Wednesday, September 26, 2007

WARALABA ( FRANCHISE)


Pagi ini saya dengan tidak sengaja membuka secara acak halaman salah satu tabloid dan majalah waralaba, sebenarnya tidak ada hal khusus atau istimewa dari majalah ini, isinya bersifat umum dan seperti majalah bisnis,waralaba lainya. Tetapi mata saya tertuju pada paragraf pertama tabloid ini yang kata-katanya cukup "keras"dan menusuk pada orang yang masih bersetatus karyawan." Anda ingin kaya, jangan hanya jadi pegawai,melainkan jadilah pengusaha"....mm saya jadi ingat judul buku yang lain yang judulnya kontradiktif yaitu " Siapa bilang jadi karyawan tidak bisa kaya" ?.... nah loh?..

Jadi mana yang benar kalau gitu?

Ternyata setelah dibaca isinya dua-duanya memiliki visi dan misi yang sama, ujung-ujungnya mengajak berwirausaha, yang sekarang jadi pegawai/karyawan bisa kaya juga seperti pengusaha, caranya katanya lakukan smart businness seperti menurut pak masbukin, selama menjadi pegawai sudah mulai merintis usaha,gunkakan network yang sekarang dia punyai,pengalaman,keahlian dan modal dari gajinya dengan catatan jangan sampai mengganggu kerja dan kewajiban anda sebagai karyawan pada intansi,swasta atau pemerintahan.

Salah satu jalan pintas masuk ke dunia bisnis atau wirausaha, khususnya bagi mereka yang belum pernah memiliki dan mengelola usaha sendiri adalah waralaba. Lewat sistim waralaba atau Franchise ini , pembeli waralaba (Terwaralaba) tidak perlu memulai usahanya dari nol juga tidak perlu memiliki keahlian khusus untuk menekuni bisnis yang sangat spesifik sekalipun. Sebab dia tinggal mengcopy nama,produk,sistem oprasional dan manajemen perusahaan yang menawarkan waralaba( pewaralaba). Pewaralaba disini tentu haruslah perusahaan yang terbukti sukses di bisnisnya dan namanya pun sudah dikenal oleh masyarakat.

Sebagai bahan pertimbangan untuk memilih secara bijaksana,waralaba mana yang paling pas untuk anda,ada beberapa hal yang perlu anda cermati, silahkan ikuti tip -tips dari pengalaman pelaku bisnis dan ahli dibidang FRANCHISE yang saya dapatkan dari majalah bisnis dan tabloid kontan.

Pertama : Pastikan pewaralaba sudah terbukti berhasil dibisnis yang mereka tawarkan (proven),salah satu cara untuk mengetahuinya mintalah data keuangan perusahaan tersebut. Anda pantas meragukan pewaralaba yang tak mau terbuka soal laporan keuangan ini.

Kedua: Cari tahu sudah berapa lama pewaralaba menekuni bisnisnya? Umumnya pewaralaba yang baik minimal sudah menekuni bisnis yang mereka tawarkan minimal 3 tahun.Dalam rentang waktu tersebut diharapkan perusahaan sudah memahami seluk bisnis dengan cukup baik.

Ketiga: Berapa banyak gerai atau prototipe usaha milik pewaralaba? pewralaba sudah memiliki minimal 3 gerai yang sudah terbukti berhasil.Sebaiknya gerai itu berada dilokasi berbeda namun dikelola dengan sistim serupa.

Keempat: Apakah produk atau jasa yang mereka jual memiliki pasar bagus? pilihlah produk dan jasa yang ada pada siklus pertumbuhan. Secara sederhana ini bisa kita lihat dari banyaknya orang yang datang ke gerai milik pewaralaba.

Kelima: Bagaimana paket kerjasamanya? waralaba seharusnya berupa business format franchising,dimana franchisor memberikan paket lengkap mulai merek produk,cara kerja,sistem,juga ada pelatihan dan pembinaan selanjutnya.Jadi dia bukan sistem jual putus, juga bukan peluang bisnis (business opportunity) yang ditawarkan oleh perusahaan yang baru berdiri.

Dalam paket kerjasama waralaba, Franchise fee,royalty fee,dan fee lainnya haruslah masuk akal.Idealnya dengan seluruh biaya-biaya itu,terwaralaba bisa balik modal (break even)pada pertengahan masa kerjasama. Sebagai patokan franchise fee yang ideal maksimal 15 % dari total proyeksi keuntungan selama 5 tahun.Misalnya proyeksi keuntungan si terwaralaba Rp 1 juta perbulan atau 60 juta selama 5 tahun. Maka franchise fee nya maksimal Rp. 9 juta.

Keenam: Apakah franchisor memiliki lembaga training yang baik? artinya lembaga training ini memang ada dan menjalankan aktifitasnya secara rutin bukannya baru ada jika ada terwaralaba.Selain pemilihan lokasi,training adalah kunci sukses bisnis waralaba, sebab disitu ada transfer pengetahuan,teknologi dan kemampuan yang menjadikan kekuatan waralaba.

Ketujuh: Bagaimana kualitas SDM si franchisor? hindarai waralaba yang manajemenya bersifat one man show dimana peran Owner terlalu besar, jika semua dilakukan oleh owner mulai dari menawarkan di pameran,melakukan follow-up di telpon hingga negoisasi ini pertanda ia tidak memiliki orang-orang berkualitas di lapisan manajemen.Dikemudian hari ini biasanya menjadi masalah.

Last but not least, cari tahu bagaimana karakter si owner waralaba? sikap san pola laku owner perusahan induk (franchisor) Misalnya jika owner menganut gaya hidup atau karakter tidak disukai pasar,seluruh gerai dalam jaringan waralabanya bisa dijauhi pembeli.

Semoga bermanfaat.....

Monday, September 24, 2007

GAGASAN TANPA BATAS


Majalah Life menggelarinya sebagai manusia nomor satu di millenium ke dua. Jumlah barang yang berhasil diciptakanya membuat orang menahan nafas, 1.093 buah !!! ia mematenkan penemuannya lebih banyak dari siapapun di dunia ini.


Dia adalah Thomas Alfa Edison, banyak orang mengakui Edison memiliki kreativitas seorang jenius. Tapi ia menamakannya sebagai kerja keras adalah 99% dedikasi dan 1 % inspirasi.


Thomas Alfa Edison adalah seorang optimis yang bisa melihat hal terbaik dalam segala sesuatu. Ketika membutuhkan 10 ribu kali percobaan untuk mencari bahan yang paling tepat untuk membuat bola lampu, ia tidak memandangnya sebagai kegagalan.


"Kebanyakan dari hidup yang gagal adalah orang 2 yang tidak menyadari seberapa dekatnya mereka dengan kesuksesan pada saat mereka menyerah". Mungkin peristiwa yang paling mencatat sikap positif Edison berasal dari bagaimana ia memandang suatu kejadian tragis pada saat umur 67 tahun.Labolatoriumnya yang dibangunya di west orange,New jersey, terdiri dari 14 bangunan dan disebutnya sebagai "pabrik ide". Bangunan utamanya sangat megah,berukuran 3 kali lebih luas dari lapangan sepak bola.Bangunan itu menjadi model bagi pusat penelitian dunia dan edison sangat menyukai tempat itu.


Tapi pada Desember 1914,labolatorium itu dilalap api, saat ia berdiri diluar dan memperhatikan api menghabiskan gedung kebanggaanya, puluhan saksi mata melihat ia berkata " Nak lekas jemput ibumu,ia tidak akan pernah melihat api sebesar ini lagi "


Kebanyakan orang akan hancur oleh insiden serupa, tapi bukan Edison kalau menyerah begitu saja, "Aku berumur 67 tahun,tapi belum terlalu tua untuk memulai yang baru. Aku telah banyak melalui peristiwa semacam ini". Kemudian ia membangun lab nya kembali dan tetap bekerja selama 17 tahun berikutnya. "Aku memiliki gagasan yang tidak terbatas, tetapi waktu yang terbatas " komentarnya. Ia meninggal pada usia 84 tahun. (sumber: "Success one Day At a time" by John C.Maxwell)


Semoga kisah ini bisa dijadikan pelajaran dengan mengambil hikmah,motivasi,inspirasi,kegigihan jiwa optimis, pantang menyerah dan sebagainya.
Dari cerita ini juga bisa untuk di terapkan dalam dunia bisnis sehingga kalau kita pernah mengalami kegagalan sekali, duakali bahkan ada yang lebih dari itu dalam berbisnis itu bukan akhir dari segalanya yang menjadikan putus asa. Tapi bangkit lagi dan terus bangkit sampai kita menemukan celah kesuksesan dan ingat kata Mr Edison kalau kita menemukan kegagalan dan terus dicoba lagi berulang-ulang untuk menemukan solusinya, berarti kita sudah semakin dekat kepintu sukses.


Semoga bermanfaat......dan Sukses selalu....

Sunday, September 23, 2007

MODAL USAHA

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Berbicara tentang modal usaha dalam memulai suatu usaha kadang menimbulkan persepsi tersendiri bagi orang yang berniat dan akan melangkah ke dunia wirausaha, dan umumnya modal inilah yang dijadikan alasan untuk menunda bahkan halangan bagi orang untuk terjun kedunia entrepreneur, berbagai alasan akan kita jumpai kalau anda suatu saat bertanya pada orang yang sedang mencari pekerjaan atau menganggur bertahun-tahun bahkan pada orang yang sudah punya modal tapi masih belum memulai usahanya ..... apa umumnya jawaban mereka?

Jawabanya adalah "saya belum punya modal" atau sedang menunggu modal ngumpul dulu ada juga yang mengatakan untuk memulai usaha perlu modal besar , dan masih banyak lagi respon yang berbeda alasanya.

Bicara tentang besarnya modal dalam memulai usaha dan apa definisi yang disebut modal usaha itu sendiri? dan apakah betul perlu modal yang besar?

Mari kita bahas satu persatu pertama tentang besarnya modal untuk memulai usaha...

Dalam blog ini saya melakukan polling tentang berapa jumlah modal yang diperlukan dalam memulai usaha pada rekan usahawan yang sudah memiliki dan menjalani bisnis dan polling ini akan berakhir 7 hari lagi dari sekarang. (Saya ucapkan terimakasih pada rekan2 usahawan yang sudah berpartisipasi) , Data hasil polling itu adalah sebagai berikut:

1). Memulai usaha dengan modal 1 jt - 20 jt.......74 %
2)Memulai usaha dengan modal 20 jt - 50 jt .....11 %
3)Memulai usaha dengan modal 50 jt - 100 jt....0%
4).Memulai usaha dengan modal 100 jt - 300 jt...3%
5) Memulai usaha dengan moodal >300 jt......... 3%

Dari data diatas sangat terlihat kontras perbedaanya walaupun polling ini dalam area yang kecil dan random tapi bisa digunakan sebagai sampel dan dapat disimpulkan bahwa umumnya mereka memulai usaha dengan modal dibawah 20 juta.(74%)

Jadi kalau anda sekarang punya modal 1 juta,2,jt ,10 juta dst atau bahkan kurang dari itu kenapa tidak memulai usaha?... sekarang pertanyaannya bagaimana kalau anda punya modal kurang dari satu juta misalnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini maka akan saya berikan contoh kisah real yang memulai usaha bahkan nyaris tanpa modal,dan berhasil dalam waktu relatif singkat sehingga mampu membeli ruko,mudah-mudahan ini menjadi motivasi dan inspirasi buat kita untuk lebih jelasnya silahkan lihat disini.

Nah sekarang kita masuk pada sesi pertanyaan kedua, apa yang disebut dengan modal usaha itu sendiri, apakah benar kita tidak punya modal sama sekali? apakah yang dimaksud modal usaha itu hanya berbentuk uang atau materi saja ? silahkan gali potensi anda masing untuk jelasnya silahkan klik disini

Semoga bermanfaat...selamat mencoba dan berwirausaha...

Thursday, September 20, 2007

KRITERIA PENGUSAHA MENURUT PARA AHLI

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Berbicara tentang Pengusaha,Usahawan,Entrepreneur atau apapun istilahnya,memang selalu menarik untuk disimak,bahkan di jadikan cita-cita bagi setiap orang yang ingin mencari kebebasan bekerja,bebas mewujudkan ide-ide,skill,hoby ,atau berbagai rencana yang selama mereka bekerja pada orang lain tidak pernah bisa mewujudkannya,dengan merubah diri menjadi entrepreneur maka dia menjadi orang bebas yang tidak terkukung oleh sistem aturan orang lain atau intansi dan perusahaan.

Mengelola usaha,Menjadi pengusaha sukses tentunya dambaan semua orang yang menekuni dunia usaha. Mencapai sukses harus melalui rintangan yang tidak ringan. Banyak di antaranya yang putus asa setelah gagal berulang kali dalam menekuni bisnisnya. Menjadi pengusaha memang tidak hanya cukup dengan bermodal nekat tapi harus dilengkapi dengan syarat2 lainya

Maka tidak heran kalau beberapa pakar mencoba meneliti apa sih yang di sebut pengusaha itu? bagaimana karakteristiknya....? sampai pada mental sekalipun mereka amati.

Untuk jelasnya apakah kita termasuk pada kriteria karakteristik seorang entrepreneur ? maka silahkan anda nilai diri anda sendiri seperti yang di jelaskan di buku The Essentials of Entrepreneurship karangan seorang profesor universitas Amerika yang sudah mengajar dan meneliti selama 45 tahun silahkan lihat disini.


Ada pun Kriteria usahawan menurut Ibu Siti Pringandari A Suprapto, staff pengajar MM UI entrepreneurship centre, adalah sebagai berikut:

1. Semangat kerja. Mencintai apa yang dikerjakan sehingga membuatnya terus berkarya menghasilkan prestasi-prestasi baru tiada henti. Ketika menghadapi halangan atau kegagalan, tidak putus asa dan justru belajar dari kegagalan.

2. Seorang pengusaha harus memiliki impian. Impian merupakan wujud dari visi dan misi seseorang dalam berkarya. Dengan mimpi pikiran akan terfokus dan memudahkan mencapai apa yang diinginkan

.3. Tegas dalam mengambil keputusan. Menunda pekerjaan merupakan kerugian bagi pengusaha. Kecepatan dalam mengambil keputusan yang tepat merupakan kunci keberhasilan dan keputusan harus diterapkan secara konsisten agar hasil yang diharapkan bisa segera terwujud.

4. Dedikasikan seluruh tenaga, waktu, dan pikiran untuk pekerjaan. Kadangkala seseorang harus bekerja sedikitnya 13 jam sehari dan tujuh hari semingggu agar impiannya segera terwujud.

5. Rinci. Pengusaha harus bisa memperhatikan hal yang detail dari proses produksi usahanya dan tidak bersikap masa bodoh. Dengan demikian, ia bisa mengetahui kendala yang dihadapi dan cara mengatasinya. Ia juga tidak mudah dibohongi bawahannya.

6. Tidak menggantungkan hidup pada nasib. Yang menentukan apa yang ingin Anda kerjakan dan hidup Anda tidak ditentukan oleh atasan melainkan diri sendiri adalah Anda sendiri.

7. Dana. Menjadi kaya bukan tujuan utama seorang wirausahawan. Uang hanya ukuran keberhasilan. Bila sukses uang akan datang dengan sendirinya.

8. Bagi-bagi. Kepemilikan usaha dibagikan kepada karyawan karena tanpa mereka bisnis tidak akan berjalan. Karena itu, karyawan harus diperhatikan agar ada rasa memiliki terhadap perusahaan.

9. Memiliki etika moral. Pengusaha sukses selalu memiliki moralitas yang baik dalam menjalankan bisnisnya. Moralitas ini menjadi penting karena berfungsi sebagai kendali diri agar tidak terjebak pada praktik bisnis yang menghalalkan segala cara.

10. Mampu belajar dan mendengarkan. Pengusaha harus terus belajar dan mendengarkan masukan dari orang lain, tidak bergantung pada bakat alam. Berbagai ajang diskusi seminar, sekolah, konferensi menjadi tempat baginya untuk terus mengasah pengetahuan di bidangnya.

11. Rencana bisnis. Seorang pengusaha selalu memiliki rencana bisnis yang akan dikembangkan. Penyusunan rencana bisnis ini penting sebagai arahan dalam mencapai tujuan perusahaan. Ketika menyusun rencana bisnis biasanya seorang pengusaha melibatkan konsultan bisnis profesional.

12. Hasil terbaik. Pengusaha sukses selalu ingin mencapai prestasi terbaiknya. Prestasi itu akan menjadi kepuasan tersendiri yang sulit diganti apa pun.

Semoga bermanfaat..............

Wednesday, September 19, 2007

ALASAN KUAT UNTUK MEMULAI BISNIS

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Sebelum kita terjun ke dunia entrepreneur atau dunia bisnis maka sangat diperlukan alasan yang kuat untuk terjun ke bidang ini.

Mengapa?

Jawabanya adalah bisnis adalah dunia 50:50 persentase perbandingan antara berhasil dan gagalnya ,maka tak heran kalau banyak motivator mengatakan untuk memasuki dunia kewirausahaan ini, sebelum terjun harus siapkan mental "berani gagal dan berani sukses".

Kalau berani sukses saya kira setiap orang pasti berani, walaupun dalam menyikapinya harus berhati-hati, maksudnya dikala dia menikmati sukses menurut versinya, jangan lantas terlena dan terbuai sehingga dia lupa berinovasi,berkreasi,ekspansi dan merasa puas dengan kesuksesannya yang sekarang,yang ujung-ujungnya malah hal ini menggiring dia pada kebangkrutan karena tidak sanggup berkompetisi.

Lantas bagaimana dengan "berani gagal".... hal inilah yang pada umumnya ditakuti dan dikhawatirkan oleh pemula,karena takut gagal inilah mereka tidak pernah memulai untuk berwirausaha. Mungkin saja mereka banyak ide-ide bisnis,modal ada,pengetahuan tentang bisnis sudah dibaca dari beberapa referensi buku, tetap saja kalau konsep berani gagal ini tidak bisa dilalui memulai, bisnis pun tidak akan terwujud.

Kembali kejudul diatas tentang apa alasan kuat kita dalam memulai bisnis? ini sangat penting,karena alasan yang kuat itulah yang akan menjadikan kita tetap survive dikala bisnis kita diterpa gelombang persaingan,krisis dsb. dan kita akan terus berusaha maksimal dan berkreasi bagaimana kita bisa mencapai tujuan dan cita-cita kita serta mencapai kesuksesan dalam bisnis itu sendiri.

Sebelum memulai bisnis, temukan alasan kuat anda kenapa anda ingin terjun ke dunia bisnis ? silahkan anda renungkan sendiri alasan anda..!

Sebagai gambaran tentang alasan kuat berbisnis yang umumnya yang dimiliki oleh beberapa wirausahawan, seperti...

1. Alasan Ekonomi
2.Keterpaksaan karena di PHK.
3.Menyalurkan ide atau hoby/keahlian.
4.Jenuh menjalani rutinitas sebagai karyawan walaupun gaji besar.
5. Kebebasan/mandiri (tidak mau diatur oleh aturan kerja /orang lain)
6. Karena Agama (contohnya tempat kerja dia sekarang tidak sesuai dengan syariat agama yang dianutnya sehingga menimbulkan konflik bathin)
7.Ingin lebih dekat dengan keluarga.

Itu adalah hanya beberapa contoh dari sekian alasan, yang setiap orang mempunyai alasan yang berbeda dan lain dari yang lain karena disesuikan dengan kedaan mereka saat itu..

Nah... dari 7 poin alasan diatas, saya tertarik pada poin yang ketujuh yaitu memilih bisnis karena ingin lebih dekat dengan keluarga.

Di jaman sekarang ini baik diluar negri seperti Amerika maupun di indonesia,para ibu yang sudah mencapai karier dalam dunia kerja mulai beralih ke bisnis untuk alasan dekat dengan keluarga begitu juga di Amerika yang menurut buku The Essential of Enterpreneurship dikatakan bahwa kecenderungan wanita karier Amerika beralih menjadi business woman yang menjadikan rumah sebagai tempat berbisnis (Home based business).

Mereka memulainya berlandaskan keinginan dekat dan bisa mengawasi anak-anaknya sementara aktifitas,ide,kreatifitas mereka tetap tersalurkan, bahkan sudah banyak contohnya dari bisnis rumahan ini malah menjadikan mereka seorang pebisnis yang sangat mapan yang menghasilkan income jauh melebihi pada saat dia bekerja.

Untuk memberikan ilustrasi lebih dalam dan bisa dijadikan renungan,pelajaran dan hikmah bagi kita, terutama bagi orang tua dan ibu-ibu yang super sibuk bekerja mengejar karir sementara anak-anaknya kehilangan kasih sayang. Silahkan simak kisah nyata yang mengharukan dari Pak Ade rekan saya dari Serang Banten .

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi.

Friday, September 14, 2007

KISAH SUKSES PENGUSAHA PROPERTY

Sesuai dengan judul blog ini yaitu Business and Motivation yang point topiknya adalah tentang bisnis,investasi, perjalanan bisnis,motivasi dan kisah sukses.

Untuk poin yang terakhir inilah maka pada posting kali ini saya mengangkat tentang artikel "kisah sukses" dan saya tertarik pada seorang profile pengusaha di bidang property yang yang menurut saya layak di jadikan inspirasi bukan karena kesuksesannya semata dalam bisnisnya tapi juga bagaimana beliau ini menggunakan uang hasil keuntungan usahanya.

Pak Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.Saat itu Pak Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Pak fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan beliau, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. "Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.", katanya.Manajemen kasih sayang yang diterapkan Pak Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu."Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri." Katanya.Prinsip manajemen "Bismillah" itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta.

Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan tilawah alquran, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta.

Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Pak Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Pak Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat.

Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi> seperti ini."Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya." Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh,Pak Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan.

Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Pak Fauzi ibarat menanam padi."Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalaukita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh". Katanya.Artinya, Pak Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri."Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial." Katanya.Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial."Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol." Kata Pak Fauzi.(Source:berani gagal.com)

Semoga menjadi inspirasi...........

Tuesday, September 11, 2007

MARHABAN YA RAMADHAN...!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Para pembaca yang budiman,pada posting spesial kali ini artikel tentang moment Ramadhan dalam aktifitas bisnis kita.

Bulan Ramadhan adalah merupakan bulan suci umat islam ,Selama satu bulan penuh kita akan berpuasa didalamnya kita melatih diri bukan hanya bagaimana kita berpuasa dari makan minum,juga dalam mengendalikan hawa nafsu,bersabar,taat dalam melaksanakaan segala bentuk amalan ibadah yang diimplementasikan pada hidup seharai -hari dan waktu setelahnya.

Mungkin anda bertanya, kalau demikian isi artikelnya tidak relevan dengan judul blognya dong??..... tentu saja sangat erat hubungannya karena isinya menyangkut motivasi, bagi penganut agama islam,sudah jelas bahwa motivasi dalam bisnis juga berlandaskan pada nilai-nilai agama, karena disadari atau tidak dalam berbisnis anda akan merasakan suatu titik kejenuhan,ketergesaan,keinginan untuk memiliki tanpa batas,menggunakan berbagi macam cara yang nyaris ber resiko,angan2 yang diluar jangkauan dengan kondisi anda sekarang,persaingan yang ketat dan sebagainya kadang berujung pada frustrasi,serakah, dan menghalalkan segala cara dan tidak mengindahkan halal dan haram dalam mengejarnya.

Disinilah perlunya buffer atau penyeimbang antara motivasi mencari harta (masalah dunia) dan juga motivasi dalam menjalani hidup sesuai keinginan sang pencipta (menjalankan norma agama dan beribadah) supaya kita tidak terjerumus menjadi kaya raya tapi jalannya keluar dari norma agama...

Terus apa nilai harta bagi kita, kalau harta itu didapatkan dengan tak memperdulikan norma agama,etika baik buruk,norma sosial dsb?

Apakah bagi kita cukup hanya menjadi kaya raya di dunia yang fana ini?

Apakah harta yang kita dapat tidak akan kita pertanggung jawab didepan sang pencipta, dari mana harta anda,bagaimana harta anda digunakan,dan kemana harta anda disalurkan?.....

Saya yakin pemeluk agama islam dan agama lainnya pun tahu tentang hal itu yang sudah tertulis jelas dalam kitab suci,Tentunya semua itu kitalah yang mempertanggung jawabkannya baik didunia (hubungannya dengan manusia,hukum dsb) dan juga disaat setelah kita meninggal dunia di akherat kelak didepan allah sang pencipta.

Islam sangat menganjurkan berwirausaha,karena dari pintu inilah dibukakan pintu rezeki 99% dibandingkan menjadi seorang pekerja/karyawan, tapi apakah segala jenis bisnis dibolehkan? dan pedagang/pebisnis yang bagaimana yang sangat dipuji dalam islam sehingga didalam hadist disebutkan segolongan pedagang akan masuk surga? dan segolongan pedagang/pebisnis lainnya diancam neraka.

Sebagai gambaran singkat yang sudah dimaklumi secara umum apakakah bisnis kita baik atau tidak menurut agama?
kita bisa lihat dari mana modal yang kita dapat, apa jenis barang yang kita jual (termasuk jenis yang halal kah atau haramkah menurut agama), bagaimana kita bertransaksi dalam penjualan itu ada unsur penipuan,transksi tidak jelas,bersumpah palsu,bohong,tidak amanah dsb.

Kalau kita sudah melalui itu semua apakah keuntungan yang kita dapat,harta yang kita tumpuk itu milik kita semua tanpa memikirkan mengeluarkan zakat harta dan sebagainya? sebagai sarana menilai diri, kita apakah bisnis yang kita lalui sudah melalui kaidah hukum bisa kita lihat disini sebagai gambaran umumnya bagaimana kita bermuamalah.

Mari kita manfaatkan momentum bulan suci ini sebagai sarana menilai diri (muhasabah) baik dalam prilaku maupun dalam berbisnis. Kita memang harus mempunyai harta tapi bukan berarti demi harta kita menghalalkan segala cara. Mari kita berdoa " Ya allah berilah kami kebaikan hidup didunia dan kebaikan hidup di akhirat".... amiin.

"Selamat menunaikan ibadah Puasa Ramadhan mohon maaf lahir dan bathin".........

Friday, September 7, 2007

KORBAN MOTIVATOR.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Di jakarta akhir-akhir ini sedang marak-maraknya training oleh motivator terkenal dunia diantara nya yang sudah pernah ke indonesia seperti. Bradly sugar,Robert kiyosaki dan menyusul dalam minggu ini adalah Adam Kho,belum lagi motivator2 lokal lainnya. buku-buku mereka pun banyak didapat dengan mudah ditoko-toko buku dan umumnya berlabel buku "terlaris", coba aja kalau anda berkunjung ke gramedia,atau Gunung Agung , Buku-buku semacam inilah yang banyak di serbu pembeli.

Sementara pembeli buku itu sendiri bisa mahasiswa,ibu rumah tangga, karyawan, ataupun business owner atupun pencari kerja sekalipun,yang masing-masing mereka tentu akan beda tingkat pemahaman,persepsi setelah membacanya, tegantung pada latar belakang,pengalaman dan dunia yang dijalaninya, makanya tidak heran kalau dalam suatu seminar ada kisah korban motivator yang dimuat di majalah pebisnis dan media lainnya.

"Saya adalah korban Robert kiyosaki" kata seorang peserta pada suatu pelatihan entrepreneur di jakarta. Ia berceritra setelah membaca buku karangan Robert Kiyosaki (Rich dad poor Dad dan the Cashflow Quadrant) ,ia segera memutuskan diri untuk berhenti bekerja karena terinspirasi oleh buku Robert Kiyosaki bahwa jika terus berkarir dirinya kan jatuh miskin sampai hari tua belum lagi resiko PHK atau perusaan bangkrut.

Singkat cerita setelah memutuskan untuk usaha sendiri ternyata yang dialami sangat jauh dari yang dibayangkan,dengan pengalaman yang minim dia dihadapkan dengan kenyataan yang jauh berbeda dengan pa yang didapatkan di buku kiyosaki,uangnya malah dibawa kabur karyawan lantas usahanya jadi bangkrut. Dan akhirnya ia kembali melamar kerja lagi untuk menghidupi keluarganya. Ia menyadari buku Robert kiyosaki atau motivator terkenal lainya tidak cukup sebagai satu-satunya panduan untuk menjadi entrepreneur,harus ada tempat belajar lain hidup di kuadran 3 (business owner)

Nah dari cerita nyata diatas,Kebangkrutan itu bisa ditanggapi dengan dua kemungkinan:

Pertama: Ia mencoba belajar dari kesalahanya dengan mencari buku lain,ikut sharing pengalaman,banyak ikut seminar-seminar tentang wirausaha dan mencoba berbisnis kembali.

Kemungkinan kedua: ia frustrasi dan selanjutnya kembali melamar kerja dan menjadi trauma untuk memulai kembali.

Beberapa hal yang harus diperhatiakan untuk menghindari hal serupa diatas adalah harus memahami beberapa poin lagi dan bukan hanya mengikuti bulat2 isi buku tanpa mengetahui kondisi real diri kita ,lingkungan serta negara kita karena beda tempat beda aturan main.

1. Kepemimpinan.
Orang yang bekerja cerdas adalah orang yang mau memimpin. Menurut Steven R. Covey pemimpin adalah mengkomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka dengan amat jelas sehingga mereka dapat melihat itu dalam diri mereka.

Banyak orang mengaku memimpin tapi sebenarnya hanya memerintah saja karena dia tidak menggali potensi yang dipimpinya sehingga anak buahnya hanya menerima perintah saja.
banyak orang yang gagal terjun jadi entrepreneur karena dia tidak belajar memimpin orang.Maka belajarlah memimpin orang secara nyata agar bisnis anda lebuh berkembang lagi,cara yang paling praktis adalah mempraktekan kepemimpinan secara langsung.Bukan sekedar membaca buku.

Contoh lainnya adalah; Ada orang yang Rela mengeluarkan uang untuk mendirikan bisnis merekrut karyawan,setelah itu ia ingin berleha-leha layaknya seorang pemilik bisnis mapan yang punya jam terbang yang tinggi.Alhasil ketika karyawannya melakukan kesalahan ia tidak bisa mengontrol,apalagi memotivasi yang ia lakukan adalah memecat karyawan atu sebaliknya tidak tega memecat karyawan sampai usahanya tutup.

2. Networking.

Networking bukan hanya dengan pebisnis lain yang sukses namun juga dengan kompetetor,banyak orang yang mempersepsikan bahwa menjadi pebisnis harus bertarung dengan pesaing-pesaingnya sehingga ia tidak mau bergaul dengan pebisnis lain apalagi dengan pesaingnya.Padahal pesaing dalam bisnis ibarat olahraga yang membuat bisnis menjadi sehat.Kadang kala perlu kerjasama dengan pesaing misalnya untuk mengusulkan keringanan retribusi dsb lebih baik lagi kalau kita menganggap pesaing itu mitra,sehingga bisa sharing pengalaman,saling menutupi kekurangan barang apabila salah satu kekurangan atau kelebihan stock.

3.Prilaku Konsumtif.

Jika orang bisnis berprilaku konsumtif,tentunya sangat berbahaya karena ciri orang bisnis sukses adalah membuat uang menjadi produktif. Kenyataannya banyak orang menggunakan setiap keuntungan bisnisnya hanya untuk kegiatan konsumtif sehingga usahanya dibiarkan jalan seadanya.Setaiap ada untung ia gunakan untuk beli kendaraan baru,renovasi rumah dan belanja yang sifatnya konsumtif tanpa bis memisahkan mana uang bisnis mana uang kebutuhan sehari-hari.

4. Situasi Diluar dugaan.

Setiap kali kita merencanakan sesuatu biasanya bertemu dengan situasi diluar rencana. Keunggulan kita di ukur dengan kemampuan menanggulangi masalah yang diluar dugaan. untuk mengurangi hal-hal diluar rencana banyak-banyaklah bergaul dengan orang yang lebih berpengalaman.

Semoga bermanfaat..........

Monday, September 3, 2007

JANGAN TERLENA FASILITAS..!



Setinggi tingginya bangau terbang akan kembali kesarangnya ,mungkin anda pernah dengar pribahasa tentang bangau tersebut hal ini mengingatkan saya pada orang yang bekerja di negri orang seperti,Eropa,Amerika,Timur Tengah,Australia dan berbagai belahan dunia lainnya, saya yakin sebaik apapun fasilatas disana,jaminan hidup dan sebagainya tetap saja rindu tanah air tidak akan terelakan dan pasti akan mengalaminya yang pada akhirnya kembali juga ke tanah air.

Tinggal menetap dan bekerja di luar negri memang berbagaimacam motif dan tujuannya, ada yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup/ekonomi dengan memburu gaji besar,ada juga karena alasan untuk melanjutkan study,bisnis,minta perlindungan suaka,atau karena alasan politik yang di negrinya tidak aman dan hal-hal lainnya.

Dari sekian banyak motif dan tujuan kenapa orang keluar negri, saya akan membatasi dalam hal ini membicarakan tentang orang "yang bekerja" untuk mendapatkan gaji dan hidup layak.Karena type perantau ini yang banyak saya jumpai dan umumnya mereka merasa "puas" dengan fasilitas-fasilitas kemudahan serta gaji besar dalam bentuk dolar dan mata uang asing lainnya, justru anehnya mereka terlanjur terbuai sehingga lupa investasi di negrinya bahkan tidak ada hasrat untuk berbisnis dan hidup mandiri karena sudah terbuai zona aman......yang pada akhirnya mereka bertahun-tahun tinggal di negri orang dan sangat takut untuk resign dari pekerjaannya yang sekarang. Mereka berpendapat hidup di indonesia pasti susah,serba tidak teratur,harga kebutuhan yang berfluktuatif ditambah lagi masalah politik atau gejolak keadaan seperti demo,kerusuhan,bencana alam yang sering terjadi termasuk kenaikan harga seperti minyak,bensin listrik pun mennjadi perhatian mereka, semua informasi tersebut sangat mudah didapatkan internet dan dari siaran TV satelit yang disiarkan live dari tanah air ketika terjadi setiap insiden disana. ditambah lagi takutnya mereka kembali ketanah air karena life style mereka akan berubah, atau karena pendapatan mereka akan jauh berkurang yang lebih parah lagi mereka beranggapan takut tidak mendapat pekerjaan yang layak dengan gaji sesuai harapan mereka, itulah kenyataan dan dilema bagi seorang perantau.

Dari kenyataan diatas telah banyak contoh orang yang awalnya makmur serba berkecukupan dengan fasilitis kemudahan dimasa muda diperantauan tetapi berujung pada hidup yang kebalikannya disaat pensiun dan kembali ketanah air.

Hidup kita adalah pilihan,tergantung kita menjalaninya bagaimana menyikapi takdir dan sejauh mana kita berusaha merubah nasib itu sendiri.Kalaulah anda termasuk orang yang lebih betah di negri orang dari pada negri sendiri,itu syah-syah saja karena masing -masing individu mempunyai alasan sendiri,tapi jangan lupa suatu saat kita akan kembali ke negri sendiri dan tidak bisa dipungkiri seenak apapun hidup di negri orang yang beda kultur budayanya tidak akan bisa menggantikan negri sendiri karena kultur,budaya dan sosial masyarakat telah mendarah daging sejak kita dilahirkan sampai tumbuh dan berinteraksi didalamnya.

Dimanapun anda bekerja saat ini persipkanlah dan putuskanlah kemana rencana anda akan kembali,tetap di negri orang (pindah kewarganegaraan) atau akan pulang ke negri tercinta?


Kalau jawabanya yang terakhir, mulailah investasi dari sekarang,start ber bisnis sebelum anda pensiun, faktor jarak itu bukan masalah,banyak cara dan jalan untuk melalui itu semua.Jaman sekarang ini bukan masalah anda tinggal dimana sementara bisnis dan investasi anda ada di indonesia ,sejauh anda menemukan jenis investasi yang tepat dan handal,dan orang yang dipercaya. Manfaatkan kekuatan pendapatan dolar anda,pengalaman serta keahlian yang didapat dari negri orang sebagai modal kuat untuk investasi dimasa datang.


Mari berwira usaha..jadilah kita pencipta lapangan kerja dan bukan pencari kerja. karena salah satu perbedaan karyawan dan usahawan adalah, karyawan lebih cenderung memikirkan dirinya sendiri sementara usahawan harus memikirkan karyawan yang bekerja pada dirinya.... semoga kita menjadi bagian dari orang yang bermanfaat bagi sesama dan bisa menyumbang walau sedikit untuk kemajuan negara.


Semoga bermanfaat...............

Sunday, September 2, 2007

* CARA MENYIKAPI PELUANG BISNIS.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Ada setumpuk buku dan majalah didepan saya,semuanya berisikan tentang peluang-peluang,semuanya menjanjikan keuntungan , saya jadi bingung mau merealisasikan yang mana? saya kira itu wajar saja karena kita manusia pingin ini dan itu pingin begini dan pingin begitu....,semua peluang rasanya ingin dicoba, tapi semua itu berbalik pada kemampuan kita saat ini.

Untunglah dari sekian majalah dan artikel serta buku tentang peluang bisnis ada juga yang membahas tentang bagaimana kita harus bersikap dalam hal menanggapi peluang-peluang tersebut.

Akhir-akhir ini anda tentu sering membaca berbagai macam peluang bisnis di berbagai media.Anda akan menemukan artikel yang membuat orang yang belum memiliki bisnis akan tergiur berinvestasi di bisnis tersebut, misalnya seperti tawaran bisnis franchise dengan balik modal dalam 1 tahun,2 tahun atau 3 tahun ataupun yang kurang dari itu, atau buka warung makan tertentu dengan dengan keuntungan 50%-100%, belum lagi bidang ritel,jasa,pendidikan,sampai dengan kerajinan yang beromzet jutaan,puluhan bahkan ratusan juta...........ditambah lagi dengan dilengkapi kisah sukses mereka yang mengalaminya.

Nah sekarang pertannyaanya adalah.. Bagaimana perasaan anda setelah membaca artikel,majalah brosur dst tentang peluang atau business opportunity tersebut?

Anda tertarik? atau malah acuh tak acuh?

Saya yakin umumnya orang akan antusias dan tertarik bahkan kadang memasukannya pada list rencana buka usahanya nanti.

Jangankan anda, bahkan dengan artikel tentang peluang-peluang bisnis diatas membuat orang yang punya usahapun tergiur untuk membangun usaha baru. Tapi tak perlu heran kalau ada beberapa orang yang merasa kecewa lantaran setelah mencoba usaha tersebut keuntungan yang diperoleh tidak sebesar dan seindah artikel di media cetak bahkan ada yang merugi dan beberapa mereka menyatakan informasi di media masa itu menyesatkan.

Apakah artikel di media itu salah?

Tidak..Bukan soal artikelnya yang harus kita permasalahkan tapi bagaimana cara kita membaca dan menganalisa artikel tersebut. Kita memang harus jeli melihat informasi peluang bisnis termasuk yang dimuat di media masa sehingga kita tidak terjebak pada janji dan untung besar.

Lalu bagaimana kita harus bersikap?

Ada beberapa hal yang perlu kita hayati sebelum mengambil semua peluang yang ditawarkan.

Pertama: Jika penjualan tidak sebanyak yang ditulis di media masa tertentu untungannya juga tidak sebesar yang ditulis di media itu.Hal ini karena setiap usaha harus menanggung biaya tetap(fixed cost) yang tetap keluar meski tidak ada penjualan.Seorang pengusaha yang dimuat di media umumnya sudah menjalankan bisnisnya cukup lama sehingga penjualannya sudah mencapai kesetabilan. Sementara pebisnis pemula harus mengalami proses penyesuaian dan masa promosi untuk meyakinkan supaya masyarakat mau membeli produknya.

* Apabila anda mengalami hal semacam ini upayakan terus meningkatkan penjualan.Lakukan promosi yang efektif agar makin banyak calon pembeli berubah menjadi pembeli.

Kedua : Situasi harga pasar, harga jual yang dipakai di media masa adalah harga yang di asumsikan stabil. Kenyataanya kadang harga tidak setabil apalagi kalau yang diperdagangkan adalah komoditas pertanian yang selalu berfluktuasi tergantung musim harga yang ada di media saat itu bisa berubah pada saat anda terjun ke pasar atu berjualan tentu ini akan berpengaruh pada modal dan keuntungan.

Ketiga, dalam artikel di media cetak belum tentu semua pengeluaran usaha sudah dimasukan dalam perhitungan. Misalnya ada artikel yang tidak mencantumkan biaya sewa kantor atu tempat,pajak/retribusi,biaya pengembangan SDM,insentif karyawan,asuransi atu biya takterduga dan sebagainya.Dimana ketika bisnis beranjak modern pengeluaran-pengeluaran tersebut mau tidak mau harus dilakukan.

Keempat:tak bisa dilupakan pula bahwa selain keuntungan,usaha bisa lancar apabila cashflow nya lancar. Untuk usaha yang belum berjalan lama, cashflow bisa lebih penting dari keuntungan. Ada beberapa pelaku bisnis tiba-tiba dilanda kesulitan justru ketika ordernya naik sangat cepat, ya..ternyata order yang besar itu tidak dibayar kontan,sehingga pelaku bisnis tersebut tak mampu menanggung beban.

Apakah dengan demikian kita tidak perlu lagi mempercayai perhitungan bisnis di media? tidak demikian justru perhitungan-perhitungan untung rugi itu sangat membantu kita sebagai langkah awal sebelum memutuskan mau terjun dalam bisnis tersebut yang penting bagi kita adalah mulailah dari data di media lantas kita cek dilapangansehingga data yang dipakai lebih akurat.

Namun seakurat apapun sebuah data ,peluang gagal tetap saja ada. Ketika anda telah melangkah jauh menjalankan bisnis yang direkomendasikan sebuah media,lantas anda menemukan situasi yang buruk,tak perlu khawatir anda tidak sendirian,banyak orang lain yang mengalami hal yang serupa. yang membuat anda berbeda adalah menyingkapi situasi buruk tersebut.

Kita perlu menikmati proses kegagalan sebagai bagian dari perjalanan menuju sukses bisnis. Pengalaman gagal adalah proses menuju sukses. Gagal atau berhasil adalah satu paket kebijakan tuhan dimana kita diberi kesempatan untuk mempelajari kegagalan tersebut.

Tentang kegagalan,terkadang orang-orang berpendidikan tinggi sangat takut terhadap kegagalan bisnis sehingga mereka terlalu lama bergelut dengan perhitungan untung rugi. Jika anda ingin sukses jangan sekali kali anda merasa"malu" mengalami kegagalan, karena semua orang sukses pernah gagal.

Mungkin orang berpendidikan tinggi malu mengalami kegagalan karena melihat orang lain yang berpendidikan lebih rendah mengalami kesuksesan.

Kita perlu belajar dari kegagalan karena dibalik kegagalan tersimpan pelajaran untuk menjadi sukses. Kalimat ini terdengar klasik,tapi itulah yang harus kita lakukan karena kita akan benar -benar gagal manakala kita tidak mau belajar dari kegagalan.


Salam Sukses semoga bermanfaat.......