Friday, June 22, 2007

Kebimbangan dalam memutuskan "berhenti"

Aku harus Berhenti bekerja bulan ini,tahun ini bahkan hari ini .....uups.........tapi apa yang akan aku lakukan kalau ngak punya kerjaan? bagaimana dengan keluarga,anak, beli ini dan itu kalau berhenti dari karyawan dari mana dapet uang ..bla...bla... itulah sekelumit gambaran pertanyaan kalu kita memutuskan untuk resign atau berhenti sebagi pegawai atau karyawan atau direktur dan sebagainya. Siapapun anda apapun pekerjaan anda kalau akan resign normalnya akan berfikir seperti hal di atas. Terus pertannyaannya normal kah cara berfikir demikian?
saya bilang normal2 saja, wong kita manusia kok pasti ada kekhawatiran dan rasa ketidakpastian setelah lama dan terbiasa kita menikmati "zona aman" sebagai karyawan atau pegawai.Apalagi kalau alasan berhenti bekerja tersebut tidak didukung istri,keluarga bahkan orang tua tercinta tentu akan susah memutuskannya kalaulah kita sendiri tidak punya komitmen dan tekad yang kuat serta program yang real apa yang dilakukan setelah "berhenti bekerja" nanti?,bahkan mungkin banyak orang yang bilang "sudah dapat kerjaan enak,gaji besar dalam dolar lagi plus dapat tunjangan lagi eeh malah ditinggalin...apa ngak lihat diluar sana orang antri melebihi antri untuk mendapatkan sembako dikala krisis, antrian panjang orang2 berpendidikan tinggi itu semuannya adalah untuk melamar kerja.....situasi ini menambah maju-mundur dan kebimbangan untuk melangkah dan berubah dari status pekerja menjadi wirausaha.Menurut hemat saya memang alangkah baiiknya sebelum berehenti kita menyiapkan mental kita sendiri yang harus siap untuk menghadapi perubahan, infrastruktur (misalnya selama jadi pegawai kita suda invest properti,toko,tanah dsb disaat berhenti tinggal mengisi, kemudian planing yang siap di follow-up(jenis usaha apa yang akan kita masuki jadi pas memutuskan berhenti kita sudah tahu gambaran apa yang akan kita terjuni.,juga modal dalam bentuk uang cash. walaupun modal tidak menjadi ukuran mutlak bahkan banyak motivator yang memprovokasi untuk berhenti kerja sekarang juga modal bagaimana nanti atau bisa dengan modal dengkul nah dalam hal ini kita harus bijak dan mengukur pada kemampuan diri mungkin aja ada orang yang tanpa modal bisa melalui usaha saya pun yakin itu tapi kitapun harus mengaca diri apakah kemampuan kita untuk berjuang merintis sama dengan orang yang modal dengkul tesebut.karena orang itu biasanya ada kelemahan dan kelebihannya, Orang yang ngak punya modal dia akan punya kelebihan di daya juang dan terlatih karena kondisinya.Sementara bagi orang yang punya modal usaha,atau dengan latar belakang karyawan yang sudah menikmati kenyamanan dan gaji tinggi biasanya daya juangnya tidak sama dengan orang yang kurang modal tapi sudah praktek dalam bisnis dalam hidupnya.Nah dalam hal ini bagi kita yang berlatar belakang karyawan alangkah baiknya kita tidak menelan mentah2 setiap motivator yang memprovokasi keluar kerja tanpa perhitungan tapi alangkah bijaknya kita pertimbangkan sesuai kondisi ,kesiapan mental dan kemampuan materi kita tanpa mengulur atau menunda untuk ACTION dalam start ber wirausaha....jadi mulailah secepatnya berwirausaha dan putuskan secara bijak kapan saatnya berhenti bekerja sebagai karyawan(TDB).Jadikannlah peralihan dari karyawan(TDB) ke Usahawan(TDA) dengan smart.......... selamat mencoba salam FUUNtastic.

2 comments:

WURYANANO said...

Ayo mas Fajri...maju terus pantang mundur...menjadi Full TDA.
Anda sudah memiliki semangat membara, sudah ada "passion"... tinggal melompat tinggi dan ke depan...hehe..kalau ke belakang ntar bisa "nyungsep"...

Sukses selalu,
Wuryanano

Fajri said...

Wah terimakasih pak wuryanano, kehormatan tersindiri bagi saya di beri support oleh seorang pengusaha sukses dan penulis buku produktif nasional...sukses untuk anda dan "luar biasa prima"..