Tuesday, October 23, 2007

SUKSES SETELAH DI PHK....


Kisah sukses adalah cerita nyata yang paling saya senangi,kenapa tidak? setelah membaca kisah-kisah orang sukses itu terkadang kita seperti mendapat tenaga dan semangat baru dalam berbisnis atau terus berkreasi menciptakan bisnis bisnis baru, tetapi memang tidak hanya cukup itu,supaya semangat kita tetap membara dan gigih dalam berwira usaha maka kita harus memiliki "alasan yang kuat" mengapa kita memilih berwirausaha untuk melihat apa alasan kuat anda untuk memulai bisnis silahkan lihat disini


Sebagai bentuk komitmen saya dalam mengisi artikel di blog Business and motivation, khususnya tentang kisah Sukses merintis usaha,maka untuk yang kesekian kalinya saya posting bagaimana kisah keberhasilan seorang entrepreneur dalam merintis usaha dari awal yang penuh onak dan duri sampai akhirnya dia dapat menikmati kesuksesan,tujuanya sebagai motivasi bagi kita untuk terus maju dalam mewujudkan bisnis2 impian kita yang selama ini belum terwujud dan menghindari serta mengambil hikmah dari kesalahan dan kegagalan yang sama dimasa datang...semoga kita mendapatkan manfaat dari kisahnya.

Tidak selamanya pemutusan hubungan kerja harus ditangisi. Tak selamanya pula pemutusan hubungan kerja membawa penderitaan. Bagi Kurniawan Santosa (47), misalnya, pemutusan hubungan kerja justru menjadi pembuka jalan untuk maju dan sukses.
Gara-gara terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Kurniawan kini memiliki lima mobil antar-jemput anak-anak sekolah. Pendapatan bersih setelah dipotong gaji delapan karyawan, biaya perawatan kendaraan, serta bahan bakar setidaknya Rp 10,5 juta per bulan. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan saat dia bekerja sebagai karyawan Bank Harapan Sentosa (BHS) yang kemudian tutup dan dia terkena PHK tahun 1998 lalu.
"Bagi saya, PHK ternyata membawa berkah," kata sarjana hukum lulusan perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta ini penuh keyakinan.

Namun, sukses yang diraih Kurniawan tidak datang tiba-tiba. Dia harus jatuh bangun merintis usahanya dan meniti dari bawah.
Usahanya diawali ketika BHS tutup dan Kurniawan menjadi salah satu korbannya. Karier yang telah dirintisnya selama sembilan tahun terhenti. Pendapatan yang diterimanya cukup besar mendadak hilang.
"Padahal saat itu saya harus menghidupi keluarga dengan tiga anak yang masih kecil-kecil," kata Kurniawan mengenang masa silamnya yang getir.

Namun, Kurniawan tak mau larut terlalu lama dalam kesedihan. Dia pun harus menerima kenyataan. Dengan cepat dia banting setir menjadi sopir antar-jemput anak-anak sekolah.
Pada mulanya, anak sulungnya memprotes karena penampilannya yang biasa rapi dengan mengenakan dasi dan berangkat pagi ke kantor menggunakan Kijang sekarang cukup tampil seadanya. Namun, untunglah istrinya memberikan dukungan penuh.
Penuh ketabahan

Hari-hari awal menjadi sopir antar-jemput anak-anak sekolah, dijalaninya dengan tabah. Namun, tidak gampang pula mencari pelanggan anak-anak sekolah. Padahal, ajakan dari mulut ke mulut dan bahkan menyebarkan brosur sudah dilakukannya.
"Mungkin orangtua khawatir anaknyanya diculik jika diantar-jemput orang yang tak dikenal," kata Kurniawan membuka sedikit kiatnya.
Berdasarkan dugaan ini, Kurniawan kemudian menawarkan layanan antar-jemput kepada teman-teman anaknya. Pihak sekolah juga dihubungi jika sewaktu-waktu ada orangtua yang membutuhkan jasa antar-jemput untuk anaknya.

Kiat ini ternyata ampuh karena orangtua merasa percaya dan aman anaknya diantar-jemput oleh orang yang dikenal. Kepercayaan ini dijaga betul oleh Kurniawan sejak memulai usahanya hingga sekarang. Salah satu bentuknya, Kurniawan menjemput dan mengantar anak-anak sekolah tepat waktu serta berupaya keras tidak ada murid yang terlambat masuk sekolah.

Agar bisa bersaing dengan jasa sejenis, Kurniawan melengkapi mobilnya dengan tape yang memutar lagu-lagu yang sedang populer di masyarakat. Kaset setiap hari ditukar antara mobil yang satu dengan yang lain agar penumpang tidak bosan. Bukan itu saja, setiap mobil juga dilengkapi air mineral kemasan dalam gelas dan kue kering yang bisa diambil penumpang secara cuma-cuma.
"Bukannya untuk memancing peminat, tetapi saya kasihan terkadang anak-anak tersebut tidak sempat sarapan di rumah. Jika ada kue, ya... lumayan, untuk sekadar ganjal perut," kata Kurniawan beralasan.
Berkat kreativitas dan keuletannya, jumlah anak-anak pelanggan antar-jemputnya bertambah setiap saat, terutama untuk siswa SD dan SMP.

Mobil yang dioperasikan juga bertambah menjadi tujuh unit, dua unit di antaranya merupakan titipan dengan sistem sewa.
Setiap hari, mobil-mobil Kijangnya itu menjelajah sekitar Bintaro, Ciledug, Pondok Aren, Cipulir, Cipadu Tangerang. dan sekitarnya untuk mengantar-jemput anak-anak sekolah. Sejumlah permintaan antar-jemput terpaksa ditolaknya karena dia sudah kewalahan melayani pelanggan.
"Saya tidak mau sekadar mencari jumlah pelanggan. Justru lebih penting meningkatkan pelayanan kepada pelanggan yang sudah ada," ujarnya.

Bagi dia, pemutusan hubungan kerja sungguh merupakan jalan untuk membuka dan mengembangkan usaha sendiri.
Pemasok pakaian
Lain lagi yang dialami Handoko (43). Setelah terkena PHK dari Bank Papan Sejahtera di Jakarta tahun 1998 lalu kini dia justru sukses menjadi pemasok pakaian Muslim. Dibantu istrinya Ny Elinawati (39), sarjana akuntansi ini sekarang memiliki toko pakaian Muslim di Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua, Jakarta, serta Pasar Atom, Surabaya.
Selain melayani penjualan secara grosir, pasar utamanya justru ke Bandung, Balikpapan dan Samarinda (Kalimantan Timur), serta Banjarmasin (Kalimantan Selatan). "Pasar ke Kalimantan ternyata masih terbuka lebar," ujar Handoko yang mengaku omzetnya di atas Rp 200 juta per bulan.

Namun, sukses yang diraih Handoko tidak berlangsung sekejap. Pemilik Toko Amanah di Tanah Abang ini harus jatuh bangun sebelum menemukan bidang usaha yang cocok. Sebelumnya dia sempat mengajukan lamaran ke sejumlah bank dan perusahaan di Jakarta, tetapi tak satu pun yang ditanggapi.
Sempat membuka usaha air isi ulang, tetapi hasilnya tak memuaskan. Di tengah keputusasaan dia kemudian menjadi sopir taksi. Saat menjadi sopir taksi inilah jalan mulai terbuka ketika Handoko mendapatkan penumpang, Hj Aminah, seorang ibu pedagang pakaian Muslim di Banjarmasin.

Dia diminta menunggu saat berbelanja pakaian Muslim di Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua hingga diantar ke Bandara Soekarno-Hatta.
Dari perkenalan ini, Handoko kemudian mencoba mencari pakaian Muslim motif bordiran ke Tasikmalaya dan Pasar Tegalgubug, Kabupaten Indramayu, yang dianggap harganya lebih murah. Istrinya, yang berkerudung, dia ajak karena dianggap lebih mengetahui model-model pakaian Muslim.

Berbagai mode pakaian Muslim kemudian dikirimnya ke Hj Aminah di Banjarmasin dengan pola konsinyasi. Karena harganya bersaing, usahanya cepat berkembang dan memasok toko pakaian Muslim di sejumlah kota, seperti Bandung dan Balikpapan. Handoko pun mencari motif-motif baru ke sentra bordir Bangil di Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur) serta Kabupaten Garut (Jawa Barat).

Kini Handoko merekrut sejumlah ahli desain untuk merancang sendiri pakaian Muslim. Karena pasokan utamanya untuk Kalimantan, dia membuka toko di Surabaya dengan pertimbangan jumlah penerbangan dan harga tiket lebih murah dari Surabaya daripada dari Jakarta.
Mengikuti perjalanan Handoko dan istrinya, ternyata tak selamanya PHK harus diratapi dengan kesedihan. PHK juga bisa menjadi pembuka jalan. "Namun semuanya tak berjalan mudah. Ibarat bayi, harus siap jatuh bangun dan tak boleh kapok," ujarnya. (referensi sumber data:kompas )

PELUANG BISNIS DIMANA-MANA....



Beberapa hari yang lalu disaat waktu santai perhatian saya tiba tiba terfokus pada salah satu acara televisi satelite Saudi Arabia ,Di program televisi tersebut rupanya ada acara yang mirip dengan program televisi yang menyiarkan tentang bisnis kewirausahaan seperti di indonesia, uniknya dari televisi ini dilakukan liputan langsung /LIVE dan spontan dari tempat sang entrepreneur sedang melakukan bisnisnya,bisnis yang ditayangkan pun umumnya unik- unik dan lebih terfokus pada usaha kecil dan menengah.

Dari sekian tayangan,saya sangat tertarik pada bisnis ice cream yang dilakukan anak-anak muda disana yang hanya berjualan beberapa jam saja,tetapi hasilnya luar biasa... loh kok bisa?


Bisnis Ice cream sendiri kalau di indonesia bukanlah hal yang baru dan sudah banyak sekali pelakunya,cuman ada bedanya dengan apa yang dilakukan anak-anak muda saudi disana,mereka rupanya menjualnya dengan mengunakan " Ice Cream truck" yang mereka punyai sendiri dengan mendesign mobil tua mereka menjadi mobile penjual ice cream yang nyaman, ada juga yang beli langsung (build up),ada juga yang sewa pada perusahaan yang menyediakan khusus mobil penjual ice cream (ice cream truck), Dengan mobil tersebut dengan mudah mereka meng akses pusat-pusat keramaian dan menjual eceran ice creamnya disana pantas saja kalau dagangannya cepat habis.


Dari hasil wawancara yang dilakukan televisi Saudi dengan anak2 muda penjual ice cream itu rata2 mereka mendapatkan keuntungan bersih per hari yang hanya jualan sekitar 4-5 jam saja,mereka mengantongi 720 real - 960 real kalau dirupiahkan sekitar 1,8 juta - 2,4 juta rupiah, dengan keuntungan seperti itu untuk ukuran daerah arab sendiri termasuk besar.


Nah sekarang pertanyaannya adalah, Bagaimana kalau ide ini kita terapkan di indonesia?..,saya lihat kalau di negara kita jualan Ice Cream eceran dengan mobil ini masih belum banyak pemainya, malah saya belum lihat walaupun di jakarta, yang sudah saya lihat berjualan eceran dengan menggunakan mobil ini baru seperti penjual roti, warteg dan perabotan rumah.


Mungkin teman blogger lain punya informasi peluang usaha dan pengalaman dari negara tempat anda tinggal sekarang? Tidak ada salahnya kalu info itu disebarkan , kalau kita punya keterbatasan waktu,jarak seperti sekarang dan tidak bisa merealisasikan ide tersebut, siapa tahu pembaca blog kita yang take actionya dalam merelisasikanya....semoga dunia kewirausahaan di negara kita terus maju dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak banyaknya.


Selamat mencoba.....semoga bermanfaat.

Saturday, October 20, 2007

KEYAKINAN SUKSES


Ada sebuah Artikel yang sangat menarik perhatian saya untuk membaca berulang - ulang ,artikel itu sebenarnya bukan berasal dari majalah atau buku terbitan terbaru, melainkan dari salah satu koran bekas sinar harapan yang nyaris akan terbuang,tetapi judul dan isi artikel itu yang membuat saya merasa sayang untuk membuang sebelum membacanya.

Kenapa tidak?,.. di artikel ini diceritakan seorang sosok wiraswastawan keturunan korea yang belakangan dikenal sebagai pendiri sekaligus pimpinan Softabank Corporation yang berbasis teknologi tinggi dibidang industri komputer. Yang sangat menarik disimak dan layak dijadikan inspirasi adalah "keyakinan akan suksesnya" walaupun pada awalnya ia hanya kaya ide tapi miskin modal, tapi semua itu bisa dia wujudkan dengan kemampuannya dan keyakinan serta percaya diri yang tinggi dapat mempengaruhi orang lain dalam mewujudkan ide-ide bisnisnya.

Masayoshi Son melaju dengan Keyakinan dan Kriteria Sukses, Ia adalah Keturunan Korea, lahir di Jepang, sekolah di Amerika, dan meraih sukses dunia. Itulah profil singkat Masayoshi Son, pendiri sekaligus pimpinan Softabank Corporation yang berbasis teknologi tinggi di bidang industri komputer. Wiraswastawan yang satu ini ternyata memiliki dua jurus andalan untuk sukses yang patut kita teladani.

Keyakinan Sejak masih kuliah di Berkeley, Masayoshi memulai pengalaman bisnisnya yang pertama. Ia memiliki begitu banyak ide bisnis yang dituliskannya dalam sebuah buku. Dari segudang ide bisnisnya tersebut, ternyata ada satu yang sangat menarik perhatiannya, yaitu membuat kamus elektronik seukuran kalkulator yang dapat menerjemahkan delapan bahasa. Dengan keyakinan tinggi, dia mencari bantuan teknis dan dana. Ia kemudian menghubungi beberapa profesornya yang terbaik untuk membantunya.

Walaupun pada saat itu ia belum punya uang, ia berhasil meyakinkan profesornya tersebut untuk membantunya (dan bayaran akan diberikan kemudian). Keyakinannya membuahkan hasil gemilang. Ide membuat prototipe kamus elektronik berhasil diwujudkan dijual ke Sharp Corporation. Dengan hasil penjualan sebesar USD 1 juta, ia mampu membayar dua profesor yang membantunya.

Keyakinan tinggi juga ia terapkan ketika ia sudah kembali ke Jepang untuk mendirikan bisnisnya sendiri. Pada awal pengalamannya sebagai wiraswastawan, ia ikut pameran elektronik di Jepang. Pameran memang sukses tetapi pemesanannya sangat minim, bahkan tidak menutupi biaya selama pameran. Namun, Masayoshi tidak putus asa. Ia tetap optimis akan sukses karena ia percaya ide bisnis yang diluncurkannya sangat unik. Tidak lama kemudian Joshin Denki, seorang usahawan besar dari Osaka yang segera akan mendirikan toko Personal Computer besar, membutuhkan software yang dimiliki oleh Masayoshi.

Walaupun memiliki pengalaman bisnis yang minim, Masayoshi sekali lagi berhasil meyakinkan Joshin Denkin untuk bermitra secara eksklusif dengannya. Joshin Denki rupanya tertarik dengan motivasi dan keyakinan untuk sukses yang dimiliki oleh Masayoshi Son. Kriteria SuksesKebanyakan orang yang baru memulai usaha belum memiliki gambaran sukses secara jelas tentang apa yang akan mereka raih. Tidak demikian dengan Masayoshi Son. Sejak pemilihan ide bisnis yang akan diluncurkannya, ia telah mempunyai kriteria sukses. Kriteria sukses inilah yang digunakannya untuk menyeleksi ide bisnis mana saja yang kira-kira akan sukses di masa datang.

Salah satu kriterianya adalah “rasa cinta” pada bisnis yang dipilihnya. Ini merupakan syarat utama. Menurut Masayoshi, seorang wiraswastawan akan sukses dalam jangka panjang jika ia “jatuh cinta” pada bisnis yang akan ditekuni. Rasa cinta ini haruslah bisa bertahan selama 50 tahun ke depan (bukan hanya satu atau dua tahun saja). Tanpa rasa cinta, pengusaha tidak akan mampu bertahan ketika mereka menghadapi berbagai topan masalah.

Kriteria kedua adalah "keunikan bisnis "agar usahanya bisa menjadi nomor satu paling tidak dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Jika bisnis yang dipilih tidak unik, bisnis tersebut akan sulit bertahan dalam persaingan, atau mungkin juga akan sulit dimulai. Dengan kriteria sukses tersebut, Masayoshi membuat matriks untuk menganalisis semua ide bisnis yang berhasil dituliskannya. Ide bisnis yang paling banyak memenuhi kriteria sukses yang telah ditetapkannya itulah yang kemudian dipilih menjadi bisnis utama. Ide bisnis ini adalah penyediaan software bagi industri hardware di Jepang dan pasar internasional yang pada saat itu merupakan ide yang unik.

Anda ingin membangun usaha sendiri tetapi belum cukup memiliki dana untuk memulai usaha?.... Menurut pengalaman bisnis Masayoshi Son, dana bukanlah faktor penentu utama dalam memulai bisnis. Yang penting Anda sudah memiliki ide bisnis yang jelas (dan Anda harus jatuh cinta pada ide bisnis tersebut) yang dipilih dari seleksi yang menerapkan kriteria sukses, dan keyakinan sukses yang tinggi. Dengan kedua senjata ini, Anda sudah siap memasuki dunia bisnis. Masayoshi Son berhasil sukses di industri software komputer dengan keyakinan sukses tinggi serta kriteria sukses yang jelas, mengapa Anda tidak mencoba meneladaninya? Jika Masayoshi bisa, pasti Anda juga bisa. Selamat mencoba.

Tuesday, October 16, 2007

PENYUMBAT REJEKI


Hardi, seorang pedagang kelontong yang cukup berhasil di kotanya. Namun jangan lihat keberhasilannya sekarang sebelum tahu faktor apa yang menjadi penyebab usahanya maju dan lancar.Setahun yang lalu, Hardi mengadukan nasibnya kepada guru ngajinya. Ia mengaku sudah lebih sebelas tahun mencoba berbagai usaha namun selalu kandas di tengah jalan. Usaha pertamanya sudah dimulai saat ia baru memasuki kuliah tingkat dua, sekitar tahun 1994. Saat itu, ia mendapat pembagian warisan dari orangtuanya yang belum lama meninggal dunia.

Jiwa bisnisnya memang sudah terlihat semenjak kecil, jadi wajar jika kemudian ia mendapatkan uang warisan dalam jumlah yang cukup banyak, maka yang terbersit di kepalanya adalah bisnis.Maka, beberapa bulan kemudian ia membuka sebuah warung makan. Mulanya, warung makannya berjalan normal, bahkan bisa dibilang sangat laku keras. Mungkin karena ia melakukan promosi sangat gencar, selain karena ia termasuk anak muda yang memiliki cukup banyak relasi meski pun usianya masih sangat muda. Jadi sangat mudah baginya untuk mengundang sahabat, kerabat dan relasinya untuk sekadar mencicipi warung makan miliknya.Entah kenapa, selang tiga bulan kemudian satu persatu pelanggan meninggalkannya. Tak banyak lagi yang makan di warungnya, sehingga dalam waktu tak berapa lama ia terpaksa menutup usahanya dan gulung tikar.

Ia pun berganti usaha yang lain dengan sisa modal yang ada.Usaha barunya, tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Masih seputar makanan. Kali ini ia membuka usaha catering yang melayani makan untuk kantor-kantor di kota tinggalnya. Alhamdulillah ia dipercaya seorang rekannya yang bekerja di sebuah perusahaan untuk memasukkan catering untuk makan siang beberapa karyawan. Untuk sebuah awalan, catering untuk sekitar 20 karyawan dianggapnya bagus. “Mulanya 20, insya Allah menjadi 200, 2000 dan seterusnya…” semangat Hardi berapi-api.Alih-alih bertambah pelanggan, rupanya Allah berkehendak lain. Yang 20 pun menyetop langganan catering kepada Hardi, sementara selama satu bulan penuh itu ia belum mendapatkan pelanggan baru. Akhirnya, ia pun kembali mengalami kebangkrutan. Demikian seterusnya hingga lebih sepuluh tahun kemudian ia berganti jenis usaha selalu menemui kegagalan.Pada satu kesempatan ia mengadukan perihal kegagalan demi kegagalan usahanya kepaada guru mengajinya. Ia menceritakan secara detil semua jenis usaha yang pernah dicobanya dan bagaimana sampai akhirnya semua usahanya gagal. “Saya harus usaha apalagi guru, saya sudah kehabisan modal. Bahkan saat ini saya memiliki hutang yang tidak sedikit…” keluhnya.Guru tersebut tak lantas memberikan jawaban dengan menyebut satu bentuk usaha baru yang patut dicoba Hardi, melainkan meminta Hardi mengingat-ingat sesuatu di masa lalu. “Coba ingat, pernah punya hutang atau tidak di masa lalu? Atau pernah punya sangkutan berkenaan dengan rezeki orang lain atau tidak di masa lalu…?” tanya sang guru.Dahi Hardi mengerenyit, mencoba mengingat-ingat masa lampaunya. Rasa-rasanya ia tak pernah punya hutang kepada siapa pun, justru sebaliknya ia malah mengingat kembali daftar nama-nama yang pernah berhutang kepadanya. “Coba lebih keras mengingat, mungkin nilainya kecil, tapi boleh jadi itu yang menjadi penyumbat rezekimu…”“Astaghfirullah…. “ Hardi teringat sesuatu. Ia pun segera menyalami sang guru dan mohon pamit seraya berucap terima kasih.

Pria itu segera memacu kencang kendaraannya menuju suatu tempat. Dalam hati ia berharap cemas, “Semoga masih ada warung itu…”Tidak kurang dari tiga belas jam waktu yang ditempuh Hardi menuju Semarang, mencari satu tempat yang pernah ia singgahi hampir dua belas tahun yang lalu. Tiba di tempat yang dituju, ia tidak menemukan lagi warung mie ayam tempatnya makan dahulu. Kemudian ia mencoba bertanya kepada orang-orang di sekitar perihal tukang mie yang pernah berjualan di situ.“Ya, tukang mie itu bapak saya. Sekarang sudah tidak berjualan lagi. Sekarang bapak sedang sakit parah…” seorang anak menceritakan ciri-ciri fisik penjual mie ayam itu, dan Hardi yakin sekali itu orang yang dicarinya. Tanpa pikir panjang, ia minta diantarkan ke rumah penjual mie untuk bertemu langsung.Ketika melihat kondisi penjual mie, Hardi menitikkan air mata. Ia langsung meminta beberapa anggota keluara membopong penjual mie itu ke mobilnya dan segera membawanya ke rumah sakit. Alhamdulillah, jika tidak segera dibawa ke rumah sakit, mungkin penjual mie itu tidak akan tertolong.

Seluruh biaya rumah sakit tercatat mencapai lima belas juta rupiah, dan semuanya ditanggung oleh Hardi.Beberapa hari kemudian, setelah kembali ke rumah, bapak penjual mie itu mengucapkan terima kasih kepada Hardi. “Bapak tidak tahu harus bagaimana mengembalikan uang biaya berobat itu kepada nak Hardi. Usaha dagang bapak sedang susah…” Hardi berkali-kali mencium tangan Pak Atmo, penjual mie itu. Matanya tak henti menitikkan air mata, ia sedang berusaha menyatakan sesuatu, namun bibirnya terasa sangat berat.Akhirnya, “… semua sudah terbayar lunas pak. Saya hanya minta bapak mengikhlaskan semangkuk mie ayam yang pernah saya makan tanpa membayar dua belas tahun silam”, Hardi terus menangis berharap keikhlasan itu didapatnya. Saat itu, sehabis makan ia langsung kabur memacu sepeda motornya dan tak membayar semangkuk mie seharga 1.500 rupiah.Pak Atmo memeluk erat tubuh Hardi dan mengusap-usap kepala pria muda itu seraya berucap, “Allah Maha Pemaaf, begitu pun semestinya kita…”.***Perlancar dulu rezeki orang lain, agar tidak menyumbat rezeki kita.Wallaahu ‘a’lam bishshowaab (Dari artikel Bayu Gawtama)

Saturday, October 13, 2007

IDE BISNIS


Dalam memiliki dan memulai suatu usaha memang tidak serta merta begitu saja hadir dan instant tanpa proses,saya yakin banyak orang mempunyai penglaman tersendiri bagaimana "proses memulai bisnis" itu berlangsung sedikit demi sedikit sampai akhirnya berwujud bisnis atau sampai tercapai kesuksesan.

Proses yang saya maksud adalah sejak mulai terinspirasi untuk memulai bisnis,kemudian muncul ide bisnis,memilih jenis bisnis tertentu,merancang design bangunan/toko/usaha, survey pasar lingkungan setempat, sampai akhirnya berkeyakinan dan dengan optimis melangkah kebentuk real dengan meralisasikan rencananya itu dalam bentuk nyata, dengan ditandai dengan "berani invest" atau keluar modal untuk membiyayai semua keperluan yang dibutuhkan untuk jenis bisnis yang ia pilih, akhirnya jadilah bentuk usaha itu.

Tapi kadang karena kita ingin memilih bisnis yang bersifat unik,atau tidak terlalu banyak pesaingnya, suatu saat kita merasa " kekurangan ide" atau kalaupun ide itu ada, muncul pertanyaan lain dalam diri kita apakah ide bisnis ini kalau direalisasikan akan laku? atau mendapat sambutan pasar?.... memang tidak mudah untuk menjawab pertanyaan ini karena jawabanya yang pasti baru bisa dilihat setelah kita membuka dan merealisasikan bisnis unik kita itu, makanya tidak heran kalau tipe entrepreneur kita masih berkelas "bulu" mungkin kita akan mengurungkan niat kita itu membuka usaha itu karena tidak yakinya kita dengan respon pasar dari produk yang akan kita luncurkan dan kemudian baru menyesal setelah ada orang lain yang akhirnya merealisasikan ide kita yang selama ini kita tunda-tunda, dan munculah komentar..."coba kalu saya mulai usaha itu sejak dulu mungkin sudah sukses seperti orang itu"

Nah itulah gambaran seorang entrepreneur, ide bisnis itu sangat berharga dan jiwa optimis dalam merelisasikanya adalah tenaganya,kadang kita banyak ide tapi miskin keberanian akhirnya tergilas entrepreneur lain yang keberanian mengambil resiko dan jiwa optimisnya sudah berkelas "bantam".

Akhir- akhir ini saya semakin memahami bahwa ternyata memang benar kalau ada teori yang mengatakan: Dalam berbisnis Resiko berbanding dengan keuntungan yang didapat,semakin besar resiko kerugian semakin besar keuntungannya.

Sebagai contoh: Type kelas bulu seperti saya misalnya, dalam memilih bisnis mungkin lebih memilih yang sudah jelas laku dan sudah banyak dipasaran, misalnya kita dalam memulai bisnis makanan,maka untuk meminimalkan resiko saya akan pilih waralaba yang sudah jelas pasarnya, nah kalau saya sukses dalam usaha dari waralaba makanan tersebut tentu hasilnya tidak sebesar seperti seorang entrepreneur yang jiwa optimis dan tekadnya berkelas "bantam" yang berani memulai dan merintis sejak produk itu tidak dikenal, bahkan tidak ada dipasaran tapi karena keyakinannya akan respon pasar atas produknya, maka ia tidak putus asa dan tetap yakin atas langkah bisnisnya.
Sebagai contohnya adalah Pak Hendy, seorang entrepreneur yang sangat optimis sejak dari awal mengembangkan "mereknya sendiri' yang saat itu tidak ada satupun yang membuka usaha dengn jenis makanan yang sama dengan nya. dan hasilnya sebanding dengan kegigihan nya dalam mempopulerkan makan jenis kabab ini ,yang semula dipandang sebelah mata dan sekarang hasilnya sungguh luar bisa berkat kekonsistenanya dalam membangun bisnis unik yang tidak ada pesaingnya.

Walaupun kita banyak ide-ide dalam berbisnis tapi alangkah baiknya dari sekian ide itu kita sarikan ke bentuk sekala proritas yang mana dulu yang akan kita jalani,salah satu caranya mungkin kita sesuaikan dengan SDM kita punyai saat ini atau hoby kita yang selama ini gandrungi, supaya apa yang kita geluti tetap terfokus dan enjoy dalam menjalani prosesnya.

Ide bisnis memang bisa kita dapat darimana saja,waktu kita bekerja,sedang dirumah,diperjalanan bahkan sedang dalam perantauan di negara lain sekalipun,dan juga dalam merealisasikannya tidak mesti harus di indonesia saja, kalaulah kita menjadi seorang perantau di negri orang kita bisa juga memulainya disana,dan hal ini telah di buktikan oleh seorang ibu yang sekarang merantau di hongkong, Silahkan simak kisahnya

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi......

Friday, October 12, 2007

SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1428 H

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1428 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN,TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM.

Friday, October 5, 2007

RUMAH DAN PELUANG BISNIS



Apa pendapat dan perasaan anda setelah melihat gambar rumah ini?

Mungkin ada yang merasakan damai,tentram dan sejuk seperti hidup dipedesaan yang asri atau bahkan ada yang bercita-cita untuk membuat rumah model ini untuk istirahat di akhir pekan melepas hiruk pikuk dan super sibuk aktifitas kota metropolitan.

Ya......memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai manusia membutuhkan kedamaian dan suasana hidup yang tenang, dalam hal ini telah membuktikan bahwa rumah bisa mempengaruhi perasaan kita,mood,motivasi,privacy dan banyak lagi, maka tidak heran bahwa dewasa ini fungsi rumah sudah bergeser bukan hanya sebagai tempat kita berlindung semata tetapi mempunyai nilai yang lebih kompleks lagi,dari mulai art atau seni,adat/etnis,mengekspresikan hobi,prestise,bahkan mempunyai nilai komersil bisnis yang multiguna.

Nah nilai yang terakhir inilah yang akan kita bahas kali ini ,kalau kita bicara rumah atau nilai suatu property mungkin pikiran kita lantas melayang pada nilai sewa per bulan atau pertahun kalau dikontrakan atau dibuat kos-kosan,tapi bukan itu yang saya maksud kali ini tapi rumah yang bisa dijadikan manfaat dalam memulai usaha yang lagi-lagi membuktikan secara nyata bahwa nilai suatu rumah itu memang luar bisa dan bernilai multiguna.

Mungkin anda sering mendengar istilah "Home based business" bisnis rumahan ini bukan hanya populer di indonesia tapi sudah jauh-jauh hari sebelumnya di Amerika sana banyak orang yang sukses memulai bisnis dari rumah atau lebih spesifik lagi dari bagian rumah seperti garasi,ruang tamu bahkan kamar tidur.Sebagai contoh yang semua orang sudah hafal adalah sosok Bill gate boss microsoft dari Amerika,pendiri Yahoo, perusahan Apple Computer begitu juga di Indonesia banyak sudah contoh-contohnya dari perusahaan jamu,makanan,peralatan bayi,furniture,kursus dsb awalnya memulai usaha dari rumah.

Bisnis yang dimulai dari rumah ini umumnya memang dijadikan alternatif karena alasan ekonomis,dengan memulai usaha dari rumah alasan biya sewa bisa dihilangkan makanya tidak heran home based business ini di pilih oleh UKM dengan keterbatasan modal walaupun pada perakteknya sering ada masalah dengan privacy.

Sebagai gambaran lebih jelas dan contoh kisah sukses bagaimana memulai bisnis dari rumah silahkan klik disini

Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi..............