"Siapa menabur benih dia akan menuainya"
Awal menulis artikel diblog ini bermula sejak tahun 2007 dimana saat saya merasakan banyak nya ide ide dan hal hal menarik yang saya rasakan dan jumpai sehari-hari tetapi saya "merasa sayang" ketika ide -ide untuk menulis hilang begitu saja dan lewat tanpa bisa diambil manfaatnya kembali, walaupun kadang saya merasakan ada waktu - waktu tertentu yang "merupakan waktu ideal " dimana otak dan tangan bisa merasa serasi dalam mencurahkan ide-ide, sharing, menulis resume buku-buku yang sudah dibaca, bahkan menceritakan kisah nyata yang dialami orang lain maupun diri sendiri dalam interaksi sehari -hari ke bentuk tulisan , yang mana kalau sebelum mengenal blog biasanya saya torehkan ke bentuk tulisan dalam buku diary , tentu saja tulisannya hanya bisa dibaca oleh diri sendiri saat itu.
Saya merasakan bahwa menulis di blog tentang hal-hal yang positif, manfaatnya akan dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh diri sendiri dan orang lain, yang kadang mengalami hal serupa seperti yang pernah kita alami sebelumnya.
Untuk itu janganlah takut dan pelit dalam berbagi : ilmu, pengalaman yang kita dapat, tips, dan trik-trik, hal positif dalam menjalani kehidupan, bisnis, investasi dan kesehatan.
Mungkin anda ingin tahu apa sih manfat yang dirasakan dalam berbagi, khususnya bagi saya sendiri?
1. Merasakan lega ketika sudah mencurahkan "isi otak saya " dalam bentuk tulisan, dimana tulisan itu sendiri adalah penglaman sendiri dan jika orang lain membacanya dapat terinspirasi atau terhindar dari kesalahan yang sama apabila saya mengalami kegagalan sebelumnya.
2. Kadang saya merasakan artikel2 yang saya sharing di blog ini walaupun itu berasal dari resume buku atau sukses story orang lain, pada kenyataannya efek positif nya sangat terasa pada kehidupan nyata, kadang saya bertanya pada diri sendiri apakah ini "efek Placebo"?
Sebagai contoh, dalam blog ini saya banyak menulis, sharing, bahkan ada juga yang copy paste tentang artikel -artikel property sejak tahun 2007 an, apa kenyataannya kemudian ...? ya tahun 2008, 2009, 2010 dan 2011 saya merasa mempraktekan sendiri apa yang saya posting di blog ini dan itu menjadi kenyataan..... Alhamdulillah.
3.Tentang bisnis yang saya jalani sekarang itupun ternyata masih ada hubungannya dengan artikel -artikel yang saya posting beberapa tahun yang lalu dan sekali lagi itu menjadi kenyataan...Alhamdulillah.
4.Kini saya merasa yakin dengan keyakinan yang penuh, apa yang kita perbuat maka semua itu akan balik kediri kita sendiri , apabila kita menyebarkan kebaikan otomatis kebaikan itu akan balik kediri kita sendiri walaupun kita tidak tahu kapan akan merasakannya, begitu juga sebaliknya apabila kita menyebarkan keburukan maka tunggulah saatnya keburukan itu akan balik kediri kita sendiri.
Bagaimana dengan anda?............
Apakah sudah siap berbagi ?.......
ya......berbagi dengan cara anda sendiri tentunya.... selamat berbagi dan menebar manfaat....
(fajrisalim original text 19.09.12)
Showing posts with label Hikmah Renungan. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Renungan. Show all posts
Wednesday, September 19, 2012
Friday, March 27, 2009
Aktifitas Bisnis Dalam Pandangan Syariah
Syariah Islam merupakan sistem hidup yang memiliki karakteristik menyeluruh (komprehensif) (QS. 16:89) dan universal yang mencakup aqidah, syariah dan ahlaq. Konprehensif berarti merangkum seluruh aspek kehidupan, baik ritual (ibadah) maupun sosial ( muamalah). Ibadah diperlukan untuk menjaga keimanan, dan ketaatan kepada sang Khaliq . Dan juga ibadah senantiasa mengingatkan secara kontinu tugas manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Adapun muamalah diturunkan untuk menjadi aturan main ( rules of the game) dalam kehidupan sosial ekonomi.
Universal bermakna dapat diterapkan setiap waktu dan tempat sampai akhir zaman. Keuniversalan ini dapat dilihat pada masalah muamalah yang mempunyai cakupan yang sangat luas dan fleksible, muamalah tidak membeda-bedakan antara muslim dan non muslim . Secara umum tugas kekhalifahan manusia adalah mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan (QS. 6:165) serta tugas pengabdian atau ibadah dalam arti luas (QS. 51:56). Untuk menunaikan tugas tersebut Allah SWT memberi manusia dua nikmat utama, yaitu manhaj al-hayat ‘ sistem kehidupan’ dan wasila al-hayat ‘sarana kehidupan.
Manhaj al-hayat adalah seluruh aturan kehidupan manusia yang bersumber kepada Al-qur’an dan sunnah Rasul. Aturan tersebut berbentuk keharusan melakukan sesuatu atau sebaiknya melakukan sesuatu, juga dalam bentuk larangan melakukan atau sebaiknya meninggalkan sesuatu. Aturan tersebut dikenal dengan ‘al-ahkamu taklifiyah; yakni wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram. Aturan tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan manusia sepanjang hidupnya, baik yang menyangkut keselamatan agama, keselamatan diri (jiwa & raga), keselamatan akal, keselamatan harta benda maupun keselamatan nasab keturunan. Hal semua ini merupakan kebutuhan pokok atau primer seluruh manusia (al-hajat adh-dharuriyyah) yang merupakan tujuan pokok syariah Islam . Pelaksanaan Islam sebagai way of life secara konsisten dalam semua kegiatan kehidupan akan melahirkan tatanan kehidupan yang baik ‘hayatan thayyibah’ (QS. 16:97).
Sebaliknya menolak sistem ini maka berbagai krisis, resesi, kesulitan hidup, kesengsaraan, kehidupan yang hampa, rusaknya nilai-nilai moral/ahlaq, kekacauan, ketakutan , kesempitan hidup, kezaliman dan sebagainya akan terjadi secara simultan ‘ma’isyatan dhanka’ (QS. 20:124-126). Aturan-aturan ini juga diperlukan untuk mengelola wasilah al-hayah atau segala sarana prasarana kehidupan (air, tanah, tumbuhan, hewan ternak , dan harta benda lainnya) yang diciptakan Allah SWT untuk kepentingan hidup manusia secara keseluruhan (QS. 2:29). Sesuai pradigma diatas aktifitas bisnis dapat dijelaskan sebagai berikut:
A.Pemiliki mutlak segala sesuatu yang ada di muka bumi ini termasuk harta benda adalah Allah SWT. Kepemilikan oleh manusia sifatnya relatif dan sementara, sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai ketentuan-Nya (QS. 57:7). Karena sesungguhnya setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan tidak membawa apa-apa dan akan meninggalkan dunia juga tidak membawa apa-apa kecuali amal sholehnya.
B.Bagaimana status harta yang dimiliki oleh manusia ?
Pertama, harta sebagai amanah yang harus dikelola dan dimanfaatkan sesuai ketentuan Allah SWT. Sebab harta yang diperoleh dan yang dimanfaatkan akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat tentang bagaimana cara mendapatkan harta dan dimana dibelanjakan atau dimanfaatkan. Olehnya itu pemanfaatan dan pengelolaan harta tidak boleh bertentangan dengan syariah yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh manusai sehingga manusia dapat melaksanakan ibadah kepada Allah dengan baik sebagai hakekat dari penciptaan-Nya. Amanah ini tidak boleh disia-siakan dalam bentuk maksiat, boros, dan hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Kedua, harta sebagai perhiasan dan kesenangan hidup. Sebagai perhiasan dan alat kesenangan hidup harta dapat memberikan motivasi hidup sehingga seseorang dapat memaksimalkan potensinya untuk bekerja mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup atau prestise dari harta kekayaan . Sehingga mendorong terjadinya dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sebaliknya harta dapat memperdayakan dan melalaikan diri terhadap kewajiban kepada Allah. Karena sesungguhnya harta dan dunia secara umum adalah kesenangan yang menipu (QS.57:20). Olehnya harus senantiasa berhati-hati terhadap tipuan harta kekayaan. Karena harta ibarat meminum air laut semakin diminum semakin haus. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seandainya seseorang diberikan satu lembah emas, setelah dimiliki dia tidak puas, dia mau dua, tiga dan seterusnya sampai kematian menjemputnya.
Ketiga, Harta sebagai ujian keimanan., Harta adalah ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Harta adalah sarana yang bersifat netral tergantung kepada siapa yang memegang dan memanfatkannya. Ia bisa dipergunakan dalam rangka kebajikan maupun kejahatan, untuk membangun maupun merusak. Ia akan membawa kebaikan dan keselamatan hidup didunia dan diakhirat, manakala dipergunakan dalam jalan yang benar, demi menegakkan tugas hidup beribadah dan bertauhid. Sebaliknya ia bisa menjadi bencana dan kecelakaan dunia dan akhirat manakala dimanfaatkan demi memuaskan dorongan hawa nafsu semata (QS. 3:186, 8:28). Tujuan Allah menguji manusia berupa harta agar Allah mengetahui, apakah kalian bersyukur kepad-Nya atas limpahan nikmat tersebut dalam rangka ketaatan kepad-Nya, ataukah disibukkan oleh harta kekayaan sehingga lalai mentaati-Nya dan bahkan mendurhakai-Nya? Ujian ini berupa kebaikan dengan banyak harta kekayaan atau keburukan berupa kekurangan harta kekayaan (QS. 21:35). Dan kebanyakan manusia tidak lulus ujian dengan melimpahnya harta kekayaan yang dimiliki, bahkan umumnya mereka menyombongkan diri dan mendurhakai Allah serta memandang enteng orang yang dibawahnya.
Keempat, Harta sebagai bekal ibadah. Harta kekayaan bukan tujuan hidup melainkan sarana beramal dan beribadah kepada Allah. Hampir semua ibadah terkait dengan harta kekayaan, hal ini dapat mendorong seseorang untuk lebih produktif agar dapat beramal lebih banyak. Berinfaq/sedekah, berzakat, naik haji, membangun sarana ibadah dan sarana umum, membantu jihad fiisabilillah semua nya membutuhkan harta kekayaan yang banyak.
C.Pemilikan harta dilakukan melalui usaha (a’mal) atau memiliki mata pencaharian (ma’isyah)
Dalam Al-qur’an dan hadis Nabi SAW mendorong seseorang untuk mencari nafkah secara halal (QS. 67:15). Syariah Islam sangat mengecam orang yang malas, tidak mau bekerja dan suka meminta-minta kepada sesama manusia padahal ia sanggup untuk bekerja. Rasulullah SAW memotivasi kita dengan berdoa’ agar terhindar dari penyakit lemah, sedih, susah, hina dan malas. Setiap orang wajib bekerja, kalau dia berkelebihan maka dia wajib mendermakannya. Bekerja merupakan kewajiban kepada Allah, kepada diri sendiri, kepada anak dan istri, kepada kerabat dan kewajiban membantu orang lain yang lemah. Bekerja yang halal merupakan kehormatan dan kemuliaan dan ibadah kepada Allah. Selanjutnya bekerja harus ihlas dan professional sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang optimum (QS. 28:26).
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sesengguhnya Allah SWT mencintai seseorang bekerja secara professional. Dalam bekerja kita tidak boleh cepat puas dari hasil yang diperoleh tetapi hendaklah setelah selesai pekerjaan melanjutkan pekerjaan berikutnya atau yang lain (QS. 94:7). Prinsipnya adalah bagaimana hidup ini fuul manfaat baik untuk urusan dunia maupun untuk urusan akhirat. Sebagaimana Rasullah SAW mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada orang lain. Tangan diatas (memberi) lebih baik dari pada tangan dibawah (menerima). Disini juga pentingnya tanggungjawab pemerintah bagaimana membuat regulasi sehingga masyarakat mudah bekerja dan mengembangkan pekerjaan sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat.
D. Dilarang mencari harta, berusaha atau bekerja yang melupakan kematian (QS. 102:1-2), melupakan dzikrullah (QS. 63:9) ,melupakan sholat dan zakat (QS. 24:37), memusatkan kekayaan hanya pada kelompok orang kaya atau konglomerat saja. (QS. 59:7). Syariah Islam mengajarkan pentingnya hidup yang seimbang. Seimbang antara urusan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan spiritual. Syariah Islam mengajarkan kepada manusia bahwa harta kekayaan merupakan karunia Allah SWT yang harus diperoleh dengan memaksimalkan doa’ ,ikhtiar serta menyempurnakan tawakkal. Meskipun demikian tidak boleh dengan alasan karena bekerja mencari karunia Allah kita melupakan hak dan kewajiban kita kepada Allah. Olehnya itu setiap orang , lembaga, instansi atau perusahaan tidak boleh menghalagi seseorang untuk melaksanakan ibadah karena alasan pekerjaan. Justru seharusnya yang dilakukan adalah bagaimana membuat sistem dan kebijakan dimana setiap orang dapat melaksanakan ibadah kepada Allah ditengah kesibukannya bekerja dengan tenang. Karena sesungguhnya ibadah itu dapat menjadikan seseorang lebih matang jiwanya, spirit kerja semakin fit, dapat melahirkan aspirasi yang cemerlang. Ibadah dapat meningkatkan stamina lahir dan batin
E. Dilarang menempuh usaha yang haram dalam mendapatkan harta kekayaan seperti; kegiatan transaksi riba (bunga) (QS. 2:273-281), perjudian, jual-beli yang terlarang atau haram (QS.5: 90-91), mencuri,menipu, merampok, menggasak, korupsi, nepotisme (QS. 5:38), curang dalam timbangan dan takaran (QS. 83:2-3), melalui cara-cara yang batil dan merugikan (QS. 2: 188) dan melalui suap menyuap. Karena melakukan aktifitas bisnis yang bertentangan dengan syariah dapat merugikan pihak lain (zalim) dan merusak tatanan perekonomian masyarakat. Selain itu bisnis yang dikembangkan tidak memberi berkah dan maslahat terhadp kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
F. Harta harus berkembang dan manfaat. Harta/modal harus dimanfaatkan agar dapat mengembangkan harta/modal. Harta/modal tidak boleh diam (idle) atau ditimbun (ikhtikar) atau hanya berputar pada orang tertentu saja (QS. 59:7). Kalau seseorang tidak bisa mengelola hartanya dia boleh Kerjasama (mudharabah/musyarakah) dengan orang lain yang memiliki kemampuan bisnis . sehingga dapat mengembangkan usaha dan membuka kesempatan kerja. Wallahu a’lam
(Sumber: Artikel Idris Parakkasi. PINBUK sul-sel)
Universal bermakna dapat diterapkan setiap waktu dan tempat sampai akhir zaman. Keuniversalan ini dapat dilihat pada masalah muamalah yang mempunyai cakupan yang sangat luas dan fleksible, muamalah tidak membeda-bedakan antara muslim dan non muslim . Secara umum tugas kekhalifahan manusia adalah mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup dan kehidupan (QS. 6:165) serta tugas pengabdian atau ibadah dalam arti luas (QS. 51:56). Untuk menunaikan tugas tersebut Allah SWT memberi manusia dua nikmat utama, yaitu manhaj al-hayat ‘ sistem kehidupan’ dan wasila al-hayat ‘sarana kehidupan.
Manhaj al-hayat adalah seluruh aturan kehidupan manusia yang bersumber kepada Al-qur’an dan sunnah Rasul. Aturan tersebut berbentuk keharusan melakukan sesuatu atau sebaiknya melakukan sesuatu, juga dalam bentuk larangan melakukan atau sebaiknya meninggalkan sesuatu. Aturan tersebut dikenal dengan ‘al-ahkamu taklifiyah; yakni wajib, sunnah, mubah, makruh atau haram. Aturan tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan manusia sepanjang hidupnya, baik yang menyangkut keselamatan agama, keselamatan diri (jiwa & raga), keselamatan akal, keselamatan harta benda maupun keselamatan nasab keturunan. Hal semua ini merupakan kebutuhan pokok atau primer seluruh manusia (al-hajat adh-dharuriyyah) yang merupakan tujuan pokok syariah Islam . Pelaksanaan Islam sebagai way of life secara konsisten dalam semua kegiatan kehidupan akan melahirkan tatanan kehidupan yang baik ‘hayatan thayyibah’ (QS. 16:97).
Sebaliknya menolak sistem ini maka berbagai krisis, resesi, kesulitan hidup, kesengsaraan, kehidupan yang hampa, rusaknya nilai-nilai moral/ahlaq, kekacauan, ketakutan , kesempitan hidup, kezaliman dan sebagainya akan terjadi secara simultan ‘ma’isyatan dhanka’ (QS. 20:124-126). Aturan-aturan ini juga diperlukan untuk mengelola wasilah al-hayah atau segala sarana prasarana kehidupan (air, tanah, tumbuhan, hewan ternak , dan harta benda lainnya) yang diciptakan Allah SWT untuk kepentingan hidup manusia secara keseluruhan (QS. 2:29). Sesuai pradigma diatas aktifitas bisnis dapat dijelaskan sebagai berikut:
A.Pemiliki mutlak segala sesuatu yang ada di muka bumi ini termasuk harta benda adalah Allah SWT. Kepemilikan oleh manusia sifatnya relatif dan sementara, sebatas untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkan sesuai ketentuan-Nya (QS. 57:7). Karena sesungguhnya setiap manusia lahir ke dunia dalam keadaan tidak membawa apa-apa dan akan meninggalkan dunia juga tidak membawa apa-apa kecuali amal sholehnya.
B.Bagaimana status harta yang dimiliki oleh manusia ?
Pertama, harta sebagai amanah yang harus dikelola dan dimanfaatkan sesuai ketentuan Allah SWT. Sebab harta yang diperoleh dan yang dimanfaatkan akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat tentang bagaimana cara mendapatkan harta dan dimana dibelanjakan atau dimanfaatkan. Olehnya itu pemanfaatan dan pengelolaan harta tidak boleh bertentangan dengan syariah yang bertujuan untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh manusai sehingga manusia dapat melaksanakan ibadah kepada Allah dengan baik sebagai hakekat dari penciptaan-Nya. Amanah ini tidak boleh disia-siakan dalam bentuk maksiat, boros, dan hanya untuk kepentingan diri sendiri.
Kedua, harta sebagai perhiasan dan kesenangan hidup. Sebagai perhiasan dan alat kesenangan hidup harta dapat memberikan motivasi hidup sehingga seseorang dapat memaksimalkan potensinya untuk bekerja mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan hidup atau prestise dari harta kekayaan . Sehingga mendorong terjadinya dinamika kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Sebaliknya harta dapat memperdayakan dan melalaikan diri terhadap kewajiban kepada Allah. Karena sesungguhnya harta dan dunia secara umum adalah kesenangan yang menipu (QS.57:20). Olehnya harus senantiasa berhati-hati terhadap tipuan harta kekayaan. Karena harta ibarat meminum air laut semakin diminum semakin haus. Bahkan Rasulullah SAW mengingatkan bahwa seandainya seseorang diberikan satu lembah emas, setelah dimiliki dia tidak puas, dia mau dua, tiga dan seterusnya sampai kematian menjemputnya.
Ketiga, Harta sebagai ujian keimanan., Harta adalah ujian Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Harta adalah sarana yang bersifat netral tergantung kepada siapa yang memegang dan memanfatkannya. Ia bisa dipergunakan dalam rangka kebajikan maupun kejahatan, untuk membangun maupun merusak. Ia akan membawa kebaikan dan keselamatan hidup didunia dan diakhirat, manakala dipergunakan dalam jalan yang benar, demi menegakkan tugas hidup beribadah dan bertauhid. Sebaliknya ia bisa menjadi bencana dan kecelakaan dunia dan akhirat manakala dimanfaatkan demi memuaskan dorongan hawa nafsu semata (QS. 3:186, 8:28). Tujuan Allah menguji manusia berupa harta agar Allah mengetahui, apakah kalian bersyukur kepad-Nya atas limpahan nikmat tersebut dalam rangka ketaatan kepad-Nya, ataukah disibukkan oleh harta kekayaan sehingga lalai mentaati-Nya dan bahkan mendurhakai-Nya? Ujian ini berupa kebaikan dengan banyak harta kekayaan atau keburukan berupa kekurangan harta kekayaan (QS. 21:35). Dan kebanyakan manusia tidak lulus ujian dengan melimpahnya harta kekayaan yang dimiliki, bahkan umumnya mereka menyombongkan diri dan mendurhakai Allah serta memandang enteng orang yang dibawahnya.
Keempat, Harta sebagai bekal ibadah. Harta kekayaan bukan tujuan hidup melainkan sarana beramal dan beribadah kepada Allah. Hampir semua ibadah terkait dengan harta kekayaan, hal ini dapat mendorong seseorang untuk lebih produktif agar dapat beramal lebih banyak. Berinfaq/sedekah, berzakat, naik haji, membangun sarana ibadah dan sarana umum, membantu jihad fiisabilillah semua nya membutuhkan harta kekayaan yang banyak.
C.Pemilikan harta dilakukan melalui usaha (a’mal) atau memiliki mata pencaharian (ma’isyah)
Dalam Al-qur’an dan hadis Nabi SAW mendorong seseorang untuk mencari nafkah secara halal (QS. 67:15). Syariah Islam sangat mengecam orang yang malas, tidak mau bekerja dan suka meminta-minta kepada sesama manusia padahal ia sanggup untuk bekerja. Rasulullah SAW memotivasi kita dengan berdoa’ agar terhindar dari penyakit lemah, sedih, susah, hina dan malas. Setiap orang wajib bekerja, kalau dia berkelebihan maka dia wajib mendermakannya. Bekerja merupakan kewajiban kepada Allah, kepada diri sendiri, kepada anak dan istri, kepada kerabat dan kewajiban membantu orang lain yang lemah. Bekerja yang halal merupakan kehormatan dan kemuliaan dan ibadah kepada Allah. Selanjutnya bekerja harus ihlas dan professional sehingga dapat menghasilkan produktivitas yang optimum (QS. 28:26).
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sesengguhnya Allah SWT mencintai seseorang bekerja secara professional. Dalam bekerja kita tidak boleh cepat puas dari hasil yang diperoleh tetapi hendaklah setelah selesai pekerjaan melanjutkan pekerjaan berikutnya atau yang lain (QS. 94:7). Prinsipnya adalah bagaimana hidup ini fuul manfaat baik untuk urusan dunia maupun untuk urusan akhirat. Sebagaimana Rasullah SAW mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada orang lain. Tangan diatas (memberi) lebih baik dari pada tangan dibawah (menerima). Disini juga pentingnya tanggungjawab pemerintah bagaimana membuat regulasi sehingga masyarakat mudah bekerja dan mengembangkan pekerjaan sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat.
D. Dilarang mencari harta, berusaha atau bekerja yang melupakan kematian (QS. 102:1-2), melupakan dzikrullah (QS. 63:9) ,melupakan sholat dan zakat (QS. 24:37), memusatkan kekayaan hanya pada kelompok orang kaya atau konglomerat saja. (QS. 59:7). Syariah Islam mengajarkan pentingnya hidup yang seimbang. Seimbang antara urusan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan spiritual. Syariah Islam mengajarkan kepada manusia bahwa harta kekayaan merupakan karunia Allah SWT yang harus diperoleh dengan memaksimalkan doa’ ,ikhtiar serta menyempurnakan tawakkal. Meskipun demikian tidak boleh dengan alasan karena bekerja mencari karunia Allah kita melupakan hak dan kewajiban kita kepada Allah. Olehnya itu setiap orang , lembaga, instansi atau perusahaan tidak boleh menghalagi seseorang untuk melaksanakan ibadah karena alasan pekerjaan. Justru seharusnya yang dilakukan adalah bagaimana membuat sistem dan kebijakan dimana setiap orang dapat melaksanakan ibadah kepada Allah ditengah kesibukannya bekerja dengan tenang. Karena sesungguhnya ibadah itu dapat menjadikan seseorang lebih matang jiwanya, spirit kerja semakin fit, dapat melahirkan aspirasi yang cemerlang. Ibadah dapat meningkatkan stamina lahir dan batin
E. Dilarang menempuh usaha yang haram dalam mendapatkan harta kekayaan seperti; kegiatan transaksi riba (bunga) (QS. 2:273-281), perjudian, jual-beli yang terlarang atau haram (QS.5: 90-91), mencuri,menipu, merampok, menggasak, korupsi, nepotisme (QS. 5:38), curang dalam timbangan dan takaran (QS. 83:2-3), melalui cara-cara yang batil dan merugikan (QS. 2: 188) dan melalui suap menyuap. Karena melakukan aktifitas bisnis yang bertentangan dengan syariah dapat merugikan pihak lain (zalim) dan merusak tatanan perekonomian masyarakat. Selain itu bisnis yang dikembangkan tidak memberi berkah dan maslahat terhadp kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
F. Harta harus berkembang dan manfaat. Harta/modal harus dimanfaatkan agar dapat mengembangkan harta/modal. Harta/modal tidak boleh diam (idle) atau ditimbun (ikhtikar) atau hanya berputar pada orang tertentu saja (QS. 59:7). Kalau seseorang tidak bisa mengelola hartanya dia boleh Kerjasama (mudharabah/musyarakah) dengan orang lain yang memiliki kemampuan bisnis . sehingga dapat mengembangkan usaha dan membuka kesempatan kerja. Wallahu a’lam
(Sumber: Artikel Idris Parakkasi. PINBUK sul-sel)
Thursday, March 12, 2009
Agar bisnis diberkahi

Saya sering merenung tentang arti kesuksesan yang umumnya menjadi tujuan banyak orang, tidak pelak lagi hampir semua diantara kita menginginkan sukses dibidang financial,untuk itulah kita harus bekerja sebagai karyawan,berwiraswasta,menjadi profesional yang tujuannya merubah status ekonomi kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Lantas bagaimana kalau kita sudah mampu memenuhi kebutuhan kita dengan baik,seperti sandang,pangan dan papan,pendidikan,kesehatan dsb ? saya yakin kita sebagai manusia tidak akan berhenti sampai disini ,tetapi akan terus menerus berusaha menambah dan terus menambah kekayaannya, yang sudah kaya akan terus berusaha menambah kekayaanya, sehingga tidak aneh seandainya manusia memiliki satu gunung emas niscaya dia akan mencari gunung emas berikutnya sampai ajal menjemputnya atau sampai mulut tersumpal tanah (kematian).. itulah buktinya bahwa manusia mempunyai nafsu.
Saya merasakan unsur - unsur nafsu mengejar kekayaan pada diri sendiri cenderung menjadi serakah kalau tidak dikendalikan bukan berarti maksud saya kita membatasi pencapaiannya, tidak silahkan saja kita menjadi kaya sekaya kayanya tetapi jangan sampai melupakan tujuan kita dalam mencapainya.
Akhir2 ini saya sering membaca literatur tentang bagimana sih cara berusaha,berbisnis atau investasi yang hasilnya bisa berkah dan membuat kita bahagia sesuai agama yang saya yakini yaitu islam ?
Saya melakukan demikian karena dengan alasan "pencapaian jumlah tidak menjamin kebahagiaan hidup kita" contoh dulu saya anggap kalau mempunyai uang 100 juta kita akan bahagia dan tentram ternyata sudah mencapainya,tidak juga. begitu juga 200 juta, 500 juta dst.
Pertanyaannya sekarang lantas apa yang membuat kita bahagia dan mendapat ketentraman dan ketenangan ketika kita memilikinya? ternyata kalau kita memiliki sesuatu perlakukan sesuatu itu sesuai keinginan pemberiNYA.itu dijamin harta kita insyaallah mendapat keberkahan.
Keinginan Allah atas orang yang memiliki harta banyak tertulis dalam ayat-ayat al-qur'an dan hadist yang menganjurkan kita ber zakat,infaq ,sodakoh ,wakaf dan sebagainya .Kalau mempunyai sesuatu yang wajib di zakati maka jangan lupa zakatnya,kalau mendapatkan kelapangan rezeki jangan lupa infak atau sodakohnya terhadap saudara kita terdekat, fakir miskin dan yatim piatu.
Ada artikel yang bagus yang mengingatkan saya tentang bagaimana seharusnya etika kita dalam menjalankan usaha supaya bisnis kita di berkahi, artikel ini saya ambil dari koran pontianak.
Dikisahkan suatu hari ketika seorang ulama besar Ibnu Al Mubarak masuk ke sebuah pasar, para pedagang berhamburan mendekatinya seraya mengeluh : "Wahai Syaikh, tolonglah doakan agar dagangan kami laris. Sudah beberapa lama jualan kami sepi." Seketika itu juga dengan tenang beliau berkata : "Sepinya perdagangan kalian adalah karena kalian banyak melanggar aturan syariat.
Di antara kalian ada orang yang gemar mengurangi timbangan, menjual barang cacat tanpa memberitahukan kecacatannya kepada calon pembeli dan mencampur barang yang bagus dengan barang yang buruk.
Kejujuran kalian telah hilang sehingga kalian tidak mendapat berkah. Keberkahan telah hilang dari tempat kalian berjualan ini. Selain itu, kalian banyak melakukan pergunjingan, saling bermusuhan dan dengki di antara sesama.
Karena itu, agar Allah menurunkan berkah-Nya kepada kalian, tinggalkanlah ketidakjujuran, pergunjingan dan saling dengki dengan sesama pedagang. Insya Allah, perdagangan kalian akan berjalan mulus." Rasulullah SAW. bersabda kepada Ali bin Abi Thalib KW : "Hai Ali !. Jujurlah walaupun kejujuran itu mencelakakan kamu di dunia, karena bahwasanya kejujuran itu bermanfaat bagimu di akhirat.
Dan janganlah kamu berdusta, walaupun berdusta itu bermanfaat untukmu di dunia. Karena sesungguhnya kedustaan kamu itu akan mencelakakan kamu di akhirat." Jadi dalam mencari rezeki, berupaya untuk menghindari dari sikap dan cara yang bathil sebab Rasulullah SAW mengingatkan : "Barang siapa mencari harta haram, maka Allah tidak akan menerima darinya amalan sedekah, pembebasan budak, ibadah haji, umrah dan perang.
Allah akan mencatat untuk diri orang tersebut beberapa dosa. Dan ketika dia meninggal dunia bekal yang dibawanya adalah untuk masuk neraka" (HR.Abu Daud). Dalam hadis lain Baginda SAW bersabda : "Seandainya pemilik harta haram mati syahid fi sabilillah sebanyak tujuh puluh kali, maka kesyahidannya itu tidak memberikan taubat baginya." Lagi Rasul SAW. bersabda : "Allah SWT tidak akan menerima zakat/sedekah dari harta yang ghulul (diperoleh dengan cara bathil)."
Oleh karena itu menurut Syaikh Mala Ali al Qari, kalau kita memperoleh harta haram, maka cara membersihkannya adalah dengan mengembalikannya kepada si pemilik harta, tetapi apabila kita tidak tahu lagi di mana alamatnya, maka hendaklah dia menyedekahkan harta tersebut atas nama si pemilik harta.
Seorang ulama memberi tamsil : "Apakah anda mau memakan makanan enak kegemaran anda tapi anda tahu didalamnya telah dicampuri secuil tinja ?". "Tentu tidak, bukan ?", ujar beliau. "Nah demikian pula dalam hal rezeki yang perolehannya bercampur dengan cara yang haram, maka Allah tidak akan sudi menerimanya", lanjut sang ulama. Rasulullah sejak dini memperingatkan : "Seorang hamba yang mencari harta tanpa cara yang haram akan mendapat keberkahan dalam hartanya.
Adapun orang yang mencari harta tanpa cara yang halal, ia akan dijerumuskan ke dalam neraka bersama hartanya tersebut." Lukmanul Hakim, yang namanya dicantumkan Allah dalam Al Quran, berwasiat kepada putranya agar selalu melakukan usaha secara halal : " Wahai anakku. Hendaklah engkau mencukupkan dirimu dengan usaha yang halal sehingga terhindar dari kefakiran.
Sebab, orang yang berada dalam kefakiran akan memiliki tiga sifat.
Pertama, lemah dalam kehidupan beragama.
Kedua, lemah akal, dan ketiga, kehilangan harga diri serta rasa malu.
Sifat ketiga ini merupakan musibah terbesar bagi seseorang. Sebab, demi harta, seseorang rela merendahkan dirinya dihadapan manusia." Selanjutnya walaupun usaha (rezeki) kita terhindar dari yang haram, maka agar berkah, kita wajib pula untuk membersihkannya, yaitu dengan cara mengeluarkan infaq, sedekah atau zakat. Rasul SAW. bersabda : "Apabila harta kekayaan tidak terdapat sedekah sama sekali, maka ia akan membinasakannya".
Patut kita simak pesan dari Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib "Hartamu akan menjadi milikmu selama kamu menafkahkannya.
Semoga bermanfaat....
Labels:
Business and Religion,
Hikmah Renungan,
Motivasi,
Sharing
Saturday, February 21, 2009
Belajar dari Kegagalan.

Mark Twain pernah mengatakan "tidak ada pemandangan yang lebih menyedihkan daripada seorang pesimis muda" pernyataan ini di benarkan oleh Anthony Robbins dalam bukunya Unlimited Power. Orang yang percaya kepada kegagalan itu hampir dijamin biasa - biasa saja keberadaannya.
Kegagalan adalah sesuatu yang pokoknya tidak di persepsikan oleh orang -orang yang mencapai kebesaran.Mereka tidak terpuruk oleh kegagalan. Mereka tidak melekatkan emosi -emosi negatif kepada sesuatu yang tidak efektif.
Kalau kita renungakan perjalanan hidup kita selalu diliputi irama turun naik,berhasil dan tidak berhasil,sukses dan bangkrut,kemudahan dan kesusahan dan sebagainnya, saya sendiri dan juga anda saya yakin pernah mengalaminya.
Kalaulah ada orang yang mengklaim bahwa hanya dirinya saja yang mengalami kebangkrutan,ketidak beruntungan dan mengangapnya bahwa hal itu sebagai kegagalan permanen maka hal itu mungkin bisa dikatakan keyakinan keliru,karena pada kenyataannya banyak orang yang mengalami kegagalan,bahkan ada yang bertubi - tubi yang pada akhirnya berhasil.
Apakah kegagalan yang pernah kita alami sedemikian berat,dan berkali - kali ?
Saya persilahkan anda membandingkan kondisi anda sendiri dengan tokoh yang satu ini yang telah mengalami gagal 10 kali, mungkin anda bisa menebaknya ?
1.Gagal dalam bisnis usia 21 tahun.
2.Kalah dalam pencalonan legislatif pada usia 22 tahun.
3.Gagal lagi dalam bisnis pada usia 24 tahun.
4.Mengatasi kematian kekasihnya pada usia 26 tahun
5.Mengalami kekacauan syaraf pada usia 27 tahun.
6.Kalah dalam pencalonan kongres pada usia 34 tahun.
7.Kalah dalam pencalonan kongres pada usia 36 tahun.
8.Kalah dalam pencalonan senat pada usia 45 tahun.
9.Gagal dalam upayanya menjadi wakil presiden pada usia 47 tahun.
10.Kalah dalam pencalonan senat pada usia 49 tahun.
11.Terpilih menjadi Presiden Amerika pada usia 52 tahun.
Dia adalah, Abraham Lincoln.
Mungkinkah ia menjadi presiden seandainya ia memandang
kejadian - kejadian dalam hidupnya itu sebagai kegagalan?... kecil kemungkinannya bukan?.
Tokoh lainnya yang mungkin anda kenal Thomas Edison, setelah ia mencoba 9,999 kali untuk menyempurnakan lampu pijarnya dan belum juga berhasil,seseorang bertannya kepadanya apakah anda mau gagal 10.000 kali? ia menjawabnya ,saya bukan gagal,hanya saja saya temukan satu cara lagi yang kurang efektif untuk membuatlampu pijar. Ia telah menemukan bagaimana tindakan tindakan yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda.
Buckminster Fuller pernah menulis, "Apapun yang pernah di pelajari manusia itu dipelajari sebagai konsekuensi semata dari pengalaman coba-coba.Manusia belajar lewat kesalahan,terkadang kita belajar dari kesalahan kita terkadang dari kesalahan sesama.
Dalam buku Unlimited Power, menyarankan pada kita meluangkan waktu sejenak untuk merenungkan lima yang anda sebut "kegagalan terbesar" dalam hidup anda.
Apakah yang anda pelajari dari pengalaman tersebut? ....Kemungkinan besar kelima nya itulah "pelajaran paling berharga" yang pernah anda petik dalam kehidupan anda.
Semoga bermanfaat.....
Monday, January 12, 2009
Dont give up !

Jangan menyerah !... kata kata yang sangat sering diucapkan sebagai kata motivasi untuk menguatkan seseorang yang sedang putus asa. Mungkin anda sendiri pernah membaca buku yang judulnya " Dont Give up ?, intinya kita di ajarkan untuk tidak mudah menyerah dan putus asa dengan keadan yang di hadapi, keterbatasan kondisi yang kita miliki tapi bangkitlah dengan potensi yang kita miliki.
Di negri kita sendiri banyak kasus mortalitas (kematian) yang disebakan karena "menyerah pada keadaan dan putus asa" dalam menghadapi kondisi ekonomi yang menghimpit,diantara mereka bunuh diri karena tidak mempunyai pekerjaan,atau dipecat dari karyawan,tidak sanggup memberikan makan keluarga dsb,seperti sering diliput di media televisi kita .
Haruskah sampai seperti itu?
Ada orang, yang saya anggap luar biasa yang mampu merealisasikan kata -kata " dont give up, jangan menyerah ,jangan putus asa dan kata- kata sejenis lainnya, kedalam realitas hidup nyata dan menguatkan tekadnya dalam menghadapi hidup dengan keterbatasan fisik nya, sampai dia mampu bangkit dari orang yang penuh keterbatasan fisik dan keterbatasan kesempatan itu, menjadi orang yang sangat luar biasa, yang mampu meng inspirasi ribuan orang bahkan jutaan orang di berbagai negara dengan, tekad bangkit yang tidak menyerah pada keadaan,tetap bersyukur pada yang dimilikinya serta memaksimalkan potensi yang dia miliki untuk meraih kesuksesan dan untuk menghancurkan kata "tidak mungkin " yang sebelumnya dia yakini.
Namanya Nick Vujicic atau dijuluki dengan "no hands no legs no worries" yang mempunyai organisasi niralaba Life without limbs ,umurnya 25 tahun,tinggal di Australia, terlahir cacat fisik berasal dari keturunan serbia. Awal mengetahui "orang istimewa" ini waktu saya menoton sebuah jaringan TV satelite Arab, dimana mewawancarai Nick Vujicic yang tidak mempunyai kaki dan tangan ini tampil sangat percaya diri, penuh motivasi,dan rasa humor yang sangat tinggi,yang ternyata dengan keterbatasannya itu dia sudah terbang ke lebih dari 17 negara untuk memotivasi mereka yang cacat maupun yang mempunyai fisik sempurna, untuk tidak menyerah pada keadaan, dan tidak ada alasan bagi mereka yang cacat hanya diam pasif menerima belas kasihan dari orang lain,tetapi berbuatlah lebih banyak dengan keterbatasa fisik dengan memaksimalkan potensi diri.
Bagaimana halnya dengan kita,yang mempunyai tubuh yang sempurna dan sehat?
Tentu kita akan malu dengan kondisi fisik yang lengkap dan sehat kita masih saja putus asa dan menyerah dalam menghadapi hidup ini,kita menyerah sebelum memaksimalkan potensi dan tidak mensyukuri pemberian Allah pada kita.
Di indonesia sendiri kita bisa melihat contoh yang kondisinya mirip Nick ini,namanya Habibie Afsyah yang dengan keterbatasan fisik yang hanya mengandalkan kursi roda untuk menopang aktifitas nya dia terus berusaha dari kamarnya, dia terus memaksimalkan potensinya ,siapa sangka yang pada akhirnya dia mampu menghasilkan 5000 dollar per bulan dari internet marketing,dia bisa menghidupi diri bahkan kelurganya dengan pendapatannya ini, mengenai detail tentang sosok ini silahkan baca penuturan ibu habibie.
Mudah - mudahan gambaran singkat tentang Nick yang diperjelas dengan gambaran video nya , dan juga Habibie yang pantang menyerah bisa memberikan inspirasi bagi kita untuk lebih banyak bersyukur,lebih meningkatkan potensi diri dan tidak mudah putus asa dalam menggapai tujuan - tujuan untuk kemaslahatan hidup.
Monday, August 18, 2008
Gerhana & Renungan

Dalam bulan agustus 2008 ,tepatnya dalam rentang waktu satu minggu ini saya mengalami kejadian yang saya anggap luar biasa. Kejadian luar biasa itu merupakan ayat-ayat nyata yang telah ditunjukan Sang Pencipata manusia dan alam semesta supaya manusia berfikir dan merenung memahami hikmah dibalik setiap kejadian yang diciptakanNYA.
Kejadian luar biasa itu adalah,dimana saya menyaksikan gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari total pernah saya saksikan waktu di indonesia sekitar tahun 90,kemudian terjadi lagi 29 maret 2006,tapi yang ini terasa sangat beda dan belum tentu menyaksikan kembali kejadian alam yang langka dan berturut -turut dimana gerhana matahari disusul dengan gerhana bulan di hari berselang berikutnya dan ini terjadi saat saya ada di negri orang..
Dalam menghadapi kejadian seperti ini ,dalam islam diajarkan untuk shalat gerhana,baik disaat gerhana matahari maupun bulan,shalat tersebut sebagai wujud berserah diri dan penghambaan kita secara lurus hanya kepada Allah,yang telah menjadikan planet berputar pada porosnya dan jutaan bintang beredar pada garis edarnya masing -masing dengan kekuasanNYA.
Dan Allah sanggup untuk merubah garis edar itu dari teratur menjadi planet -planet bertabrakan,bintang -bintang berguguran,dan bumi pun digoncangkan,dan perut bumi dimuntahkan,sungguh sesuatu kejadian Dahsyat yang tidak terbayangkan oleh manusia, dan Allah Maha kuasa.Jika di FirmankanNYA terjadi maka terjadila ia...kun fayakuun.
Fenomena ini menjadikan kita mengingat pada tujuan hidup kita,ditengah gemerlap kehidupan dan hiruk pikuk persaingan bisnis,aktifitas bekerja,kesibukan merencanakan proyek2 bisnis, mengejar target investasi,menghitung profit,menghadiri undangan pesta yang membuat kita lupa dan terbuai kemana kita akan kembali.
Kejadian alam lainnya yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya seperti tsunami dan gempa bumi yang bisa melenyapkan harta yang telah kita kumpulkan bertahun -tahun,properti yang kita bangun,bahkan jiwa semua itu bisa hilang dalam sekejap, sebagi pengingat kita supaya tidak sombong ,tidak terlena harta secara berlebihan dan melupakan tujauan hidup yaitu beribadah,dengan berbuat baik pada setiap orang,berinfak,berzakat,shadakoh,mencintai anak yatim dan memberi makan orang miskin.
Semoga artikel ini menjadikan sebagai pengingat diri bagi saya khususnya dan pembaca umumnya,supaya kita bisa terus ber investasi,dan berbisnis dengan cara baik dan halal dan hasil bisnisnya sendiri disalurkan kepada yang baik- baik dan halal, "Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik".
Subscribe to:
Posts (Atom)