Thursday, November 15, 2007

INVESTASI EMAS UNTUK KEAMANAN


"Menaruh telor jangan dalam satu keranjang !", kalimat tersebut memang ada benarnya kalau dihubungkan dengan teori investasi.

Bebicara investasi yang akhir akhir ini marak dibahas,dikupas,diburu bahkan yang sedang di elu-elukan saat ini adalah property,karena memang terbukti sangat menguntungkan khususnya property yang letaknya strategis, ada juga saham,Danareksa,option dsb..memang tidak ada salahnya ......dan tidak salah juga kalu kita coba investasi lainnya, apa lagi yang jelas stabil dan dipercaya berpuluh bahkan beratus ratus tahun dalam berinvestasi.

Tapi tahukah anda bahwa investasi dalam bentuk Emas yang selama ini kita jarang membahasnya, bahkan tidak pernah berfikir untuk berinvestasi di jenis logam mulia ini, padahal sangat prosfektif dimasa datang? dan bahkan emas dikatagorikan sebagai musuhnya dolar,makanya tidak heran beberapa tahun yang lalu kebijaksanaan di Amerika serikat pernah memperketat kepemilikan emas,dan yang baru-baru ini terdengar pemerintah China sedang gencar2 nya mempromosikan dan berinvestasi di emas dalam jumlah besar supaya China bisa lepas dari cengkraman dolar,hal ini yang membuat Amerika khawatir dan ketakutan akan nasib uang dollarnya dimasa depan..

Mungkin diantara pembaca ada yang menjawab, "ia memang menguntungkan tapi investasinya sangat lambat", apa memang demikian?.. mari kita buktikan dan bahas bersama-sama.

Emas sudah terbukti sejak jaman dahulu kala merupakan alat untuk investasi yang aman dan stabil dan sampai sekarang pun juga demikian
coba saja kalau kita bertanya pada orang -orang tua kita bagaimana mereka berinvestasi dan menaruh hartanya? jawabanya pasti Emas, cuman pada masa kita sekarang ini karena banyaknya sarana ber investasi seperti property,saham,option dll ,berinvestasi di emas kesannya tradisional dan lambat.

Pada saat masa krisis di indonesia harga dolar menjulang tinggi bahkan sampai Rp.16.000/ USD kemudian menurun kembali sampai level Rp.7000 - 8000, dan sekarang bertengger di angkaRp. 9.100./USD, nilai mata uang terbukti selalu fluktuatif dari waktu kewaktu, dan pada masa krisis ekonomi seperti ini boleh dikatakan emas sebagai penyelamat investasi karena nilainya stabil dan terus menanjak naik dengan pasti. Tidak percaya? coba kita renungkan kembali pada saat krisis berapa tabungan kita di bank dan kita bandingkan, berapa harga emas saat krisis atau beberapa tahun yang lalu per 1 gramnya,dan sekarang harga emas berkisar Rp.220 ribu/gram yang baru beberapa tahun yang lalu masih 90-100 ribu per gramnya.

Trend emas dari dulu sampai sekarang selalu naik harganya. Kenaikan terhebat terjadi sejak 2001. Sementara banyak mata uang kertas lain pada babak belur, emas selalu meroket di depan. Seberapa besar? Tak seorang pun yang bisa menebaknya, tapi kenaikan bisa terjadi setiap saat, dan jumlahnya sangat besar dibandingkan deposito.Pernah ada interview keluaran Oktober 2003, diperkirakan 10-12 tahun yg akan datang dari 2003 itu, harga emas sekitar $8000 per troy ounce. Itu artinya kalo di lihat dari sekarang, itu tahun 2013-2015, tidak terlalu lama dari 2007 . Saat ini di bloomberg, harga emas sekitar $660 per troy ounce. Itu artinya jika invest emas katakanlah Rp 200 juta (2007), maka tahun 2013-2015 kelak akan memiliki emas senilai Rp 2,2 milyar alias kenaikan 1112%. Deposito bahkan reksadana dan ORI skalipun tidak bisa menyaingi angka itu.

Kemampuan centralbank termasuk BI dalam memanipulasi nilai uang tak diragukan lagi, tapi tidak untuk emas. Emas 60 tahun bisa dipakai buat beli minyak saat ini, dan jumlah emas nya tidak berubah. Sedangkan dollar 60 tahun gak bisa beli minyak saat ini dgn jumlah yg sama, artinya dollar collaps.

Nah itu hanya sebagian kecil dari keuntungan ber investasi di emas yang saya ambil dari berbagai referensi. Sementara kalau kita tertarik investasi di emas maka pilihlah emas coin atau batangan karena harga jualnya tidak akan menurun, dibandingkan dengan emas dalam bentuk perhiasan,karena tepotong biaya pembuatan,yang tidak dihargai ketika di jual kembali,atau karena model yang sekarang berubah dibandingkan dengan model saat dibuatnya yang berdampak pada harga yang lebih murah dari model yang lebih trendy.

Dimana kita membeli Emas batangan atau coin? anda bisa mendapatkan di Logam Mulia atau tempat2 penjualan emas khusus.

Emas batangan dan Koin bisa di beli di Divisi Logam Mulia dari PT. Aneka Tambang dengan alamat
Jl. Pemuda - Jl. Raya Bekasi Km. 18Pulogadung, Jakarta 13010Ph. (62-21) 475 7108 (hunting),Direct marketing (62-21) 478 65492, 478 65948Fax. (62-21) 475 0665

Supaya anda lebih yakin tentang peluang investasi emas ,maka saya hadirkan artikel lainnya tentang Investasi Emas anda bisa klik dibawah ini .......selamat berinvestasi semoga bermanfaat.

1.Emas sebagai penangkal inflasi
2.Investasi Emas kian berkilauan
3.Keuntungan investasi Emas
4.Tips investasi Emas
5.Bank syariah mandiri targetkan investasi Emas
6.Cabang-cabang investasi
7.Coin Emas layak dijadikan investasi
8.Bukti kenaikan harga emas yang fantastic.

Saturday, November 10, 2007

SEDEKAH DAN BISNIS


Kalau kita seorang usahawan atau pemilik bisnis sudah bisa dipastikan banyak rencana yang ingin dilakukan,ekspansi usaha,efisiensi,bahkan membuat bisnis baru yang tentunya akan mempengaruhi pada status keuangan kita yang ujung-ujungnya akan menghitung profit keuntungan saat ini, atau cash flow usaha kita,semakin banyak rencana ekspansi bisnis semakin banyak dana yang akan kita keluarkan dan saat itu semakin ketat dan berat juga kita dalam mengatur,mengontrol dan mengalokasikan pengeluaran, apakah ada yang salah apabila kita mengalami hal itu?

Tentu saja tidak... Cuman kadang saat-saat seperti inilah yang menyebabkan seorang usahawan merasa berat,sayang bahkan merasa rugi kalau memberikan sebagian hasil profitnya atau pendapatannya untuk orang lain,dalam hal ini bisa berupa sodakoh,zakat atau dana sosial yang dibutuhkan saudara kita yang tidak mampu.Zakat,infak dan sedekah itu sebenarnya bukanlah beban, tetapi sudah merupakan kebutuhan bagi kita untuk ketenangan jiwa dan ketenangan dalam berbisnis atau berinvestasi ,kalau boleh saya bilang sebagai penetralisir sifat rakus,tidak peduli orang lain dan profit oriented semata.

Pertanyaan berikutnya, apakah benar kita akan rugi kalau kita bersedekah atau berinfak dan berzakat dari 2,5 %,10%,20% bahkan sampai 50% dari keuntungan kita? kalau mungkin dilihat dari kacamata matematika mungkin ia.., tapi dari segi agama tidak begitu.

Untuk itulah kali ini saya mengangkat tema bisnis dan sodakoh berikut pengalaman nyata yang dialami oleh pengusaha sukses yang saya ambil dari koran republika terbitan 2004, semoga bisa dijadikan nasehat dan inspirasi buat diri kita yang saat ini sebagai pelaku bisnis,karyawan dsb..


Hidup di dunia, dibandingkan di akhirat hanya jam-jaman saja. Siksa di neraka tanpa batas. Nikmat di surga juga tanpa batas. Hal ini harus dipikirkan dari sekarang. Mumpung masih hidup. Namun, umumnya manusia, yang dipikirkan hanyalah yang sebentar itu, yang tanpa batas justru tidak dipikirkan.''

Kalimat-kalimat bernfas dan bernada kearifan itu meluncur dari seorang lelaki tua yang masih terlihat gagah, Soeparno. Di usianya yang menginjak 74 tahun, ia masih aktif dalam berbagai aktivitas dakwah. Ia juga selalu bergiat memperbanyak sedekah.

Pimpinan Santri Group itu menyedekahkan sebagian keuntungannya untuk umat. `'Ada beberapa perusahaan yang separuh untungnya untuk sedekah. Ada yang 20 persen keuntungnya untuk sedekah,'' papar Soeparno.

Kalau kita datang ke Toko Santri miliknya yang berjumlah 12 dan tersebar di seluruh wilayah Solo, kita akan menjumpai spanduk bertuliskan, `'Sebanyak 20 persen hasil usaha untuk sedekah, 2,5 persen untuk zakat.''

Apakah sedekah yang begitu besar (hingga mencapai 50 persen dari laba) tidak mengganggu usaha? Bukankah biasanya orang sengaja mencadangkan sebagian labanya untuk ekspansi usaha? ''Sama sekali tidak mengganggu usaha. Bukankah yang disedekahkan itu hanya labanya? Lagi pula, satu hal yang pasti, adalah keberkahan yang luar biasa.''

Bapak sembilan anak ini menambahkan, `'Saya tidak khawatir bahwa sedekah itu akan mengurangi laba dan mengganggu bisnis saya. Saya malah merasa bahagia, karena bisa memberikan sesuatu yang insya Allah berguna bagi orang lain,'' tutur lelaki yang memulai bisnis sejak masih usia belasan tahun.

Soeparno menyebutkan, anak-anaknya sudah besar semua. `'Tugas saya menyiapkan mereka untuk hidup layak di dunia boleh dibilang sudah terlaksana. Mereka semua sudah punya usaha. Sekarang justru yang penting adalah menyiapkan bekal buat saya pulang ke akhirat. Kalau saya menyedekahkan 50 persen laba saya, maka itulah yang jadi milik saya di akhirat nanti. Saya berharap bisa panen di akhirat,'' tuturnya.

Soeparno menyebutkan ada dua tujuan memperbanyak sedekah itu. Pertama, mencari ridha Allah. Kedua, memberi contoh kepada yang lain, khususnya keluarga dan sanak kerabat, supaya mencari kekayaan jangan untuk menyenangkan diri sendiri tapi untuk umat.

Dana sedekah dan zakat itu, oleh Soeparno digunakan untuk membangun pondok pesantren, masjid, SD Islam internasional, dan TK Islam. Soeparno juga mendirikan Yayasan Al Abidin. Dia menjadi ketua yayasan, sedangkan anggotanya adalah sembilan orang anaknya. `'Inilah sedikit sumbangsih kami kepada masyarakat. Semoga ada manfaatnya, dan semoga Allah SWT berkenan menerimanya,'' tuturnya.

Soeparno adalah contoh seorang pengusaha Muslim yang ulet. Dia merintis usahanya sejak kecil, sejak masih zaman Belanda. Mula-mula dia jualan nasi bungkus di desa Kaliyoso (Solo arah Purwodadi), keliling kampung. Kemudian dia berjualan rokok dan permen.

Tahun 1952 ia merantau ke Kalimantan. Dia sana dia masuk pendidikan militer selama enam bulan, dan menyandang pangkat Prajurit Dua. Dia jadi tentara sambil berdagang minyak tanah dan bertani di daerah Balikpapan. Tahun 1962, ia kembali ke Solo. Jadi tentara sambil berdagang beras. Tahun 1966, ia membuka pabrik kantong gula putih.''Tahun 1967 saya membuka pabrik jas hujan. Pabrik tersebut sampai sekarang masih bertahan. Produk tersebut beredar ke seluruh Indonesia. Mereknya adalah Cap Gajah,'' paparnya.

Tahun 1994, Soeparno melebarkan sayap usahanya dengan mendirikan pabrik tikar plastik. Pemasarannya mencakup Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada beberapa merek yang dipasarkan, seperti Cap Gajah, Cap Ikan Terbang, dan Cap Kuda Terbang. Usaha Soeparno terus berkembang. Tahun 2002, ia membuka pabrik busa untuk mebel. Pemasarannya mencakup seluruh wilayah Jawa Tengah. Tahun 2004, dia membuka pabrik rantang plastik dan gantungan baju. `'Orang Muslim harus selalu jeli melihat peluang-peluang bisnis,'' tegasnya.

Tak hanya memproduksi bermacam-macam produk. Soeparno juga bermain di sektor hilir, yakni ritel. Dia mendirikan toko kelontong yang menjual bermacam-macam karpet dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Toko yang memakai merek 'Santri' itu dirintis sejak 10 tahun silam. Saat ini jumlahnya sudah mencapai 12 buah dan tersebar di seluruh wilayah Solo. `'Saya sengaja memakai atribut Islam. Jangan takut berbisnis memakai bendera syariah. Ini malah keharusan bagi seorang Muslim, agar usahanya jadi berkah,'' ujarnya.

Soeparno menyebutkan, 50 persen laba bersih pabrik busa, dan pabrik tikar disedekahkan. Pabrik mantel ada dua. Yang satu, 50 persen labanya disedekahkan. Yang satu lagi, 20 persen disedekahkan. `'Pokoknya jangan takut miskin lantaran bersedekah. Allah sudah berjanji akan membelas sedekah yang kita keluarkan dengan balasan berlipat ganda hingga 700 kali lipat. Dan janji Allah pasti benar,'' tandas Soeparno.

Dia menjelaskan, di zaman Rasulullah para sahabat senantiasa berlomba-lomba untuk bersedekah sebanyak mungkin. Abu Bakar,Umar, Ustman, Abdurrahman bin Auf dan lain-lain, semuanya selalu berlomba-lomba untuk bersedekah sebanyak mungkin. Abdurrahman bin Auf adalah contoh seorang pengusaha yang selalu bersedekah sebanyak-banyaknya, namun hartanya makin melimpah. Makin besar sedekah yang dia keluarkan, harta tersebut makin berkembang. `'Sungguh, Allah SWT tak pernah mengingkari janjinya,'' tegas Soeparno.

Soeparno mendidik anak-anaknya untuk berbisnis. `'Tak ada anak saya yang jadi pegawai,'' katanya. Mengapa dia tidak mau jadi pegawai dan juga `melarang' anak-anaknya jadi pegawai? `'Sebab, kalau kita jadi pegawai, sering ibadah kita tidak lancar atau tertekan. Pernah waktu jadi pegawai, saya dihukum gara-gara shalat. Kalau punya usaha sendiri, ibadah bebas,'' tegasnya.

Di samping itu, kata Soeparno, kalau kita jadi pegawai, penghasilan pun relative terbatas, karena sudah diatur oleh pemilik perusahaan. `'Mana ada pegawai yang kaya kalau tidak korupsi?''kritiknya. Sebaliknya, kalau kita berbisnis. Peluang meraih kekayaan terbuka lebar. `'Bukankah Nabi bersabda bahwa 90 persen rezeki berada di tangan pedagang dan pengusaha. Sisanya yang 10 persen itulah yang diperebutkan banyak orang,'' ujarnya memberikan alasan.

Totalitas Soeparno dalam ber-Islam juga ditunjukkan dengan perhatiannya kepada bank syariah. Dulu, sewaktu Bank Muamalat buka cabang di Semarang, Soeparno menarik dananya di bank konvensional, kemudian menyimpannya di bank syariah tersebut. `'Setelah Bank Syariah Mandiri membuka cabang di Solo pada Agustus 2000, maka dana saya seluruhnya saya pindahkan ke BSM Solo. Saya merupakan nasabah pertama BSM Solo. Saya tidak hanya nasabah penyimpan dana, melainkan juga nasabah pembiayaan di BSM,'' paparnya.

Itulah Soeparno. Lelaki yang kelihatan selalu gesit dan penuh semangat bila bicara soal-soal Islam dan kaum Muslimin. Lelaki yang rohaninya makin kayak arena dia tidak sungkan-sungkan untuk mendistribusikan sebagian kekayaannya untuk orang yang memerlukan.