Tuesday, March 25, 2008

Memfokuskan Tujuan (goal)



Apakah anda dalam memfokuskan tujuan (goal) sudah spesifik?....


Atau malah kebanyakan tujuan sehingga tidak fokus?....



Demikian halnya dengan saya, jujur saja sering mengalami hal ini, sehingga target yang saya tentukan pada akhirnya tidak tercapai.

Ada pernyataan Dr.Dale Carnegie yang ada hubungannya dalam menentukan goal yang bisa dijadikan acuan, "Kebanyakan orang tidak sukses karena tidak memiliki tujuan yang di definisikan secara jelas dan sebagian orang gagal mencapai kemajuan karena memiliki tujuan yang sangat banyak".


Kalau anda sekarang mempunyai banyak tujuan seperti saya, kata Michael Materson,"anda tidak akan dapat mencapai semuanya jika anda tidak mempersempit dan memprioritas tujuan itu,anda mungkin tidak dapat mencapai satupun darinya".

Apa maksudnya?

Materson memberikan contoh tentang dirinya yang memiliki banyak tujuan pada awalnya, dia ingin menjadi pengarang novel,humanis,guru, penyair,filsuf dan juga ingin menjadi orang kaya.Saya butuh beberapa hari untuk mempersempit daftar tujuan itu menjadi 3 katanya , sehingga dia dapat mempersempit lagi menjadi 1 tujuan dengan susah payah, akhirnya dia memilih prioritas tujuannya yaitu "menjadi orang kaya"!

Untuk hal ini ada tips dari Dr.Dale carnegie " bahwa cara yang paling baik untuk menjamin anda dapat memenuhi suatu tujuan, adalah dengan menjadikannya prioritas nomor satu

Prinsif dasar seperti di jelaskan di buku Seven years to seven figures, adalah memiliki hidup yang penuh dan seimbang,hidup yang tidak hanya meliputi pekerjaan,tetapi teman,keluarga dan keterlibatan pada masyarakat,hal ini berati anda harus memikirkan setidaknya 4 katagori saat menetapkan tujuan:

1.Kesehatan Anda
2.Kekayaan anda
3.Kehidupan sosial anda
4.Kehidupan pribadi anda

Tujuh tahun dari sekarang misalnya anda mungkin ingin:

1. (Kesehatan) anda ingi dapat mempertahankan kondisi kesehatan atau berat badan seperti usia ketika masih usia SMA dulu.

2.(Harta)Mencapai kekayaan bersih senilai miliaran rupiah.

3.(Sosial) Menjadi kepela organisasi,ketua Rt,Camat atau Bupati dst.

4.(Pribadi) Menulis buku,novel pertama anda.

Semua itu adalah tujuan yang dapat anda raih dan ambisius, jika anda memberikan proporsi prioritas yang sama,anda tidak akan sekses sepenuhnya,anda mungkin bisa jadi kepala Rt,Organisasi bahkan walikota, berat badan anda ideal dan berusaha keras menulis buku atau novel tetapi anda meesa kecewa dengan pencapaian kemakmuran/kekayaan anda.

Hanya ada satu cara menurut Michael Masterson, agar anda benar-benar yakin mencapai tujuan anda misalnya untuk mencapai kekayaan 10 - 12 digits selama tujuh tahun, maka... anda harus menjadikannya sebagai prioritas yang paling utama.

mm..Jadi teringat kata-kata dahsyat yang saya pasang di blog ini

"Set your goals high,and don't stop till you get there"

Nah sekarang silahkan anda renungkan sendiri kondisi anda sekarang dalam memfokuskan tujuan,apakah tujuan anda ingin menjadi usahawan kaya , karyawan,konsultan dsb. Kalau anda memilih jadi usahawan maka usaha apa yanga akan anda pilih sebagai prioritas utama? dibidang jasa,garment,komputer,makanan,automotive ataukah pertanian dan perikanan?

Semoga bermanfaat......

Monday, March 17, 2008

Millionaire Moms.


"I study successful people. Because one day it occurred to me, they started out just like me," explains Jeanne Bice, founder of The Quacker Factory, a more than $50 million company that designs and sells clothing exclusively through QVC. "I've heard that Martha Stewart started out selling pies in front of a Ralph Lauren store in a strip mall. From humble beginnings she became a great success. To this day I read about people who have become successful, and I use people as role models. And I look at success, I don't look at failures. Because I'm not headed for a failure."



Itulah cuplikan dari buku Secret of millionare moms yang mungkin bisa dijadikan referensi dan motivasi untuk para ibu untuk menjadi usahawan.



Kisah sukses "Moms entrepreneur" yang berhasil memang banyak kita ketahui dan kenal dari media masa,kalau di negara indonesia kita kenal Moeryati Sudibyo sang ratu jamu,Dewi motik yang awalnya merintis bisnis dari rumahan yang akhirnya mencapai kesuksesan ,terkadang kita hanya terpaku dan terpukau oleh gemerlap kesuksesannya yang mereka capai pada akhirnya tanpa melihat bagaimana proses sebelumnya,kiat -kiat membangunya,komitmen,ke gigiihan,meluruskan persepsi yang salah tentang seorang entrepreneur seperti ada garis keturunan,bakat,kelebihan yang seolah-olah menjadi usahawan itu sudah "dari sononya" atau terlahir dengan sarana yang sudah jadi begitu saja,yang ternyata persepsi seperti ini bukan dialami oleh kita saja atau ibu -ibu yang sekarang mau merintis bisnis tapi terpasung mitos tidak ada bakat,tidak ada keturunan menjadi usahawan dsb.



Hal serupa ternyata dialami umumnya oleh orang-orang yang masih belum tergerak menuju dunia entrepreneur ,nah untuk menghilangkan persepsi salah dan kiat -kiat apa sih yang bisa dilakukan oleh para pengusaha wanita dunia bisa dilihat Entrepreneur Magazine yang intinya adalah.



Debunking the Myths Many people believe they don't have the innate qualities necessary to find success as an entrepreneur, and that self-made millionaires are somehow "different" from them. I think that many of the most commonly held beliefs, however, are simply myths, and our Millionaire Moms' experiences support my position. In this section, I discredit five common myths about successful entrepreneurs.



Myth No. 1: You Have to be "Ms. Personality"Reality: People with many different personality types have become successful. For as many outgoing Martha Stewarts and Richard Bransons, there are countless successful entrepreneurs with very low profiles who wish to stay that way. It's more important to be smart in business and to build a strong team than it is to be charismatic.



Myth No. 2: The Idea is the Most Important ThingReality: Yes, it's important to have a good idea. But that's not even half the battle. More important is how you position your product or service, and how it meets your target market's needs. You don't need to invent something completely novel, like the iPod or the microwave oven, to be successful – you can also take an idea that already exists and simply make it better



Myth No. 3: Success Means Never Going BackwardReality: Yes, successful people are committed to making their vision happen. But they are also willing to change direction



Myth No. 4: Only Risk Brings RewardReality: Any entrepreneurial venture involves some risk, yes. But you don't have to risk everything in order to find success



Myth No. 5: Your No. 1 Priority Has to be MoneyReality: For many entrepreneurs, millionaire status is a by-product of their original goals. In my own case, it was never money alone that motivated me to build Mom Inventors, Inc. And a number of the Millionaire Moms are still stunned that they turned their kitchen-table businesses into multi-million dollar ventures