pekerjaan, agar buruh tak menganggur.

Ada mitos pengusaha sukses harus punya darah pengusaha.
Itu harus dipotong. Itu salah, harus diubah. Saya yakini, untuk menjadi pengusaha perlu pendidikan. Bila zaman dulu belajar wirausaha dari orang tua, kini ada sekolah alternatif bagi yang tidak punya orang tua pengusaha.
Bagaimana Anda menjadi entrepreneur?
Saya bisa menjadi entrepreneur, karena orang tua berwirausaha. Anda yang berpendidikan sama dengan saya tidak menjadi entrepreneur. Ini karena orang tua Anda bukan pengusaha.
Saat di sekolah juga tak diajari entrepreneurship. Belajar berwiraswasta hanya lirik kiri kanan. Hasrat pada saat itu barangkali ada, timbul sebentar, lalu tenggelam.
Nah, melalui pendidikan di sekolah dan universitas inilah sebenarnya jiwa kewirausahaan bisa dibangkitkan melalui pendidikan.

Konsepnya seperti apa?
Ini lompatan kuantum menanggulangi kemiskinan dan pengangguran melalui pendidikan. Ada tiga hal, yakni pendidikan dasar dan menengah, pengembangan entrepreneur center di perguruan tinggi dan gerakan nasional pelatihan kewirausahaan di masyarakat.
Seperti apa entrepreneur center?
Melalui jurusan yang ada, dimasukkan prinsip-prinsip entrepreneur. Bukan membuka jurusan baru. Arsitektur, hukum dan kedokteran, harus diajari hal ini. Misalnya 1-2 semester saja, yang penting motivasi. Juga perlu dibuat pelatihan 3 bulan.
Universitasnya sendiri harus menjadi center of entrepreneurship. Bukan hanya pendidikan. Ini sesuatu yang tidak mudah diterima. Tapi ada contohnya Universitas Harvard dan Stanford menjadi pusat bisnis dengan aset masing-masing US$29 miliar dan US$34 miliar. Ini dari pusat usahanya.
Sebagai institusi pendidikan harus punya unit usaha, terdiri dari tiga macam. Pusat inkubator untuk memulai usaha baru (start-up company) dari hasil riset. Sekarang riset harus diterapkan di bisnis atau dijual ke masyarakat.
Kedua, bisnis layanan keuangan mikro, dan buat venture capital.Sejauh mana minat kaum muda jadi entrepreneur?
Luar biasa besar. Saya beri ceramah di UGM hadir 1.000 orang. Demikian juga nanti di tempat lain. Tidak satu orang pun tidak setuju terhadap gagasan kelahiran melalui universitas sedari hari ini.
Bisa juga pelatihan 3 bulan in-built, atau karang taruna itu dilatih keterampilan. Orang menjadi UKM, perlu dilatih intensif baru kasih modal. Jangan dikasih modal tanpa dilatih. Kami bentuk dewan mentor di UGM, ada 25 orang. Setiap mentor membina satu-dua orang.

Langsung aksi?
Masak sekadar berseminar. Dari Oktober sampai Januari sudah akan lahir 40 entrepreneur di UGM. Gelombang pertama yang dilahirkan Universitas Dr. Ir. Ciputra Entrepreneur Surabaya. Mungkin yang jadi 20 orang, tapi mengapa tidak [dimulai]? Mudah-mudahan gelombang seterusnya akan terus bertambah, di mana sekaligus dilatih para pelatih UGM sendiri hanya dapat memberi pancing tidak dapat memberi ikan. Kami yakin memberi pancing lebih baik ketimbang ikan.
Semoga bermanfaat.....

Monday, August 18, 2008

Gerhana & Renungan


Dalam bulan agustus 2008 ,tepatnya dalam rentang waktu satu minggu ini saya mengalami kejadian yang saya anggap luar biasa. Kejadian luar biasa itu merupakan ayat-ayat nyata yang telah ditunjukan Sang Pencipata manusia dan alam semesta supaya manusia berfikir dan merenung memahami hikmah dibalik setiap kejadian yang diciptakanNYA.


Kejadian luar biasa itu adalah,dimana saya menyaksikan gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari total pernah saya saksikan waktu di indonesia sekitar tahun 90,kemudian terjadi lagi 29 maret 2006,tapi yang ini terasa sangat beda dan belum tentu menyaksikan kembali kejadian alam yang langka dan berturut -turut dimana gerhana matahari disusul dengan gerhana bulan di hari berselang berikutnya dan ini terjadi saat saya ada di negri orang..


Dalam menghadapi kejadian seperti ini ,dalam islam diajarkan untuk shalat gerhana,baik disaat gerhana matahari maupun bulan,shalat tersebut sebagai wujud berserah diri dan penghambaan kita secara lurus hanya kepada Allah,yang telah menjadikan planet berputar pada porosnya dan jutaan bintang beredar pada garis edarnya masing -masing dengan kekuasanNYA.


Dan Allah sanggup untuk merubah garis edar itu dari teratur menjadi planet -planet bertabrakan,bintang -bintang berguguran,dan bumi pun digoncangkan,dan perut bumi dimuntahkan,sungguh sesuatu kejadian Dahsyat yang tidak terbayangkan oleh manusia, dan Allah Maha kuasa.Jika di FirmankanNYA terjadi maka terjadila ia...kun fayakuun.


Fenomena ini menjadikan kita mengingat pada tujuan hidup kita,ditengah gemerlap kehidupan dan hiruk pikuk persaingan bisnis,aktifitas bekerja,kesibukan merencanakan proyek2 bisnis, mengejar target investasi,menghitung profit,menghadiri undangan pesta yang membuat kita lupa dan terbuai kemana kita akan kembali.


Kejadian alam lainnya yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya seperti tsunami dan gempa bumi yang bisa melenyapkan harta yang telah kita kumpulkan bertahun -tahun,properti yang kita bangun,bahkan jiwa semua itu bisa hilang dalam sekejap, sebagi pengingat kita supaya tidak sombong ,tidak terlena harta secara berlebihan dan melupakan tujauan hidup yaitu beribadah,dengan berbuat baik pada setiap orang,berinfak,berzakat,shadakoh,mencintai anak yatim dan memberi makan orang miskin.


Semoga artikel ini menjadikan sebagai pengingat diri bagi saya khususnya dan pembaca umumnya,supaya kita bisa terus ber investasi,dan berbisnis dengan cara baik dan halal dan hasil bisnisnya sendiri disalurkan kepada yang baik- baik dan halal, "Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik".


Saturday, August 9, 2008

$25 untuk modal usaha dan Merubah hidup


Lovisa Asinde adalah Seorang ibu berkebangsaan Uganda,dia menghidupi dirinya dan 5 orang anaknya dengan jualan makanan,ibu ini memulai usaha 8 tahun yang lalu dan berencana akan membuka restoran yang lebih besar dipusat kota didaerahnya.


Tetapi hal tidak terduga terjadi,salah seorang anaknya jatuh sakit,sehingga ibu ini tidak bisa jualan seperti dulu dan dia membutuhkan uang sekitar $ 500 (sekitar 4,5 juta rupiah) untuk membeli peralatan masak, Asinde tidak menyerah begitu saja dia mencari investor internasional untuk membantunya,akhirnya dia menemukan beberapa orang,diantaranya adalah Bill Glilory yang tinggal di New York,dia berinvestasi sekitar $100 (sekitar 900 ribu rupiah),dan ada 8 orang lagi yang berinvestasi di bisnis makanannya sejauh ini.


Bill Gilory tidak pernah bertemu dengan Asinde,Bill mengetahui tentang Asinde beserta Usahanya dari website KIVA.Org , suatu website yang menghubungkan para entrepreneurs di negara-negara berkembang dengan para investor dari Amerika atau negara lainnya.


Ini adalah bentuk pendanaan micro yang memfasilitasi para investor berinvestasi dalam jumlah yang sangat kecil sekaligus menolong banyak orang untuk berwiraswasta dan merubah hidup khususnya di negara -negara berkembang untuk keluar dari kemiskinan (poverty).


Konsep Micro Finance bukanlah hal yang baru,semua ini berdasar atas kebutuhan dengan membantu memberikan pinjaman (Small Loan) pada pekerja2 miskin,uang pinjaman itu digunakan untuk membangun dan mengembangkan Small Business untuk menolong keluarganya dalam meningkatkan penghasilan.


Menurut Premal Shah Founder Kiva.org 3 tahun yang lalu,Website nya memuat Profile entrepreneurs dari 80 negara yang berkeinginan untuk memulai bisnis,atau telah memulainya.Pengunjung Website (investor) bisa meng klik melalui Foto atau riwayat hidup mereka,untuk memilih jenis bisnis apa yang berniat untuk di danai.


Umumnya para Entrepreneur ini mengembalikan pinjamannya antara 6 bulan sampai 1 tahun,selama masa pengembalian itu para investor bisa melihat perkembangannya (Progress Report) yang mereka posting melalui website ini . Sementara hal yang paling menurik menurut saya adalah para investor ini tidak menerima bunga (intrest) dari uang yang di pinjamkannya .


Ada pelajaran penting dari artikel dia atas untuk untuk diambil manfaatnya juga sebagai contoh yang bisa kita realisasikan dalam bentuk nyata,tergantung ada diposisi mana anda sekarang,sebagai investor? atau entrepreneur yang memerulakan dana skala kecil?... jalan untuk menuju kesana bisa diterapkan dari artikel diatas atau alternatif lainnya kita bisa meniru membuat website sejenis ini untuk lingkup khusus indonesia, bagaimana menurut anda? (Sumber referensi CNN dan KIVA.org)
Semoga bisa bermanfaat....

Friday, August 8, 2008

Negoisasi Properti


Kata Negoisasi dalam jual beli properti tampaknya bukan hal yang asing lagi, banyak kita jumpai kata - kata dalam iklan dengan berbunyi,

"Dijual Rumah Bagus dan strategis harga Nego ".

Seberapa besar kah negoisasi akan berpengaruh terhadap harga??

Apakah anda mempunyai pengalaman nego yang sukses??

Ternyata teori di buku tentang hasil dari negoisasi memang terbukti dahsyat,Saya sendiri telah membuktikannya dengan negosiasi yang timbal balik dengan penuh kepercayaan, harga Ruko yang ditawarkan sipenjual bisa turun 50% dari harga yang ditawarkan semula dan transaksi bisa deal dengan penuh kekeluargaan.

Menurut ukuran saya ini termasuk transaksi yang sukses baik dari segi harga yang bisa didapat 50% lebih rendah dari harga NJOP.
dan yang lebih mengesankan adalah nilai kekeluargaan yang kuat terjalin setelah terjadi transaksi pembelian Ruko tersebut,hal inilah merupakan kepuasan tersendiri yang tak ternilai.

Setelah saya renungkan ternyata kesuksesan transaksi seperti itu akan terjalin apabila pada awalnya kita mulai transaksi yang harus dibangun terlebih dahulu adalah, Trust atau kepercayaan,umumnya sipenjual dan sipembeli itu akan melakukan percakapan pendahuluan dengan melakukan pemetaan harga penawaran,berapa yang ditawarkan,bisa nego tidak? dan selanjutnya, pada masa pendahuluan ini sebenarnya masa terpenting untuk membangun kepercayaan antara sipenjual dan sipembeli,dari tahap inilah keseriusan kedua belah pihak akan terlihat serta menghilangkan kecurigaan sipenjual pada kita tentang niat baik kita untuk membeli proprti atau tidaknya.

Kemudian pada step ke2 temui sipenjual sesuai tempat yang dia sepakati,perkenalkanlah diri anda secara jujur dimulai alamat rumah,tempat kerja lebih baik lagi perkenalkan saudara anda yang tinggal didaerah sekitar itu ini akan membangun kepercayaan sipenjual pada kita lebih besar lagi.

Tahap berikutnya baru masuk pada transaksi berapa harga yang anda tawar,dan transaksi deal tidaknya tidak harus memaksakan harus terjadi saat itu juga berikan kebebasan sipenjual untuk mepertimbangkannya intinya kita menghindarkan dari sikap ngotot.

Prinsif yang selalu di ingat dalam transaksi ini adalah,"jangan tertarik/fokus pada properti nya tapi harus pada transaksinya" seperti teorinya Dolf de Roos.

Efek dari prinsif ini adalah kita dilihat sipenjual seolah2 bertahan pada harga penawaran terendah kita seolah2 itulah harga mati dari kita (fixed price)

Apabila ini berhasil,maka yang mengubungi kita terus adalah sipenjualnya karena properti nya ingin cepat dijual,nah kalau sudah begini kita lah sang pengendalinya keputusan ada ditangan kita sendiri kalu deal maka selesailah suda proses itu,kalau terjadi dealnya dengan pembayaran bertahap maka kita harus mempersiapkan perjanjian pembayaran hitam diatas putih yang mempunyai kekutan hukum,tips negoisasi ini akan efektif pada properti yang dijual langsung oleh si pemilik.

Selamat mencoba semoga bermanfaat.

Sunday, August 3, 2008

Rumah pertama dan Investasi


Rumah adalah kebutuhan yang sangat penting setelah Pangan dan Sandang,makanya ke tiga kebutuhan tersebut selalu di sandingkan berurutan dengan istilah "Sandang ,pangan dan papan". maka tidaklah berlebihan kalau rumah ini dimasukan pada kebutuan primer.

Permintaan masyarakat atas kebutuhan properti dalam bentuk rumah tinggal di indonesia khususnya, selalu cenderung meningkat, tidak heran kalau harga properti ini dari tahun ke tahun harga nya selalu naik ,mungkin hal ini wajar kalau dikaitkan pada kenyataan yang ada yaitu " jumlah populasi meningkat sementara persediaan tanah tetap" mungkin bisa juga dikatakan semakin banyak penduduk disuatu kota atau negara sementara luas negara tersebut terbatas maka otomatis harga tanah akan melambung.

Sebagai contoh kota jakarta menurut data salah satu media,dengan penduduk dewasa ini kurang lebih 15 juta jiwa pada siang hari dan 12 jutaan pada malam hari yang menempati luas areal kota sekitar 500 - 600km2 ,jadi wajar saja kalau harga tanah terdongrak naik, maka dengan kenyataan ini bisa dibandingkan harga tanah tertinggi dikawasan premium jakarta dengan harga tertinggi dikota lain.

Bicara tentang kebutuhan papan atau rumah untuk pasangan muda khususnya, atau bagi siapa saja yang saat ini baru akan membeli rumah untuk pertama kalinya, kadang dihadapkan pada beberapa persoalan yang membuatnya bingung dan tidak cepat dalam membuat keputusan antara membeli dan tidaknya karena yang umum yang dijadikan patokan adalah lokasi tempatnya bekerja sekarang, itu wajar....tapi tidak mudah kita mendapatkan rumah se ideal itu, karena faktor harga yang sangat tinggi diluar jangkauan kita.

Ada beberapa tips yang mungkin bisa anda jadikan pegangan sebelum membeli rumah diantaranya dari George samuel ,George Samuel layak didengar. Dia seorang milyuner, pengusaha pembuatan peta, yang di tahun 1926 menulis buku ‘The Richest Man in Babylon’, sebuah buku keuangan yang disampaikan dengan gaya cerita. Ini buku investasi klasik yang Anda semua layak membacanya . Kisah pemuda Babylon dalam cerita itu memuat ilmu-ilmu keuangan utama agar seseorang mempunyai kehidupan yang baik dan sejahtera. Salah satunya nasehat tentang pentingnya memiliki rumah sendiri.


Rumah pertama.sebagai cadangan (back up) terakhir ketika semua rencana investasi kita gagal’. Di luar semangat menggebu untuk berinvestasi, rumah pertama adalah sebuah target wajib bagi setiap keluarga. Kesalahan umum yang terjadi atas rumah pertama ini adalah, menargetkan rumah pertama yang begitu indahnya, sehingga akhirnya mengganggu keuangan keluarga.

Padahal rumah tinggal kita itu ada kemungkinan besar nanti bisa pindah, entah karena mampu beli lagi yang lebih besar, lokasi lebih baik, atau karena pindah untuk kepentingan pekerjaan.

Rumah yang disebutkan Clason dalam bukunya itu tidak digambarkan besar dan keren, tapi sebuah rumah tinggal ‘dimana istri gembira karena bisa menghiasnya’. Sebuah rumah yang memberikan fungsi perlindungan bagi keluarga, memberikan rasa aman, dan menjadikan istri benar-benar menjadi ‘tuan rumah di rumah sendiri’. Tidak ada penggambaran Clason bahwa rumah itu harus besar, apalagi mewah.

Sebagian orang tentu saja memilih strategi untuk memutar uang sebagai modal kerja. “Nanti dari hasil bisnis, uangnya buat beli rumah,” demikian kira-kira strateginya. Tentu saja tidak perlu kita pertentangkan antara uang dipakai untuk modal bisnis atau beli rumah. Keduanya perlu. Namun yang jelas, suatu ketika memang setiap keluarga akan perlu membeli rumah. Efek psikologis dengan punya rumah sendiri akan memberikan ketentraman luar biasa bagi sang suami maupun istri yang penting bagi keharmonisan keluarga.

Perlu ditekankan bahwa rumah pertama yang kita beli tidak mutlak harus di tempati sendiri. Kesalahan yang umum terjadi adalah pikiran bahwa rumah pertama tersebut kemudian akan mengunci aktivitas kita karena harus kita tempati sendiri. Terkadang lokasi rumah pertama ini sangat tidak favorit. Jauh dari tempat kerja, kendaraan sulit, lingkungan belum berkembang.

Kita tidak perlu terjebak pikiran bahwa harus tinggal di rumah yang kita beli itu. Kita bisa membeli sebuah rumah, lalu menyewakannya kepada orang lain, dan kemudian kita tinggal di kontrakan yang dekat dengan tempat kerja. Solusi seperti ini seringkali jauh lebih ekonomis daripada tinggal di rumah sendiri. ”Lalu buat apa dong beli rumah kalau tidak ditempati?” mungkin terlintas pikiran seperti itu.

Fungsi utama rumah pertama tersebut adalah ’benteng terakhir ketika semua rencana mengalami kegagalan’. Dia itu ibarat rencana terburuk/darurat yang tidak harus kita pakai sekarang. Andai suatu ketika semua rencana gagal, kita punya tempat untuk kembali pulang. Tujuan utama membeli rumah pertama adalah meraih ketentraman psikologis dan dari segi ekonomi tentunya.

Walaupun demikian dalam membeli rumah kalau prinsif saya setelah mempertimbangkan harga tentunya ,lebih baik kecil tapi ditempat strategis daripada besar tapi jauh dari kriteria tersebut, Mengapa? karena rumah ditempat strategis walaupun kecil ukuranya tapi harga sewanya akan jauh lebih mahal,ini akan berimbas ke cash flow kita sehingga dengan keadaan tersebut rumah tersebut bisa membiyayai dirinya sendiri dan kita bisa fokus ke properti ke dua ketiga dan seterusnya bahkan sampai mendapatkan rumah idaman yang kita nanti-nantikan.

Selamat berinvestasi....