Friday, September 7, 2007

KORBAN MOTIVATOR.

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Di jakarta akhir-akhir ini sedang marak-maraknya training oleh motivator terkenal dunia diantara nya yang sudah pernah ke indonesia seperti. Bradly sugar,Robert kiyosaki dan menyusul dalam minggu ini adalah Adam Kho,belum lagi motivator2 lokal lainnya. buku-buku mereka pun banyak didapat dengan mudah ditoko-toko buku dan umumnya berlabel buku "terlaris", coba aja kalau anda berkunjung ke gramedia,atau Gunung Agung , Buku-buku semacam inilah yang banyak di serbu pembeli.

Sementara pembeli buku itu sendiri bisa mahasiswa,ibu rumah tangga, karyawan, ataupun business owner atupun pencari kerja sekalipun,yang masing-masing mereka tentu akan beda tingkat pemahaman,persepsi setelah membacanya, tegantung pada latar belakang,pengalaman dan dunia yang dijalaninya, makanya tidak heran kalau dalam suatu seminar ada kisah korban motivator yang dimuat di majalah pebisnis dan media lainnya.

"Saya adalah korban Robert kiyosaki" kata seorang peserta pada suatu pelatihan entrepreneur di jakarta. Ia berceritra setelah membaca buku karangan Robert Kiyosaki (Rich dad poor Dad dan the Cashflow Quadrant) ,ia segera memutuskan diri untuk berhenti bekerja karena terinspirasi oleh buku Robert Kiyosaki bahwa jika terus berkarir dirinya kan jatuh miskin sampai hari tua belum lagi resiko PHK atau perusaan bangkrut.

Singkat cerita setelah memutuskan untuk usaha sendiri ternyata yang dialami sangat jauh dari yang dibayangkan,dengan pengalaman yang minim dia dihadapkan dengan kenyataan yang jauh berbeda dengan pa yang didapatkan di buku kiyosaki,uangnya malah dibawa kabur karyawan lantas usahanya jadi bangkrut. Dan akhirnya ia kembali melamar kerja lagi untuk menghidupi keluarganya. Ia menyadari buku Robert kiyosaki atau motivator terkenal lainya tidak cukup sebagai satu-satunya panduan untuk menjadi entrepreneur,harus ada tempat belajar lain hidup di kuadran 3 (business owner)

Nah dari cerita nyata diatas,Kebangkrutan itu bisa ditanggapi dengan dua kemungkinan:

Pertama: Ia mencoba belajar dari kesalahanya dengan mencari buku lain,ikut sharing pengalaman,banyak ikut seminar-seminar tentang wirausaha dan mencoba berbisnis kembali.

Kemungkinan kedua: ia frustrasi dan selanjutnya kembali melamar kerja dan menjadi trauma untuk memulai kembali.

Beberapa hal yang harus diperhatiakan untuk menghindari hal serupa diatas adalah harus memahami beberapa poin lagi dan bukan hanya mengikuti bulat2 isi buku tanpa mengetahui kondisi real diri kita ,lingkungan serta negara kita karena beda tempat beda aturan main.

1. Kepemimpinan.
Orang yang bekerja cerdas adalah orang yang mau memimpin. Menurut Steven R. Covey pemimpin adalah mengkomunikasikan kepada orang lain nilai dan potensi mereka dengan amat jelas sehingga mereka dapat melihat itu dalam diri mereka.

Banyak orang mengaku memimpin tapi sebenarnya hanya memerintah saja karena dia tidak menggali potensi yang dipimpinya sehingga anak buahnya hanya menerima perintah saja.
banyak orang yang gagal terjun jadi entrepreneur karena dia tidak belajar memimpin orang.Maka belajarlah memimpin orang secara nyata agar bisnis anda lebuh berkembang lagi,cara yang paling praktis adalah mempraktekan kepemimpinan secara langsung.Bukan sekedar membaca buku.

Contoh lainnya adalah; Ada orang yang Rela mengeluarkan uang untuk mendirikan bisnis merekrut karyawan,setelah itu ia ingin berleha-leha layaknya seorang pemilik bisnis mapan yang punya jam terbang yang tinggi.Alhasil ketika karyawannya melakukan kesalahan ia tidak bisa mengontrol,apalagi memotivasi yang ia lakukan adalah memecat karyawan atu sebaliknya tidak tega memecat karyawan sampai usahanya tutup.

2. Networking.

Networking bukan hanya dengan pebisnis lain yang sukses namun juga dengan kompetetor,banyak orang yang mempersepsikan bahwa menjadi pebisnis harus bertarung dengan pesaing-pesaingnya sehingga ia tidak mau bergaul dengan pebisnis lain apalagi dengan pesaingnya.Padahal pesaing dalam bisnis ibarat olahraga yang membuat bisnis menjadi sehat.Kadang kala perlu kerjasama dengan pesaing misalnya untuk mengusulkan keringanan retribusi dsb lebih baik lagi kalau kita menganggap pesaing itu mitra,sehingga bisa sharing pengalaman,saling menutupi kekurangan barang apabila salah satu kekurangan atau kelebihan stock.

3.Prilaku Konsumtif.

Jika orang bisnis berprilaku konsumtif,tentunya sangat berbahaya karena ciri orang bisnis sukses adalah membuat uang menjadi produktif. Kenyataannya banyak orang menggunakan setiap keuntungan bisnisnya hanya untuk kegiatan konsumtif sehingga usahanya dibiarkan jalan seadanya.Setaiap ada untung ia gunakan untuk beli kendaraan baru,renovasi rumah dan belanja yang sifatnya konsumtif tanpa bis memisahkan mana uang bisnis mana uang kebutuhan sehari-hari.

4. Situasi Diluar dugaan.

Setiap kali kita merencanakan sesuatu biasanya bertemu dengan situasi diluar rencana. Keunggulan kita di ukur dengan kemampuan menanggulangi masalah yang diluar dugaan. untuk mengurangi hal-hal diluar rencana banyak-banyaklah bergaul dengan orang yang lebih berpengalaman.

Semoga bermanfaat..........