Friday, October 17, 2008

Keharusan vs Keinginan



Kalau kita mau bertanya pada diri kita sendiri tentang Rencana,target dan tujuan serta cita-cita kita sejak dulu sampai sekarang apakah semua itu sudah tercapai?? kalau pun tidak semua mungkin sebagiannya?....atau malah tidak ada yang tercapai sama sekali?.

Lantas apa jawaban jujur anda dan saya?

Kalau target dan tujuan kita tidak tercapai mungkin ada hal yang perlu di benahi dari kita,dimana letak kesalahannya.. bukan begitu?..

Di dalam buku - buku motivasi baik nasional maupun internasional umumnya ada intisari kesamaan dari contoh - contoh bagaimana seseorang bisa sukses dalam mencapai tujuan - tujuannya,dan juga mengapa orang tidak bisa mencapainya,intinya terletak pada fokus,skala prioritas dan "suatu keharusan" yang harus dicapai dan bukan "sekedar keinginan" dalam mencapai tujuan - tujuan hidupnya.

Sebagai contoh dalam buku Seven years to seven figures karangan Michael Masterson yang menjadikan skala Prioritas sebagai strategy dalam mencapai tujuan kekayaannya dimana dia menjadikan "pencapaian kekayaan bersih sebesar tujuh digit (USD ) dalam waktu tujuh tahun sebagai proritas utama dalam hidupnya dan terus fokus sampai tujuannya tercapai.

Sementara dalam buku- buku Adam Khoo menetapkan rumus yang sama tetapi dengan istilah berbeda yaitu dengan menetapkan tujuan nya sebagai suatu keharusan.

Bagi kebanyakan orang mendapatkan apapun yang di inginkan jarang merupakan keharusan,mereka ingin langsing tetapi bukan keharusan kalau tidak tercapai ya tidak apa-apa,mereka juga ingin memiliki bisnis tetapi hanya sebatas keinginan dan tidak menjadikannya suatu keharusan dengan kata lain tidak memiliki bisnis pun tidak apa-apa saya masih bisa hidup.Jika sesuatu hanya sebuah "seharunya" dan bukan sebuah "keharusan" maka jarang kita akan dapat memperolehnya,anda akan selalu menemukan jalan untuk berkilah,melepaskannya dan berhenti berusaha pada saat menemukan hambatan.

Adam Khoo dalam bukunya bertannya kepada kita.

Apakah mimpi - mimpi dan tujuan anda merupakan sebuah keharusan ataukah sekedar keinginan,yang kalaupun anda tidak memperolehnya anda masih bisa hidup tanpanya?

Apakah anda benar-benar sudah memiliki komimen untuk melakukan apa saja dimasa lalu,atau menyerah dan berhenti di tengah jalan?

Untuk merasakan " Aura kekuatan harus" silahkan anda tetapkan tujuan2 pribadi anda seperti dibawah ini.

1.Saya "ingin" berwirausaha , (diganti)... Saya "harus" berwirausaha.

2.Saya "ingin" punya 10 properti dalam 5 tahun,(diganti) saya harus punya 10 properti dalam 5 tahun.

3.Saya "ingin" langsing dalam 6 bulan,(diganti) Saya harus langsing dalam 6 bulan.

4...........

5............

6. Dst........



Wednesday, October 15, 2008

PESIMIS vs OPTIMIS

Liar & Optimist Pictures, Images and Photos

Seorang yang pesimis adalah yang melihat kesulitan dalam peluang-peluangnya.........,,

Sementara orang yang Optimis adalah yang melihat peluang dalam kesulitan kesulitannya.........,,

(Reginald B. Mansell)



Sunday, October 12, 2008

Resep Keberhasilan Mrs.Fields Cookies.


Ada sebuah buku tentang kewirausahaan yang didesign khusus oleh seorang praktisi akademis dan juga seorang pelaku bisnis, nama bukunya The complete idiot's guide to starting your own Business karangan Edward Paulson.


Mungkin buku inilah yang menjembatani sekaligus sebagai muara antara seorang pebisnis dan seorang akademisi dalam menyantukan simpul kewirausahaan yang selama ini terjadi gap, bagaimana tidak?....mungkin kita salah satu diantarannya,yang menyalahkan bahwa para pengajar di universitas hanya pintar teori bisnis dan ekonomi sementara prakteknya tidak sehebat teorinya,sehingga tidak mengherankan akhir-akhir ini kecenderungan kita lebih merujuk pada buku2 business "street smart"


Apakah hal itu salah??


OO tidak tentunya, itu sah-sah saja dan faktanya memang demikian,kita lebih merasa "nyaman" membaca buku-buku "Brad Sugar,Adam Khoo,Robert Kiyosaki,Pak Tung, Pak Purdi Chandra dari pada buku ekonomi dan bisnis yang teoritis seperti buku2 mahasiswa di universitas -universitas.


Menurut saya ada baiknya juga kita "tidak menutup mata" apalagi anti bahkan alergi terhadap type buku yang teoritis para akademisi tersebut,kalau kita simak lebih dalam justru ada ke khasannya dan nilai lebihnya yaitu banyak memberikan penjelasan mendalam tentang analisis bisnis supaya bisnis tidak bangkrut,perencanaan yang dalam,dan hal-hal serta peringatan2 yang harus di hindari dalam menjalankan bisnis,yang memeng kalau dibaca sekilas kesannya "banyak syaratnya" yang harus dipenuhi sebelum seorang pemula terjun di bisnis , sementara buku-buku "street smart",lebih mendahulukan mulai dulu bisnisnya baru pikirkan bagaimana how to nya.....??


Nah buku ini menjawab tentang perbedaan itu,dan memberi tuntunan bagi anda yang akan memulai bisnis secara detail dan terencana serta resiko resikonya berikut resep -resepnya.


Salah satu Resep keberhasilan bisnis dalam buku ini akan saya tulis di blog ini selebihnya......baca di bukunya ):


Resep keberhasilan Mrs. Fields


1/4 Cangkir Kasih


1/4 Cangkir Kesempurnaan


1/4 Cangkir Kegigihan


1/4 Cangkir Manusia


Kasih........= Anda harus Sepenuhnya mencintai apa yang anda lakukan! saya senang membuat,menyantap dan berbagi kue dengan teman-teman dan keluarga.Jangan pernah terjun ke bisnis dengan prioritas pertama mencari uang.Itu adalah hasil sampingan saat melakukan apa yang anda cintai dan melakukan dengan baik.


Kesempurnaan...........=Anda harus terus menerus berjuang mencapai kesempurnaan agar supaya bisnis anda berhasil dan berdaya tahan.Anda harus melakukannya lebih baik dari orang lain.


Kegigihan.............=Teguhlah dengannya.Apa yang anda butuhkan adalah nyali.Nyali untuk memulai,nyali untuk yakin akan diri sendiri.Nyali untuk menyambut berbagai tantangan ,nyali untuk terus berpegang kepadanya!,Jangan takut terhadap kegagalan! dihari pertama bisnis, saya memiliki etalase yang dipenuhi kue tidak ada pelanggan,tidak ada resep kue,dan tingkat bunga pinjaman 21 persen. Saya pikir jika terus berdiri di toko saya akan gagal dan tercampakan dari bisnis ini.Hasilnya sayapun menata kue di atas nampan,membawanya ketepi jalan dan menawarkannya ke orang2 yang melintas.Kegagalan dini tersebut berubah menjadi hari penjualan besar." Saya belajar untuk tidak mencemaskan kegagalan melainkan sekedar menghentikan apa yang tidak berjalan dan mencoba sesuatu yang lain sampai berjalan.


Manusia..........= Tidak ada bisnis yang berhasil tanpa aset terbesarnya,tidak peduli seberapa bagus sebuah produk.Saya selalu yakin bahwa saya tidak semata mata menjual kue melainkan menjual pengalaman menikmati.Saya menginginkan sebuah tim yang suka membuat,menyantap dan berbagi kue sebagaimana yang saya lakukan.


(Debbi Fields ,Chief Cookie Lover and Founder,Mrs Fields Cookies)..

Semoga bermanfaat..................