Friday, August 8, 2008

Negoisasi Properti


Kata Negoisasi dalam jual beli properti tampaknya bukan hal yang asing lagi, banyak kita jumpai kata - kata dalam iklan dengan berbunyi,

"Dijual Rumah Bagus dan strategis harga Nego ".

Seberapa besar kah negoisasi akan berpengaruh terhadap harga??

Apakah anda mempunyai pengalaman nego yang sukses??

Ternyata teori di buku tentang hasil dari negoisasi memang terbukti dahsyat,Saya sendiri telah membuktikannya dengan negosiasi yang timbal balik dengan penuh kepercayaan, harga Ruko yang ditawarkan sipenjual bisa turun 50% dari harga yang ditawarkan semula dan transaksi bisa deal dengan penuh kekeluargaan.

Menurut ukuran saya ini termasuk transaksi yang sukses baik dari segi harga yang bisa didapat 50% lebih rendah dari harga NJOP.
dan yang lebih mengesankan adalah nilai kekeluargaan yang kuat terjalin setelah terjadi transaksi pembelian Ruko tersebut,hal inilah merupakan kepuasan tersendiri yang tak ternilai.

Setelah saya renungkan ternyata kesuksesan transaksi seperti itu akan terjalin apabila pada awalnya kita mulai transaksi yang harus dibangun terlebih dahulu adalah, Trust atau kepercayaan,umumnya sipenjual dan sipembeli itu akan melakukan percakapan pendahuluan dengan melakukan pemetaan harga penawaran,berapa yang ditawarkan,bisa nego tidak? dan selanjutnya, pada masa pendahuluan ini sebenarnya masa terpenting untuk membangun kepercayaan antara sipenjual dan sipembeli,dari tahap inilah keseriusan kedua belah pihak akan terlihat serta menghilangkan kecurigaan sipenjual pada kita tentang niat baik kita untuk membeli proprti atau tidaknya.

Kemudian pada step ke2 temui sipenjual sesuai tempat yang dia sepakati,perkenalkanlah diri anda secara jujur dimulai alamat rumah,tempat kerja lebih baik lagi perkenalkan saudara anda yang tinggal didaerah sekitar itu ini akan membangun kepercayaan sipenjual pada kita lebih besar lagi.

Tahap berikutnya baru masuk pada transaksi berapa harga yang anda tawar,dan transaksi deal tidaknya tidak harus memaksakan harus terjadi saat itu juga berikan kebebasan sipenjual untuk mepertimbangkannya intinya kita menghindarkan dari sikap ngotot.

Prinsif yang selalu di ingat dalam transaksi ini adalah,"jangan tertarik/fokus pada properti nya tapi harus pada transaksinya" seperti teorinya Dolf de Roos.

Efek dari prinsif ini adalah kita dilihat sipenjual seolah2 bertahan pada harga penawaran terendah kita seolah2 itulah harga mati dari kita (fixed price)

Apabila ini berhasil,maka yang mengubungi kita terus adalah sipenjualnya karena properti nya ingin cepat dijual,nah kalau sudah begini kita lah sang pengendalinya keputusan ada ditangan kita sendiri kalu deal maka selesailah suda proses itu,kalau terjadi dealnya dengan pembayaran bertahap maka kita harus mempersiapkan perjanjian pembayaran hitam diatas putih yang mempunyai kekutan hukum,tips negoisasi ini akan efektif pada properti yang dijual langsung oleh si pemilik.

Selamat mencoba semoga bermanfaat.

1 comment:

Forum Investor said...

mungkin ini adalah strategi "tak kenal maka tak sayang". Jadi sang penjual harus kenal kita dulu untuk menjadi sayang dan memberikan harga murah.

jadi patokan harga murah = 50% NJOP ?